MAKASSAR, BKM–Di hadapan perwakilan 16 negara, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb curhat akan kondisi persampahan di Makassar. Harapannya, bisa menarik investor untuk menerapkan teknologinya dalam menangani sampah di Makassar.
Pemerintah kota Makassar menggelar International Investment Forum on Waste Management 2019. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk menarik para investor ke Makassar. Kali ini dilaksanakan di Hotel Gammara Makassar, Kamis (7/11).
Kegiatan ini membahas banyak persoalan tentang penanganan sampah yang menjadi permasalahan utama di Kota-kota berkembang.
Hadir perwakilan 16 negara dalam pertemuan ini. Diantaranya, Jepang, Spanyol, Inggris, Australia dan lainnya. Sementara ada delapan negara yang diwakili langsung oleh kedutaannya. Antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Denmark, Cina, Belanda, Singapura, dan New Zealand.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dalam sambutannya saat membuka acara sangat mengapresiasi forum ini. Pasalnya, forum ini diharapkan bisa menciptakan suatu solusi untuk penanganan sampah yang lebih baik.
“Selamat datang para investor, di forum ini kami harap ada kesepakatan yang baik. Untuk membantu salah satu permasalahan besar di kalangan masyarakat ini,” ucapnya.
Sementara, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, permasalahan sampah dan limbah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.
Iqbal menyebutkan pengelolaan limbah tidak hanya pada proses pengurangannya saja namun bagaimanaa menciptakan sampah atau limbah menjadi nilai yang ekonomis.
“Jadi kita mau limbah-limbah ini bisa berkurang dan bernilai ekonomis. Agar limbah bisa juga masuk dalam kategori berdampak baik bagi Kota Makassar,” jelasnya.
Olehnya itu, Iqbal berharap pertemuan ini bisa menghasilkan sesuatu hal yang menimbulkan dampak positif bagi dunia peneglolaan sampah dan limbah di Kota Makassar.
Sederhananya, Iqbal menuturkan forum ini sebagai penemuan solusi dalam bentuk teknologi untuk menangani salah satu persoalan besar di Kota- kota besar seperti di Kota Makassar.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama Sekretariat Kota Makassar, Najiran Syamsuddin, juga mengatakan, melalui forum ini Makassar bisa mendapat gambaran tentang calon-calon investor mana saja yang siap untuk menerapkan teknologi dan projek pengolahan sampahnya, terutama waste to energy.
“Jadi di sini ada beberapa perusahaan dari jepang, cina,australia kanada, denmark, dan sebagainya. Mereka membawa teknologinya masing-masing,” kata Najiran.
Yang dibutuhkan Makassar sendiri dikatakan Najiran dari Waste Management adalah yang ramah lingkungan. Kalau pengolahan sampah waste to energy yang dibutuhkan adalah yang memiliki inseniration dan tetap ramah lingkungan.
“Tentunya juga yang low budget tapi bisa produksinya banyak,” tambah Najiran.
Setelah forum ini, diharapkan ada yang berminat berinvestasi di Makassar. Dengan begitu Makassar akan dapat banyak kesempatan untuk mengembangkan PLTSA di Makassar dengan teknologi dan bantuan infestor dari luar.(nug)
Di Depan 16 Negara, Iqbal Curhat Soal Sampah
×

