pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tengah Malam Minta Disusui Ibunya yang Meninggal

Wagub Beli Sepeda untuk Balita yang Peluk Jasad Ibunya

MAKASSAR, BKM — Di dalam ruang perawatan anak Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Selasa pagi (29/10). Perawat tampak membersihkan tubuh seorang bocah perempuan.
Dia adalah Angel. Balita usia dua tahun, yang sehari sebelumnya ditemukan memeluk tubuh ibunya, Mirna (39) yang sudah tak bernyawa di dalam kamar mandi kamar kosnya. Peristiwa ini terjadi di Jalan Bontonompo, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Senin sore (28/10).
Di dalam ruangan rumah sakit, ada Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Mengenakan pakaian muslim warna putih, wagub mengunjungi Angel untuk melihat langsung seperti ada kondisi terakhirnya.
Kepada dokter, Andi Sudirman Sulaiman meminta agar Angel dirawat dengan baik agar mentalnya pulih kembali sebelum dikeluarkan dari rumah sakit.
“Trauma yang dirasakan Angel harus dipulihkan. Saya meminta kepada dokter yang menangani agar merawatnya hingga proses traumanya berangsur hilang. Kalau bisa Angel biar dirawat oleh keluarga ibunya atau neneknya,” ujar wagub.
Dalam kunjungannya, Andi Sudirman membelikan Angel sepeda dan mainan untuk membantu pemulihan mentalnya. Ia juga sempat menawarkan diri untuk merawat Angel jika tak ada keluarga yang akan merawatnya, namun ditolak oleh ayah Angel.

Minta Disusui

Selasa (29/10), BKM mendatangi rumah kos di mana korban ditemukan dengan kondisi membusuk. Ratih, anak pemilik rumah kos yang ditemui, kemudian bercerita apa yang terjadi.
Kata dia, sehari sebelum mayat Mirna ditemukan, ia sempat mendengar suara Angel. Ia meminta untuk disusui oleh ibunya. Suara itu terdengar oleh Ratih sekitar pukul 22.30 Wita, Minggu (27/10).
“Kebetulan kamarnya ibu Mirna itu sedinding dengan dapur, atau berdekatan dengan dapurlah. Pada saat itu saya ke dapur dan mendengar anaknya meminta susu ke ibunya sambil nangis-nangis, tapi tidak digubris. Saya tidak terlalu perhatikan, karena saya anggap itu biasa-biasa saja. Kan kalau anak kecil sering menangis, apalagi di malam hari,” ujar Ratih yang di temui depan rumah kosnya, Selasa (29/10).
Namun, keesokan harinya, pada Senin sore sekitar pukul 16.00 Wita, ibu Ratih mengetuk pintu kamar Marni. Namun tidak ada respon yang diterimanya. Hanya bau menyengat yang menyambutnya.
“Senin sore selesai salat Asar, ibu ketuk pintu. Bermaksud meminta uang pembayaran sewa kos, tapi tidak direspon. Cuma bau busuk yang tercium. Ibu kemudian memangil warga. Selanjutnya, warga menghubungi Pak RT serta Binmas. Pintu kamar kemudian dibuka paksa,” jelas Ratih.
Petugas bersama warga yang mendobrak pintu kamar menemukan mayat Mirna dalam keadaan telentang dan tak bernyawa. Di sisinya nampak seorang anak yang masih hidup memeluk jasad ibunya.
“Dari keterangan polisi, katanya mayat sudah dua hari. Kalau saya beberapa hari terkahir tidak curiga-curiga, karena biasanya memang ibu (Mirna) di rumah kos di dalam kamar saja dengan anaknya,” tuturnya.
Dari pengakuan Ratih, Mirna bersama anaknya Angel sudah tiga bulan menyewa kamar kos. Selama itu, Mirna hanya tinggal berdua dengan Angel. Berdasarkan identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Mirna beralamat di Kabupaten Maros.
Selama tinggal menyewa kamar, lanjut Ratih, Mirna tertutup. Dia hanya sesekali keluar dari kamarnya untuk belanja kebutuhan dirinya dan anaknya. Selama itu pula belum pernah ada suaminya datang menjenguk Mirna.
“Kalau saya belum pernah lihat suaminya datang. Tidak tahu kalau ibu saya. KTPnya juga domisili di Maros,” jelasnya.
Adapun Heri, tetangga kos korban, mengaku tidak begitu mengenal Marni. Dirinya hanya sering melihat Mirna jalan bersama anaknya ke warung untuk jajan.
“Saya tidak begitu tahu orang mana, asalnya, dan kapan mulai sewa kamar kosan. Tapi sering saya lihat bawa anaknya ke warung belanja,” tambahnya.
Selain itu, Heri juga pernah melihat Mirna membawa kue ke warung untuk titip dijualkan. Tapi itu tak belangsung lama. Tidak cukup sebulan, Mirna tidak nampak lagi ke warung membawa kue untuk dititip dijualkan.
“Pernah saya lihat bawa kue dan dia titip ke warung, tapi tidak lamaji langsung tidak pernahmi lagi. Kejadian kemarin saya juga kaget,” kuncinya.

Keluarga Diminta Kooperatif

Kepala RS Bhayangkara Kombes Pol dr Farid Amansyah, mengatakan kondisi Angel sudah mulai membaik setelah diobservasi.
Dijelaskan, saat pertama ditemukan oleh warga, ia mendapat perolongan pertama dengan cara dimandi, disabuni, dan dipakaikan sampo. Selanjutnya diberi makanan.
”Selain itu, ayah bersama saudara dan keluarga lainnya, cukup membantu dalam proses perawatan psikis di RS Bhayangkara,” ujar dr Farid, kemarin.
Dia menerangkan, seorang anak yang mengalami kondisi fisik lemah ketika kejadian seperti dialami Angel, bisa saja mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Apalagi ibunya sudah meninggal, yang diperkirakan tiga hari lamanya. Diduga Angel menahan haus dan lapar.
”Saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Namun kami masih terus merawatnya hingga kondisinya pulih,” kata dr Farid lagi.
Petugas berharap agar pihak keluarga korban bersikap koperatif agar pengungkapan penyebab kematian korban cepat terungkap.
Sebelumnya, sambung dr Farid, berdasarkan informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa korban hanya tinggal bersama satu orang anak perempuannya. Sementara suaminya yang diketahui seorang prajurit TNI sedang dinas.
Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin yangdikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya sudah mengambil keterangan tiga orang saksi. Dua orang wanita, dan satu orang pria yang merupakan tetangga kos korban.
“Ada tiga orang saksi yang sudah kami mintai keterangannya. Menurut wanita bernama Ratnawati, (52) yang merupakan pemilik kos, Senin sore ia masuk ke rumah kos di samping rumahnya hendak menagih sewa. Ia mencium bau tak sedap dari kamar. Dia menaruh curiga karena pintu terkunci, dan terdengar suara anak-anak menangis di dalam kamar satu itu. Ratna kemudian menyampaikan wanita bernama Ratih (23) untuk membantunya apa yang telah dicurigakan oleh Ratna,” jelas Kapolsek.
Dia melanjutkan, dari keterangan Ratih, dijelaskan bahwa dirinya yang diminta tolong oleh Ratna setelah Ratna mencium bau menyengat di kamar satu. Ratih kemudian menyampaikan kepada seorang pria bernama Pattamuda Dg Ledeng yang juga saksi.
Dia yang mendengar keterangan Ratna dan Ratih, selanjutnya berinisiatif menghubungi Karaeng Nyau, ketua RT 01 RW 06 yakni Karaeng Nyau. Tak lama berselang, ketua datang bersama Bhabinkamtibmas Pa’baeng-baeng Bripka Fitrah.
Kepada polisi, Pattamuda menjelaskan bahwa tiga hari sebelumnya, atau Jumat (24/10) pukul 18.30 Wita, korban meminjam gawai miliknya untuk memesan Grab. Korban dikenal tertutup dan jarang bergaul. (rhm-arf-ish/rus)



×


Tengah Malam Minta Disusui Ibunya yang Meninggal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar