pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tersangka Rosni Beli Gawai Harga Rp30 Juta

SIDRAP, BKM — Penyidik Polres Sidrap maupun Polda Sulsel terus bekerja keras mengungkap kasus hilangnya dana nasabah dari rekening Bank Mandiri di Sidrap. Perkembangan terbaru, sejumlah aset milik tersangka Rosni Dewi Pita Sari (32) mulai ditelusuri keberadaannya.
Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun BKM menyebutkan, Rosni yang bekerja sebagai karyawati asuransi AXA Mandiri ini hidup glamour. Sejumlah aset miliknya satu persatu mulai terungkap.
Di antaranya, ia memiliki harta berupa rumah mewah, hingga gawai seharga Rp29,49 juta. Ada juga sejumlah mobil berbagai merek. Termasuk warkop yang terletak di jalan Poros Soppeng, diduga kuat milik Rosni.
Kepemilikan warkop tersebut oleh Rosni, dibenarkan sejumlah orang yang mengenalnya. ”Iya, ada warkopnya. Namanya Warkop Panda. Saya tidak tahu persis apa rumah yang dijadikan warkop itu dibeli atau disewanya. Yang jelas, Warkop Panda itu milik Rosni,” ungkap sumber BKM yang tak ingin dipublikasikan namanya, kemarin.
Sejak merebaknya kasus yang menyeret Rosni, Warkop Panda tidak pernah lagi terlihat buka. Warkop ini pula yang dikelola orang dekat Rosni bernama Tommy. Lelaki ini disebut-sebut Rosni turut membantunya melakukan transaksi uang dari rekening nasabah Bank Mandiri.
Selain warkop, Rosni juga disebutkan memiliki gawai bernilai fantastis. Menjadi yang termahal di kelasnya dengan harga Rp29,49 juta.
”Sebelum kasusnya terungkap, Ibu Rosmi pernah beli HP merek iPhone XS Max. Pembayarannya dua kali. Satu minggu sebelum ditahan, dibayar Rp19 juta. Melunasi sisa DP Rp10 juta,” ungkap sumber BKM.
Tak sampai di situ, tersangka juga kerap gonta ganti kendaraan roda empat pribadinya dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya Honda HRV serta Toyota Yaris.
Ia menempati sebuah rumah yang tergolong mewah di Jalan Ganggawa. Namun, informasinya rumah tersebut disewanya Rp24 juta per tahun.
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono, membenarkan penyidik mulai fokus menyelidiki kebenaran informasi aset milik tersangka Rosni.
“Iya, memang kita tengah telusuri keberadaannya. Disamping hilangnya uang nasabah kita dalami saat ini, juga aset tersangka Rosni. Kalau memang semuanya benar adanya, maka kita akan jerat dengan pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” terang Budi.
H Podda, salah seorang korban yang dananya ditilap oleh tersangka, juga membenarkan sejumlah aset Rosni. “Saya sudah dapat informasi tentang asetnya. Mulai mobil, rumah hingga warkop dan handphone mahal itu,” terang H Podda yang dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.
Setidaknya, kata dia, informasi ini bisa jadi referensi bagi penyidik untuk menelusuri aset tersangka. Karena tidak mungkin seorang Rosni yang hanya karyawan biasa bisa memiliki aset sebanyak itu.
“Mungkin itu semua baru sebagiannya yang muncul. Karena ini ada Rp20 miliar uang korban dari 10 orang yang terdata. Silakan polisi telusuri itu,” tandas H.Podda.
Sementara itu, penyidik Polda Sulsel mendatangi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri, Kamis (29/8). Sedikitnya ada tujuh orang tim khusus dari Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Direskrimum Polda Sulsel yang turun langsung.
Tim ini melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) data nasabah dan sistem transaksi keuangan para korban. Kedatangan tim tersebut dibenarkan Kepala KCP Bank Mandiri Sidrap Zainal Arifin.
“Iya, tadi (kemarin) ada tim dari polda ke sini. Dia tanya-tanya data nasabah,” ucap Zainal dengan nada hati-hati berbicara kepada BKM yang datang konfirmasi, kemarin. (ady/rus/b)



×


Tersangka Rosni Beli Gawai Harga Rp30 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar