MAKASSAR, BKM — Suasana di arena Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tahun 2019 mulai menghangat. Manuver dan saling berebut dukungan makin gencar dilakukan. Khususnya di lokasi munas Hotel Claro Makassar.
Fadel Muhammad yang telah menyatakan diri untuk maju sebagai calon ketua umum sempat bermanuver jelang pembukaan munas, Senin malam (11/11). Itu terlihat sebelum pembukaan munas digelar sekitar pukul 21.00 Wita.
Wakil ketua MPR periode 2019-2024 ini memanfaatkan jeda waktu jelang pembukaan dengan hadir di tengah-tengah peserta munas. Dia menyapa satu persatu peserta. Saat itu Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid tengah ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Ia menjemput Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki yang akan membuka munas.
Dengan senyum, Fadel menyalami peserta munas yang duduk di mejanya masing-masing. Sampir sebagian besar peserta rela antre untuk berfoto-foto dengan calon ketua umum. Langkah Fadel terus masuk hingga tengah ruang munas yang dipenuhi peserta dari Dekopin se-Indonesia.
“Yuk foto bareng dengan Pak Fadel. Ayolah. Kesempatan ini,” ucap seorang peserta munas yang duduk di kursi dan mengajak teman-temannya untuk swafoto bersama Fadel.
Gaya Fadel menyapa peserta munas menjadi perhatian mata seluruh peserta. Ada yang malu-malu berdiri untuk ikut berfoto. Ada pula yang langsung berdiri meminta foto bersama.
Sementara itu, di dalam ruangan tampak didominasi spanduk Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid. Bahkan ada tiga spanduknya berdampingan sekaligus.
Selasa siang (12/11), Ketua Dekopin Wilayah Sumatera Utara Jabmar Siburian mulai terang-terangan menyatakan dukungannya. Dekopinwil Sumut yang membawahi 33 Dekopin daerah kabupaten/kota menyatakan siap mendukung Nurdin Halid kembali menjadi ketua umum Dekopin.
“Dengan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus yang lama, kami ingin mengukuhkan kembali Nurdin Halid sebagai ketua umum,” tegas Jabmar di Hotel Claro.
Adapun alasan dan pertimbangan Dekopinda Sumutmendukung kembali NH sebagai ketua umum, karena menilai NH telah berhasil membuat Dekopin semakin baik. Ia juga masih pantas untuk berjuang kembali sebagai ketua umum Dekopin pada periode selanjutnya.
“NH, kawan kami selama ini berhasil menjadikan Dekopin terus baik. Beliau pula yang kami harapkan mampu dan bisa berjuang untuk Dekopin lebih baik. Adapun kekurangan di masa-masa lalu itu biasa-biasa saja. Tapi kebaikannya lebih banyak bisa diingat, terkhusus untuk di masa mendatang,” ucapnya.
Soal AD/ART Dekopin, lanjut Jabmar, dia serahkan pada bagian hukum mengatur serta mempertimbangkannya. Sebab masih banyak suara-suara menginginkan Nurdin Halid kembali menjabat ketua umum.
“Banyak suara menginginkan NH kembali menjabat sebagai ketum. Kami serahkan saja ke bagian hukum. Namun jika ada kendala dirasakan, kami siap membantu,” tandasnya.
Dari hasil pertemuan di daerah Bogor beberapa waktu lalu,
Dekopinwil Sumut memastikan dukungan suara untuk NH mencapai 100 persen. ”Suara kami mutlak buat NH. Jadi boleh dikatakan NH terpilih secara aklamasi nantinya,” ujarnya.
Menkop dan UKM Teten Masduki membuka pelaksanaan munas Dekopin. Hadir Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartikasari, dan seluruh peserta dan pimpinan Dekopin daerah se-Indonesia. Sesuai jadwal, munas berlangsung selama empat hari, 11-14 November 2019.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan, berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah pilihan bersama. Oleh karena itu, tanggung jawab terhadap kualitas bangsa dan negara menjadi kuat, itu menjadi kewajiban semuanya.
”Berkoperasi menjadi salah satu cara yang baik yang dilakukan pendahulu untuk menyelesaikan masalah ekonomi bangsa. Semuanya itu adalah cara efektif untuk berbagi dan membangun kesejahteraan,” ujarnya.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Olehnya, Indonesia optimis mampu bersaing dan masuk empat besar dunia sebagai negara terbesar setelah Amerika, Cina, dan India.
“Karena kita memiliki skala ekonomi yang besar. Apalagi memang sudah banyak lembaga-lembaga yang melihat potensi Indonesia yang sangat besar,” katanya.
Teten mengakui, situasi ekonomi saat ini tidaklah menggembirakan. Di mana impor lebih besar dari pada ekspor. Karena itu semuanya perlu dicarikan solusi untuk mengatasinya. (arf/rus)
Fadel Bermanuver, NH Raup Dukungan
×

