MAKASSAR, BKM — Minggu dinihari (24/11) pukul 01.00 Wita. Seorang lelaki digelandang masuk ke Mapolsek Bontoala.
Tubuhnya dipenuhi rajah. Masing-masing di bagian dada, lengan kanan, serta leher sebelah kanan. Ada pula satu titik di bawah mata sebelah kanan.
Namanya Rahmat Hidayat. Berusia 19 tahun. Tato di bagian dada dan lehernya tertulis namanya Rahmat H. Di lengan kanannya ada pula rajah tertulis 04-24-2001, mewakili tanggal, bulan, serta tahun kelahirannya.
Polisi menangkap Rahmat dalam kasus penyekapan yang berujung rudapaksa. Korbannya seorang anak perempuan yang masih di bawah umur berinisial AY. Untuk melancarkan aksinya, ia juga mencekoki korbannya dengan narkotika jenis sabu.
Bukan hanya Rahmat yang melakukan perbuatan bejat tersebut. Tapi ia melancarkannya bersama sepupunya bernama Tegar. Hanya saja, Tegar belum berhasil diringkus. Polisi masih memburunya.
Kasus ini terbongkar setelah orang tua AY melapor ke Mapolsek Bontoala. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa AY hilang dan sudah tiga hari tak kunjung pulang.
Tim Unit Khusus Polsek Bontoala yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rahman Ronrong, didampingi Panit II Reskrim Ipda Syamsul Bahri Tompo turun melakukan penyelidikan. Timsus memperoleh informasi dari tante korban, bahwa ia sempat melihat ponakannya itu berboncengan tiga mengendarai sepeda motor. Bersamanya dua orang lelaki yang tak dikenalnya.
Penjelasan tersebut menjadi petunjuk bagi polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Orang-orang terdekat AY dicari. Hanya saja polisi belum berhasil mengidentifikasi orang yang membawa AY. Namun petugas kepolisian terus melanjutkan penyelidikan, hingga akhirnya berbuah hasil. Identitas pelaku pun dikantongi.
Pria tersebut baru dikenal oleh AY. Petugas fokus melakukan perburuan terhadapnya. Ia disebutkan tengah berada di Somba Opu, Kabupaten Gowa. Personel Polsek Bontoala kemudian berkoordinasi dengan aparat Polres Gowa untuk dibackup menangkap buruannya.
Sebuah rumah di Somba Opu dikepung. Polisi pun mengerebeknya. AY ternyata ada di dalamnya. Ia lalu dievakuasi. Menyusul kemudian seorang lelaki dengan tangan terborgol. Pria bernama Rahmat itu lalu digiring ke Mapolsek Bontoala guna menjalani pemeriksaan intensif.
Kapada polisi, Rahmat menuturkan awal mula ia berkenalan dengan AY. Mereka bersua melalui dunia maya. Kenalan lewat media sosial Facebook.
Pelaku lalu janjian bertemu dengan korban. Rahmat selanjutnya menemui AY di Jalan Kandea III Lorong 118, Kelurahan Bontoala, Kecamatan Bontoala.
Dari lokasi ini Rahmat membawa korban ke rumah tantenya di Somba Opu, Kabupaten Gowa. Di sana AY disekap selama tiga hari. Korban juga dicekoki sabu. Setelah itu, ia merudapaksa AY sebanyak empat kali.
”Tersangka tidak sendirian melakukan perbuatannya. Tapi juga seorang sepupunya yang kini dalam pengejaran. Saat itu Rahmat keluar, lalu datang sepupunya dan melakukan hal serupa,” jelas Kanit Reskrim Polsek Bontoala Iptu Rahman Ronrong, kemarin.
Usai meringkus Rahmat, Unit Khusus Polsek Bontoala langsung mendatangi kediaman Tegar di Somba Opu. Namun, ia sudah tidak ada. Informasi yang diterima petugas, ia sedang berada di Malino. Rencananya akan menyerahkan diri ditemani oleh orangtuanya. Polisi masih mengembangkan kasus ini. (ish/rus)
Ketemu, Disekap, Dicekoki Sabu lalu Dirudapaksa
Anak di Bawah Umur Kenal Pria Bertato Lewat FB
×

