DI MAKASSAR, nama Katering Seruni cukup dikenal masyarakat. Banyak masyarakat baik untuk pengantin, pengislaman, aqikah, hingga arisan-arisan keluarga menggunakan katering ini untuk hajatannya.
Laporan: RAHMA AMRI
Katering yang dirintis sejak 2001 oleh pasangan Hj Yusniar Arifin dan H Andi Buanapati ini malah sudah punya cabang di berbagai daerah. Diantaranya Pangkep, Parepare, Bone, dan beberapa daerah lainnya.
Siapa sangka, jika Katering Seruni ini dibangun dengan banyak suka dan duka.
Yusniar mengatakan, awal merintis usaha, modalnya sangat terbatas.
“Modalnya Rp1 juta. Peralatan untuk masak pun pinjam dari saudara,” ungkap Yusniar.
Kebetulan, iparnya sudah lebih dulu merintis usaha katering, yakni Glory.
Bersama sang isteri, dia merasakan kerasnya perjuangan menggunakan becak atau petepete membeli bahan untuk dimasak. Awalnya, Yusniar dan isteri hanya melayani rantangan.
Keputusan untuk melakoni bisnis katering bukan tanpa alasan. Awalnya, Yusniar menggeluti beberapa bisnis. Seperti jual beli kendaraan dan percetakan. Namun, usaha itu tidak terlalu sukses.
Diputuskanlah untuk banting setir ke usaha katering karena sang isteri hobi masak.
“Kalau saya dulu memang hobi masak. Dan sejak kuliah saya kerja sama kakak sebagai waiters di tempatnya, sehingga saya belajar juga masak dan akhirnya menguasai. Setelah saya menikah sama bapak, awalnya bukan makanan dikelola, awalnya percetakan. Cuma karena banyak saingan sehingga saya diskusi sama bapak bagaimana kalau kita buka usaha kuliner saja. Nah tahun 2001 itu kita melayani dari rumah ke rumah pakai rantang,” tutur Andi Buanapati.
Ia mengatakan yang menjadi tantangan baginya untuk melayani pelanggan yakni permintaan dan selera mereka yang berbeda-beda.
“Soalnya beda-beda selerahnya, ada yang mau begini dan ada mau dibawahkan jam segini. Akhirnya sebulan setelah itu saya tetapkan brand,” bebernya.
Barulah tahun 2005, satu persatu pesanan mulai datang. Diapun mulai berani mengorder makanan untuk hajatan pesta.
Dengan mengandalkan kualitas dan kepuasan pelanggan, usaha tersebut makin mengepakkan sayapnya.
Saat bisnis katering ini berada di puncak bisnis, Yusniar mengatakan. Dirinya pernah meraup omset hingga Rp1 miliar sebulan.
“Bagi saya, semua pekerjaan itu amanah tuhan dan harus dijaga dengan baik, harus kompak, tidak boros dan rajin bersedekah,” tungkasnya.
Soal penamaan Katering Seruni, ungkap Yusniar, alasannya karena bunga seruni tidak pernah layu siang dan malam. “Makanya hijau dan kuning itu tetap berseri,” tutupnya. (*)

