MAKASSAR. BKM — Hadirnya seorang anak di tengah-tengah sebuah keluarga, tentu menjadi dambaan bagi pasangan suami isteri. Namun terkadang kelahiran anak tersebut sulit tercapai akibat adanya ketidaksuburan (infertilitas) terhadap pasangan suami isteri itu.
Di antara berbagai metode mengatasi masalah ketidaksuburan (infertilitas) pasangan suami istri, bayi tabung (in vitro fertilization, IVF) memiliki angka keberhasilan tertinggi. Nilainya mencapai 40 sampai 50 persen. Terlebih, dengan penerapan teknologi terkini yang mampu mengatasi kasus-kasus infertilitas dengan tingkat kesulitan tinggi.
Demikian disampaikan President Director PT Morula IVF Makassar, Prof Nusratuddin Abdullah saat memperkenalkan teknologi canggih IMSI yang akan diterapkan Morula IVF Makassar kepada pasangan suami isteri yang kurang subur, di Tokyo Atrium Pinisi Point (Pipo) Mall Makassar, Minggu (25/8).
”Pada pasien yang tidak didapatkan sperma saat analisa sperma (azoospermia) dapat diupayakan dengan teknologi pengambilan sperma langsung dari testis, melalui prosedur Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) atau Testicular Sperm Aspiration (TESA). Kemudian, teknologi canggih berikutnya ialah Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), dimana proses pembuahan (fertilisasi) dilakukan dengan cara menyuntikkan satu sperma terpilih langsung ke dalam sel telur. Dengan teknologi ICSI, penolakan sel telur terhadap sperma suami juga bisa dihindari. Berbeda dengan cara konvensional yang memerlukan sekitar 40.000 sperma untuk membuahi satu sel telur, serta kemungkinan kegagalan fertilisasi karena penolakan sperma suami oleh sel telur isteri,” kata Nusratuddin.
Nusratuddin menambahkan, lebih maju dari ICSI adalah teknologi Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI). Teknologi ini serupa ICSI, namun pemilihan sperma terbaik dilakukan lebih detail menggunakan mikroskop khusus yang bisa memperbesar penampakan sperma hingga 6.000 kali.
Dengan teknologi IMSI, kecacatan bentuk pada sperma bisa terdeteksi sebelum fertilisasi. Sperma yang mempunyai bentuk tidak sempurna akan berakibat pada perkembangan embrio yang kurang baik dan berakhir dengan gagalnya program bayi tabung.
”Teknologi IMSI merupakan pengembangan ICSI untuk menyeleksi sperma dengan lebih detail menggunakan mikroskop dengan kemampuan pembesaran sangat tinggi. Teknik ini memungkinkan ahli embriologi memilih sperma terbaik untuk proses fertilisasi. Dengan teknik ICSI, seleksi sperma dilakukan dengan pembesaran 40 kali, sementara dengan IMSI pembesaran bisa sampai 6.000 kali,” ujar Nusratuddin seraya menambahkan, untuk pasangan suami isteri yang akan menggunakan teknologi IMSI hanya perlu mengeluarkan biaya tambahan Rp5 juta hingga Rp7 juta dari biaya bayi tabung itu sendiri.
Untuk meningkatkan keberhasilan bayi tabung, Morula IVF Makassar juga telah menyediakan teknologi terbaru kedua pada program bayi tabung yaitu Time Lapse. Memegang peranan penting dalam tahapan pemilihan embrio terbaik, penggunaan Time Lapse sangat perlu untuk dipertimbangkan.
Time Lapse digunakan untuk mengamati perkembangan sel embrio, sehingga embrio dengan perkembangan atau pembelahan sel yang tidak normal dapat diketahui. Dengan kualitas embrio yang baik, akan membantu meningkatkan keberhasilan program bayi tabung.
Di Indonesia, teknologi IMSI masih baru dan diterapkan di beberapa klinik fertilitas. Sedangkan untuk Time Lapse sendiri hanya ada di empat center klinik bayi tabung di Indonesia yang memilikinya. Termasuk Morula IVF Makassar yang berada di Rumah Sakit Awal Bros Makassar. Kedua teknik ini dapat menjadi harapan baru bagi pasangan yang ingin menimang buah hati. (mir)
Teknologi IMSI-Time Lapse Tingkatkan Keberhasilan Bayi Tabung
×

