SABTU besok (17/8), sebanyak 73 siswa/siswi pilihan dari berbagai sekolah menengah di Sulsel akan mengemban amanah cukup penting. Mereka bertanggung jawab mengibarkan bendera merah putih pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, yang berlangsung di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
Putra putri pilihan tersebut, yang terdiri dari 37 siswa dan 36 siswi akan mempertaruhkan kredibilitasnya, sekolah, dan daerahnya di momen sakral untuk bangsa Indonesia itu.
Sesi pengibaran Sang Saka Merah Putih merupakan momen inti dari upacara HUT Kemerdekaan RI ke 74. Tak boleh ada kesalahan sedikitpun. Makanya, persiapan dan latihan sudah dilaksanakan jauh hari sebelum hari H.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra), para calon harus melalui seleksi ketat. Lolos tingkat provinsi, mereka akan menjalani pemusatan latihan. Mereka ditempa menjadi paskibra yang disiplin, terampil, dan mahir dalam baris berbaris.
Untuk tingkat Sulsel, pemusatan latihan mulai dilaksanakan sejak 1 Agustus lalu. Puluhan siswa siswi tersebut menjalani latihan yang ketat, keras, dan disiplin untuk menghasilkan paskibra yang andal.
Selama dalam pemusatan latihan, ibarat orang yang dikarantina, tak boleh ada kontak dengan orang luar, termasuk keluarga. Mereka hanya boleh berinteraksi dengan para pelatih dan panitia. Setiap hari, pagi dan sore, di tengah terik matahari, mereka berlatih baris berbaris dan mengibarkan bendera duplikat untuk bisa tampil paripurna pada 17 Agustus.
Kini latihan mereka telah usai. Pada Rabu (14/8), sudah menjalani gladi kotor. Dilanjutkan pada Kamis (15/8) pagi, mereka melakukan gladi bersih. Selanjutnya, tak ada lagi latihan keras yang diberikan. Mereka diminta untuk beristirahat sambil mengikuti beberapa kegiatan yang sudah diagendakan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel Sri Endang Sukarsih mengemukakan, para paskibra tersebut tinggal menjalani beberapa kegiatan seremoni sebelum melaksanakan tugas sebagai paskibra. Kegiatan tersebut adalah mengikuti renungan yang dilaksanakan Kamis malam, serta pengukuhan Paskibra oleh Gubernur Nurdin Abdullah, Jumat (15/8).
Setelahnya, mereka akan istirahat dan fokus mempersiapkan diri menjalani tugasnya.
Namun, selama 15 hari mendapat gemblengan, paskibra tidak melulu menghadapi latihan baris berbaris. Ada juga kelas untuk mendapatkan materi, baik soal kebangsaan maupun yang lainnya.
Pada beberapa kesempatan, paskibra juga menerima tamu khusus yang memberikan spirit untuk berlatih dengan maksimal. Seperti kunjungan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
beberapa hari lalu.
Kepada parkibra, dia menekankan, mereka tidak hanya harus memiliki talenta manajemen. Akan tetapi harus ada juga kedisiplinan.
Kemudian, kata Andi Sudirman, akan ada penilaian tersendiri dari pusat ketika mereka mendaftar untuk menjadi anggota TNI atau polri nantinya. Untuk itu, dirinya meminta kepada Dispora agar ada rekomendasi khusus untuk mengawal mereka, sebagai siswa siswi pilihan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Bukan itu saja, Ketua TP PKK Lies F Nurdin yang juga istri Gubernur HM Nurdin Abdullah, secara khusus mengunjungi mereka, Rabu malam (14/8).
Selain datang untuk memberikan motivasi, Lies juga hadir untuk memberikan informasi bermanfaat tentang bahaya plastik terhadap kesehatan dan lingkungan.
Guna mengantisipasi dampak tersebut, Lies mengingatkan para paskibra untuk mulai mengurangi penggunaan plastik mulai dari diri sendiri.
“Alhamdulillah, saya lihat adik-adik paskibra kalau latihan sudah membawa tumblernya masing-masing. Berarti satu orang sudah bisa mengurangi penggunaan kira-kira lima botol plastik dalam sehari. Bilang juga ke mama dan adik di rumah nanti untuk tidak menggunakan air minum dalam botol kemasan sekali pakai,” imbaunya. (rhm/rus)
Dipuji karena Kurangi Penggunaan Plastik
×

