ENREKANG, BKM — Kepala sekolah (Kepsek) MTsN 2 Sudu, H Suryadi Bahar membantah tudingan orang tua siswa terhadap dirinya yang diduga berprilaku tak senonoh, meraba-raba bagian sensitif kepada siswinya.
”Saya tidak pernah merabah-rabah siswa di ruangan, keciali merangkul sambil menepuk pundaknya di ruangan terbuka saat menjemput siswa yang masuk sekolah. Itupun dilakukan bersama rekan guru dalam rangka menjalankan program rama anak yang sekarang digalakkan di Kabupaten Enrekang,” ujar Surayadi kepada awak media di Warkop MM Sudar Enrekang, Senin (11/11).
“Apa yang disampikan orang tua siswa di media bahwa saya raba-raba siswi saya itu fitnah,” tambahnya.
Suryadi juga membantah keras tudingan warga bahwa dirinya telah ditahan polisi akibat tuduhan kasus ini.”Saya juga baca berita bahwa warga bilang saya ditahan oleh polisi. Buktinya, kalau saya ditahan pasti saya sudah di Polsek,” tambah Suryadi.
Atas tudingan itu, Suryadi akan menempuh jalur hukum karena merasa dicemarkan nama baiknya,”Saya akan tempuh jalur hukum. Karena semua yang disampikan orang tua siswa fitnah,”tegasnya.
Sementara anggota Komisi III DPRD Enrekang, Djayadi Suleman sangat menyesalkan prilaku oknum kepsek jika benar adanya,” ”Saya di komisi III membidangi pendidikan dan sosial tidak sepakat dengan kelakuan oknum ASN jika itu benar adanya,”beber Djayadi.
Sebelumnya, puluhan orang tua siswa MTsN 2 Sudumendatangi Gedung MTsN 2 untuk berunjuk rasa, Senin (28/10).
Mereka memprotes tindakan kepala sekolah atas nama Suriadi yangdiduga berprilaku tak senonoh sering meraba-raba daearah sensitif kepada siswanya.
Salah satu orang tua siswa, Hj Fatima mengatakan kelakuan oknum Kepsek sudah lama dilakukan. Tapi baru kali ini mereka melakukan aksi karena takut terjadi sesuatu yang tidak inginkan kepada anak dan ponakannya yang sedang menuntut ilmu di sekolah tersebut.
“Kalau anak-anaka masuk ruangan baru dirangkul dan di pijat-pijat,”ungkap Hj Fatima kepada BKM melalui telpon genggamnya, Senin (28/10). (her/C)

