pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Usai Pembakaran di UMI, Masuk Kampus Diperketat

MAKASSAR, BKM — Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali bergolak, Senin (18/11). Ratusan orang menyerang sekretariat Mapala. Mereka juga melakukan pembakaran.
Akibatnya, papan panjat dinding hangus dilalap si jago merah. aca serta isi ruangan dirusak dengan berondongan batu.
Polisi dan mobil raisa yang datang beberapa saat setelah kejadian langsung melakukan penyisiran di dalam kampus. Sementara petugas lainnya berjaga-jaga dan mengambil keterangan informasi. Hasilnya, polisi mengantongi identitas pelaku. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap mereka.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan penyerangan berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita. Kerusakan terjadi di sekretariat Mapala akibat pembakaran. Tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut.
Dikatakan, personel Polrestabes Makassar telah dikerahkan ke lokasi. Dari hasil penyelidikan, identitas terduga pelaku sudah ada. ”Saat ini pengejaran dilakukan oleh tim gabungan Polrestabes Makassar diback up Polda Sulsel,” ujar Yudhiawan.
Perwira tiga bunga melati di pundaknya itu enggan menjelaskan lebih jauh permasalahan yang ada sehingga terjadi penyerangan. Termasuk motifnya.
”Mereka melakukan pembakaran di dua lokasi. Pelaku juga memecahkan kaca di sekitar ruang kelas. Saat kejadian proses perkulihan tengah berlangsung,” terang Kapolrestabes.
Mantan Ditkrimsus Polda Sulsel ini belum memastikan apakah pelaku adalah mahasiswa atau bukan. Namun, ia berjanji akan menindak tegas kawanan pelaku.
Aksi pelaku, disebutkan Yudhi, hanya berlangsung lima menit. Namun mereka menyebar di dalam kampus melakukan pengrusakan. Situasi itu membuat panik mahasiswa yang tengah kuliah. Mereka berusaha menyelamatkan diri karena merasa jiwanya terancam. ”Kasusnya masih proses lidik,” tandasnya.

Pengetatan Masuk Kampus

Rektor UMI Prof Basri Modding, menegaskan perusakan fasilitas kampus dan pembakaran basecamp Mapala UMI sudah diserahkan ke pihak kepolisian. Pihaknya memberikan izin kepada polisi untuk melakukan penyisiran. Selain itu, kampus juga bakal memperketat pengawasan.
“Jadi tadi (kemarin) itu ada sekelompok massa datang ke kampus. Mereka masuk ke Fakultas Hukum dan memecahkan kaca jendela. Ada juga yang membakar sekretariat Mapala UMI. Tapi sudah diatasi WR III. Saya sampaikan kejadian ini harus diusut tuntas. Polisi juga kami izinkan masuk ke dalam kampus untuk mengusut,” terang Prof Basri, kemarin.
Ditegaskannya, insiden yang terjadi sudah termasuk tindak kriminal dan harus diproses secara hukum. Dia pun menyayangkan jika ada oknum mahasiswanya yang bertindak anarkis.
“Ke depan, jika ada insiden seperti ini, mahasiswa yang terlibat kita pecat. Proses hukumnya diserahkan ke polisi. Seperti yang kita lakukan sebelumnya. Mahasiswa yang menjadi tersangka sudah kita pecat,” tandasnya.
Rektor mengaku sudah membicarakan langkah apa yang akan diambil sebagai antisipasi ke depan. Rencananya, hari ini akan diputuskan kebijakan terkait pengetatan bagi mereka yang hendak masuk ke kawasan kampus. ”Mungkin yang mau masuk kampus harus punya KTM (Kartu Tanda Mahasiswa),” ujarnya. (ish-ita/rus)



×


Usai Pembakaran di UMI, Masuk Kampus Diperketat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar