pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Maafkan Jumras

MAKASSAR, BKM — Mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras, menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Prof Dr Nurdin Abdullah melalui surat resmi. Wartawan mendapatkan surat tersebut dan ramai beredar, Rabu (13/11).
Dalam suratnya, Jumras menyampaikan secara tulus dan ikhlas bahwa dirinya telah bersalah kepada NA, baik sebagai gubernur maupun pribadi. Dia mengakui telah melakukan tindakan di luar kendali dan menyinggung perasaan gubernur.
“Permohonan maaf ini saya sampaikan secara tulus dan ikhlas, serta terbuka secara publik. Dengan pertimbangan usia dan sisa pengabdian yang tidak seberapa ini. Saya mau pensiun dengan tenang tanpa ada perselisihan. Mohon kiranya Pak Gubernur memaafkan saya,” kata Jumras seperti dalam kutipan suratnya.
Seperti diketahui, Jumras pernah berselisih dengan gubernur sebagai buntut kesaksiannya di sidang hak angket DPRD Sulsel. Jumras memberi keterangan tertutup itu, namun akhirnya bocor ke publik. Ia pun kemudian dilapor pidana oleh Nurdin Abdullah ke Polrestabes Makassar.
Keterangan Jumras di sidang hak angket menjadi bola liar menyudutkan gubernur NA. Atas keterangannya itu, dia akhirnya diadukan melakukan pencemaran nama baik. Jumras akhirnya diperiksa sebagai saksi di Polrestabes Makassar, Senin (16/9).
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, secara tersirat bersedia memaafkan Jumras. Meskipun surat permohonan maafnya belum pernah dia lihat.
“Saya bilang Allah saja pemaaf, apalagi kita manusia biasa ini,” kata Nurdin di kantor perwakilan Pemprov Sulsel, di Jakarta, Kamis (14/11).
Menurut Nurdin, dirinya berusaha bersabar atas apa yang didapat. Pada akhirnya, kata dia, Allah akan menunjukkan kebenaran.
“Kalau saya cuma ingin mengatakan, bahwa Allah swt memperlihatkan kebesarannya. Itu kebesaran Allah,” tambah mantan bupati Bantaeng dua periode ini.
Ia menyinggung tentang kesaksian Jumras di hak angket yang dilaporkan ke polisi. NA berharap ada jalan terbaik untuk menyikapi hal tersebut.
“Bagi saya, bukan soal proses hukum tetap berjalan atau tidak. Kalau ada solusi bermediasi, berdamai, tidak menutup kemungkinan itu ada. Kalau saya, Tuhan saja memaafkan,” ujarnya.
Dia menyebut, dirinya tidak pernah dendam kepada siapa pun. Apa pun yang terjadi, diakui Nurdin, sepenuhnya diserahkan kepada Allah.
“Saya kan tidak pernah frontal. Saya diam saja. Ngapain harus frontal,” pungkasnya. (rhm/rus)



×


NA Maafkan Jumras

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar