MAKASSAR, BKM–Makassar International Eight Festival and Forum (F8) Makassar, dipastikan tetap berlanjut pada tahun ini. Walaupun sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar menetapkan untuk batalkan F8, lantaran anggaran penyelenggaraan dialihkan pada program infrastruktur.
Rencana tetap dilaksanakannya F8 tersebut diakui Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Rusmayani Majid usai menemui Penjabat (Pj) Walikota Makassar Iqbal Suhaeb, akhir pekan lalu.
“Jadi F8 tahun ini tetap dilaksanakan, pada bulan Oktober. Sekitar tanggal 11,12, sampai 13 Oktober 2019,” kata Maya sapaan akrabnya.
Hanya saja, sambung Maya, penyelenggaraan F8 tahun berbeda dengan perhelatan tiga tahun terakhir. Dimana tahun 2019, F8 dilaksanakan secara penuh oleh pihak ketiga atau swasta.
“Kita sudah klarifikasi ke kementerian (Kementerian Pariwisata) soal alasan Pemkot Makassar tidak menyelenggarakan F8. Kita sudah jelaskan kalau pemkot sedang melakukan rasionalisasi anggaran, dan masih ada top prioritas di atas F8. Kementerian menyarankan agar ditangani swasta, ada swasta yang mau dan mampu handle, jadi tetap dilanjutkan,” terangnya.
Dia menyebut Kementerian Pariwisata menyayangkan jika sampai F8 tidak dilaksanakan. Pasalnya, upaya promosi dan publikasi sudah dilakukan oleh Kemenpar sudah berjalan hampir setahun. Karena F8 merupakan bagian dari Top 10 Calendar of Event Wonderful Indonesia.
“Jadi sekali lagi bukan Pemkot Makassar tidak mau laksanakan, tapi begitu kondisinya. Banyak kebutuhan mendesak. Bukan main perjuangan dari Pemkot Makassar supaya F8 masuk Top 10 event. Apalagi, Kemenpar sudah jalan setahun melakukan promosi,” katanya.
Meski ditangani sepenuhnya oleh swasta, pihak Pemkot Makassar tetap menyokong pelaksanaan F8.
“Kita tetap dukung mereka dalam hal administrasi, seperti persuratan dan perizinan,” ujar Rusmayani Madjid.
Sementara Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memberi restu pihak swasta untuk melaksanakan perhelatan event internasional F8 pada tahun ini.
“Selama itu bermanfaat bagi masyarakat dan menumbuhkan gairah perekonomian di Kota Makassar, tentu kita dukung kalau ada swasta yang mau gelar, kan tidak jauh berbeda seperti kegiatan Femme,” kata Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan alasan Pemerintah Kota Makassar tidak menyelenggarakan F8 2019, lantaran, Pemkot Makassar tengah melakukan rasionalisasi anggaran daerah, sehingga sejumlah program dan kegiatan harus dipangkas, salah satunya F8.
Ia juga mengisyaratkan, bahwa penyelenggaraan F8 tahun ini, Pemkot Makassar tidak mengalokasikan anggaran.
“Perlu diketahui, kalau kita sedang merasionalkan APBD kita, anggaran kita alihkan ke pembangunan infrastruktur yang prioritas. Sekarang saja SKPD itu sudah teriak-teriak, jadi untuk itu mungkin dari kami tidak ada,” ucapnya.
Meskipun tidak mengalokasikan anggaran, sambung Iqbal, pihaknya tetap berusaha memfasilitasi pelaksanaan F8 atau Makassar International Eight Festival and Forum pada tahun ini. Salah satunya persoalan penggunaan lokasi.
“Yang pasti ruang publik seperti Anjungan Pantai Losari itu jangan dulu digunakan, karena itu ruang publik dan kita sedang gencar untuk supaya tidak ada kegiatan itu. Jadi mungkin bisa di CoI, Benteng Rotterdam, atau di mana, jadi tidak mesti di satu titik dan tidak mesti di Losari kan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Festival Delapan Indonesia, Sofyan Setiawan mengaku, sangat mengapresiasi keputusan Pemkot Makassar yang menyetujui jika F8 diselenggarakan pihak swasta. Mengenai masukan dari Iqbal Suhaeb, Sofyan Setiawan menyebut bakal merealisasikannya.
“Alhamdulillaah pak wali kota menyetujui F8 ditangani oleh swasta. Ada beberapa masukan mengenai lokasi pelaksanaan, perlu diketahui di awal pelaksanaan F8 sudah ada opsi seperti itu, kita akan segera bicarakan untuk menggali apa yang bisa kita buat,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini mengatakan, F8 2019 atau yang keempat ini direncanakan akan digelar pada 11- 13 Oktober 2019.(nug/b)

