KREATIVITAS memang sangat dibutuhkan bagi pada usahawan. Tak terkecuali bagi para pedagang kaki lima. Sajian yang berbeda perlu disajikan untuk para pelanggan. Termasuk Ardi yang berjualan mangga kupas.
Laporan: NUGROHO
Terik matahari tak menghalangi seseorang yang memang ingin memenuhi kebutuhan keluarga. Cuaca Makassar kini yang begitu panas, tak membuat salah satu pedagang buah mangga, Ardi di Jalan WR Supratman getir.
Walaupun hanya bermodal meja panjang ala pedagang kaki lima, namun tak menghalangi Ardi untuk mengais rezeki. Pasalnya ia percaya, dengan memanjakan sedikit pelanggannya, jualannya diyakini selalu dikunjungi.
Penulis tak sengaja melihat sebuah dagangan di emperan toko di jalan tersebut. Seorang pedagang buah mangga di sudut jalan sedang asyik mengupas mangganya.
Tak lama ia mengiris mangga, ia lalu memasukkannya dalam sebuah wadah plastik. Bukan untuk ia makan sendiri, namun untuk dijual. Ternyata ini yang menjadi salah satu keunikannya.
Di saat banyak orang yang hanya menjual mangga segar saja, Ardi menyajikan dagangannya hingga bisa langsung dinikmati tanpa repot-repot mengupasnya.
Para pelanggan pun tak perlu khawatir dengan mangga yang disajikan Ardi. Pasalnya, mangga yang disajikan adalah mangga pilihan. Ada mangga harum manis dan mangga golek yang dijual tak lama setelah dipetik.
Saat mengupasnya, Ardi juga menjamin higienitas mangganya. Dengan menggunakan sarung tangan plastik dan pisau yang selalu dibersihkan, Ardi optimis mangganya bersih saat dibeli.
Ardi mengisahkan, dirinya telah menjual mangga seperti ini sejak kurang lebih 10 tahun lalu. Sebelum menjual di Jalan WR Supratman, ia menjual di Jalan Masjid Raya dulunya.
“Kalau menjual sudah 10 tahun, dulu di Jalan Masjid Raya. Pindah di sini baru satu bulan. Karena kebanyakan orang di sini orang kantoran, mau langsung makan, jadi saya lebih nyaman jualan di sini,” jelasnya.
Tempat jualan Ardi memang tak jauh dari Balai Kota Makassar. Apalagi di dekatnya terdapat beberapa kantor-kantor lain seperti Kantor POS, Garuda Indonesia, BTN, BRI, Telkom, dan sebagainya.
“Kebanyakan dari mereka yang beli memang mau langsung dikupas. Kualitasnya memang saya pilih sendiri. Sengaja dipilih yang manis,” ucapnya.
Ardi sendiri menjual mangganya cukup terjangkau. Hanya dengan Rp15ribu hingga Rp35ribu saja, pelanggan bisa mendapatkan mangga yang telah dikupas dan dibungkus rapi perkilogramnya. Tergantung jenis mangga dan kualitasnya.
“Kalau ndak dikupas, harganya sama. Satu kilogramnya Rp35 ribu,” kata Ardi.(*)

