pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rela Basah-basahan untuk Mengejar Hadiah

JELANG Hari Kemerdekaan 17 Agustus berbagai kegiatan dilakukan oleh lapisan masyarakat. Di sekolah-sekolah, kantor, kompleks perumahan, lorong-lorong, nuansa tujuhbelasan selalu terasa dengan dilakukan berbagai lomba.

Laporan: RAHMA AMRI

Lomba gerak jalan, puisi, panjat pinang, bakiak, lari kelereng, balap karung, dan banyak lagi kegiatan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan.
Biasanya, lomba-lomba sudah mulai digelar per tanggal 1 hingga puncak peringatan 17 Agustus.
Seperti yang dilakukan warga Kompleks Nurul Qalbi, Jalan Kasuari, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso.
Sejak Minggu, 4 Agustus lalu, warga kompak menggelar berbagai lomba yang diikuti anak-anak kompleks itu.
Momen tujuhbelasan memang paling ditunggu-tunggu anak-anak di sana.
Mereka unjuk kebolehan dan keterampilan dalam memenangkan lomba yang diselenggarakan pihak panita.
Di hari pertama, ada lomba memindahkan air serta lomba memindahkan karet menggunakan sedotan.
Pada lomba memindahkan air, anak-anak yang ikut rela berbasah-basahan. Mereka memindahkan air dari wadah satu ke wadah lainnya yang berjarak sekitar 15 meter. Tak kenal lelah, mereka berlari mondar-mandir membawa air yang agak berat untuk anak usia lima dan enam tahunan. Namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk berprestasi. Sorak sorai warga, khususnya ibu dari anak-anak yang berlomba bergemuruh memberi semangat pada jagoannya.
Anak-anak tingkat TK dan SD antusias ikut kegiatan ini karena memburu hadiah yang telah disiapkan. Panitia biasanya akan menyerahkan berbagai hadiah bagi para juara lomba tujuhbelasan pada acara puncak atau resepsi tujuhbelasan.
Salah seorang panitia lomba, Muh Kahfli menjelaskan, secara rutin, warga memang melaksanakan lomba yang disiapkan untuk anak-anak kompleks.
“Ini rutin dilakukan setiap jelang 17 Agustus.,” kata Kahfli.
Selain lomba memindahkan air dan karet, beragam jenis pertandingan juga akan dilakukan. Seperti disko balon, lomba azan, lari kelereng, pertandingan sepak bola, lari karung, lomba karaoke, dan masih banyak lagi.
Soal hadiah, maupun peralatan lomba, warga secara sukarela memberi bantuan dan sumbangan ala kadarnya. Mereka rela merogoh kocek untuk ikut memeriahkan kemerdekaan RI.
“Hadiahnya, sampai perayaan HUT Kemerdekaan nantinya, dananya berasal dari masyarakat. Dilakukan secara swadaya,” pungkas Kahfli. (*)



×


Rela Basah-basahan untuk Mengejar Hadiah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar