MAKASSAR, BKM — Salah satu ternak sebagai penghasil protein hewani adalah sapi potong. Faktor penentu keberhasilan usaha sapi potong adalah ketersediaan pakan dalam jumlah, kualitas serta ketersediaan yang kontinu.
Salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan rumput ataupun pakan hijauan lainnya adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan, sehingga pengembangan ternak ruminansia di suatu daerah harus dilakukan usaha untuk memanfaatkan limbah pertanian mengingat penyediaan rumput dan pakan hijauan lainnya sangat terbatas.
Jenis limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan adalah limbah tanaman pangan seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, pucuk ubi kayu, serta jerami ubi jalar.
Kabupaten Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan memiliki potensi produksi ternak sapi potong yang cukup besar dan potensi sumber daya pakan yang tinggi.
Dengan potensi tersebut, telah dilakukan kajian analisis tentang potensi limbah tanaman pangan sebagai pakan sapi potong, melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Tim ini diketuai Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si, IPU dengan anggota tim Dr.Ir.Sri Purwanti,S.Pt., M.Si., IPM., Ir. Ilham Rasyid, M.Si, IPM., Sahiruddin, S.Pt., M.Si dari Fakultas Peternakan Unhas.
Hasil kajian yang telah dilakukan tim lalu dipresentasikan dalam Ekspose Hasil-Hasil Pengabdian Masyarakat dalam rangka Dies Natalis Unhas ke-63 Tahun 2019 di Watampone tanggal 3 September 2019.
Berdasarkan kajian tim, limbah tanaman pangan di kabupaten Bone terbilang cukup potensial.
Hasil analisis menunjukkan produksi segar 2.334.514 ton, produksi kering 1.402.685 ton dan produksi bahan kering 1.234.364 ton.
Menurut ketua tim, Prof Jasmal A Syamsu bahwa berdasarkan hasil analisis produksi limbah tanaman pangan tersebut di atas, dilakukan perhitungan daya dukung limbah tanaman pangan sebagai pakan. Daya dukung limbah tanaman pangan berdasarkan bahan kering (BK) adalah 541.091 ST.
Secara umum, kata Jasmal, berdasarkan nilai Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak (KPPT), Kabupaten Bone sangat memungkinkan untuk penambahan ternak sapi potong.
Hal ini, menurut Jasmal, terlihat dari seluruh wilayah kecamatan yang ada, hanya terdapat lima kecamatan yang menunjukkan nilai daya dukung limbah tanaman pangan sebagai pakan belum dapat mencukupi untuk populasi ternak yang ada, yaitu Kecamatan Bontocani, Libureng, Ponre, Tellu limpoe dan Palakka. (rls)

