MAKASSAR, BKM–Arsyat Basyir, merupakan salah seorang alumnus Pondok Pesantren Hj Haniah Maros, Sulsel. Karena kecerdasannya, ia melanjutkan pendidikan di Kulliyah Lughah Arabiyyah, Fakultas Bahasa Arab di Mesir.
Anak yang lahir di Kokoa, Desa Manakku Kec Labakkang, Kabupaten Pangkep, mengaku bersyukur karena bisa mewujudkan mimpinya untuk melanjutkan kuliah di Mesir.”Anak muda sekarang jangan pernah berpikir pesimistis. Kita harus selalu yakin bisa mencapai mimpi dan menjadi kenyataan,” ujar Arsyat.
Arsyad memang merupakan santri yang berprestasi di Pondok Pesantren Hj Haniah, dia sering mengikuti lomba dan selalu meraih juara seperti juara tiga MTQ kabupaten. Dia juga penghafal Al Qur’an.
Kata Arsyad, dirinya memiliki impian ke Mesir sejak duduk di kelas 2 Madrasah Aliyah. Dia termotivasi dengan orang-orang yang kuliah di Mesir. Ia juga khawatir melihat kondisi masyarakat yang kurang akan pengetahuan ilmu agama.
Arsyad tidak hanya lulus di Mesir, tapi dia juga lulus di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN) dan juga Universitas Islam Makassar (UIM).
“Tapi saya lebih memilih kuliah di Mesir, yang memang sudah saya damba-dambakan dari kelas 2 Aliyah,” Katanya.
Anak yatim ini selalu berusaha untuk menjadi sosok pahlawan untuk ibunya. Meskipun sekarang ini, dia jauh dari ibunya tapi dia tetap semangat untuk menuntut ilmu dan membawa kebahagiaan untuk ibunya.
Ibunya hanya seorang IRT dan memiliki tanggung jawab tiga orang anak, namun dia tetap berusaha mencari kerja halal untuk anak-anaknya, dia sangat bersyukur karena anaknya mendapat beasiswa sekolah di Mesir sehingga tidak terlalu mengeluarkan uang untuk membiayai Arsyad.(arf)
Anak Yatim Kuliah di Mesir
×

