MAKASSAR, BKM — Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan diperingati setiap tahun, tepatnya pada 19 Oktober. Tahun ini, Sulsel yang sudah memasuki usia 350 tahun itu akan diperingati Sabtu (19/10) besok.
Sedianya, berdasarkan hasil rapat paniti HUT Sulsel, puncak peringatan Hari Jadi Sulsel diundur pada 24 Oktober mendatang. Alasannya, karena jika dilaksanakan pada 19 Oktober, waktunya cukup berdekatan dengan Pelantikan Presiden Joko Widodo yang akan dilaksanakan pada Minggu 20 Oktober mendatang.
“Namun, setelah kembali digelar rapat, dan dipertimbangkan tak ada pengaruh antara peringatan HUT Sulsel dengan pelantikan, disepakati jika puncak Hari Jadi Sulsel tetap akan diperingati pada 19 Oktober,” ungkap Ketua Panitia HUT Sulsel, yang juga Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina.
Mantan Pj Sekprov Sulsel itu mengatakan, seperti tahun lalu, perayaan HUT Sulsel akan dilaksanakan dalam Sidang Paripurna di DPRD Sulsel dengan mengundang seluruh tokoh masyarakat, mantan gubernur, forkopimda, seluruh bupati/wali kota, anggota DPRD, dan berbagai stakeholder lainnya.
“Tapi untuk jelasnya berapa undangan yang akan disebar, coba tanyakan ke Sekwan,” kata Tautoto, Kamis (17/10).
Dalam rapat paripurna tersebut, lanjut dia, gubernur akan membacakan sejarah singkat Sulawesi Selatan dilanjutkan pidato.
Kendati puncak perayaan baru akan dilaksanakan besok, namun rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.
“Sudah ada kegiatan perlombaan olahraga, acara sosial oleh PKK dan Dharma Wanita, Bakti Sosial, lomba tarik tambang, lari karung, lomba bakiak, dan beberapa kegiatan lain,” jelas mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel itu.
Sehari sebelum perayaan HUT Sulsel, tepatnya hari ini, Jumat (18/10), akan dilaksanakan zikir akbar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.
“Zikir Akbar dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat akan dilaksanakan setelah salat Magrib,” ungkapnya.
Selanjutnya, pada 30 Oktober, dilaksanakan Pameran Pembangunan. Kemudian pada 2 November ada kegiatan sepeda santai, dan 3 November dilaksanakan jalan santai.
Peringatan HUT Sulsel yang sudah berusia tiga setengah abad tersebut diprediksi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran. Apalagi, saat ini, Pemprov Sulsel sangat ketat dalam pengelolaan anggaran. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak berani mengeluarkan anggaran jika tidak bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas dan memang tidak masuk dalam program yang dananya dibiayai APBD.
Pelaksanaan HUT Sulsel kali ini menurut Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, lebih mengutamakan efesiensi dan efektifitas. Meski berlangsung dalam kesederhanaan, pihaknya menjamin akan tetap berlangsung meriah.
“Kita menghematlah yang tidak terlalu seremonial,” jelasnya. (rhm)
Besok, Puncak Peringatan HUT Sulsel
×

