pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Olahraga Sulsel di Ujung Tanduk

Pembinaan Mandek Menuju PON XX 2020

MAKASSAR, BKM — Prestasi olahraga Sulsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Provinsi Papua kini di ujung tanduk. Hal ini dikarenakan mandeknya proses pembinaan yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel dalam dua tahun terakhir.
Penyebabnya, karena ketiadaan anggaran pembinaan yang dikucurkan Pemprov Sulsel ke KONI Sulsel melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seperti pada penyelenggaraan PON tahun-tahun sebelumnya. PON XX dijadwalkan berlangsung September tahun depan.
Sejak tahun 2018, KONI Sulsel tak lagi mendapatkan anggaran pembinaan dari pemprov. Seluruh anggaran seperti yang diterima pada tahun-tahun sebelumnya telah dialihkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel. Padahal, Dispora tidak bersentuhan langsung dengan program pembinaan olahraga.
Dalam tiga hajatan PON sebelumnya, KONI Sulsel mendapat kucuran anggaran bervariasi. Di PON Kaltim 2008, KONI Sulsel mendapat kucuran dana sebesar Rp50 miliar, di PON Riau 2012 Rp70 miliar, dan PON Jabar 2016 Rp 90 miliar. Dari tiga hajatan PON tersebut, prestasi Sulsel terus mengalami penurunan.
Di PON Kaltim, Sulsel finish di urutan keenam dengan 25 medali emas, 23 perak, dan 28 perunggu. Di PON Riau turun ke peringkat tujuh dengan raihan 19 medali emas, 17 perak dan 21 medali perunggu. Lebih parah lagi di PON Jabar, Sulsel finish di peringkat 12 dengan torehan 12 medali emas, 23 perak dan 28 medali perunggu.
Di berbagai kesempatan, Sekretaris Umum KONI Sulsel Ad’dien mengaku tak ingin muluk-muluk mematok target tinggi di PON Papua. Menurutnya, minimnya anggaran menjadi penyebab utama dalam mematok target. Terpenting saat ini, jelas dia, pihaknya fokus ke Pra PON agar bisa meloloskan ke PON Papua.
Program Sulsel Prima, jelas dia, berjalan dengan baik. Soal target tentu akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Terkait mandeknya anggaran pembinaan dan nilai anggaran yang diusulkan KONI ke pemprov menuju PON Papua, Ad’dien belum memberi keterangan. BKM yang berusaha menghubunginya, tak direspons oleh Ad’dien.

Dapat Hibah 2020

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Sri Endang, mengatakan setiap tahun KONI selalu mengusulkan bantuan dana dari APBD Sulsel untuk menggerakkan dan melaksanakan kerja-kerjanya sebagai induk organisasi olahraga.
Namun, tidak selamanya permohonan dana yang diajukan ke Pemprov Sulsel dikabulkan alias terealisasi. Padahal usulannya selalu fantastis. Mencapai miliaran hingga puluhan miliar, jika ada event olah raga bergengsi yang akan diikut Sulsel.
Sri Endang yang kini menduduki posisi sebagai staf ahli di kantor gubernur, menjelaskan bahwa selama ini anggaran yang diberikan untuk KONI selalu berdiri sendiri dalam bentuk hibah.
“Jadi anggaran yang diberikan untuk KONI adalah hibah yang melekat langsung di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Tidak ada kaitan dengan Dispora,” jelasnya.
Karena sifat hibah, lanjutnya, tidak setiap tahun diberikan. Aturannya, pemberian dana hibah tidak boleh diberikan setiap tahun ke organisasi yang sama. Makanya, di tahun 2019 ini KONI tidak mendapat dana hibah dari Pemprov Sulsel walaupun diusulkan.
Dia bilang, setahunya KONI mendapat dana hibah Pemprov Sulsel pada tahun 2018. “Tapi saya tidak ingat berapa nilainya,” jelas Sri Endang saat dihubungi, Minggu (24/11).
Namun, tambah dia, dana yang diberikan tidak habis terpakai. Ada sisanya. Nah, sisa itu kemudian diajukan KONI untuk bisa digunakan pada 2019 ini. Usulan itupun disetujui Pemprov Sulsel. Namun, secara khusus, alokasi anggaran yang diberikan untuk KONI di 2019 tidak ada.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Dispora Sulsel Muchlis Mallajareng mengatakan, antara KONI dan Dispora memang tugasnya sama-sama menccetak atlet berprestasi, dan menjadikan Sulsel sebagai salah satu provinsi yang maju dalam dunia olahraga. Namun bedanya, KONI lebih spesifik ke prestasi olahraga atlet dan membina organisasi olahraga yang ada. Sementara, untuk pembinaan atlet menjadi tanggung jawab Dispora. Karena itu, anggarannya berbeda alias terpisah. Anggaran KONI dalam bentuk hibah.
Dia mengemukakan, khusus untuk usulan 2020 mendatang, sepertinya KONI kembali akan mendapat hibah dari Pemprov Sulsel. Apalagi, tahun depan akan digelar event olahraga nasional bergengsi skala nasional, yakni PON (Pekan Olahraga Nasional).
Berbeda dengan KONI, tahun depan, untuk pembinaan atlet, kecil peluang Dispora akan mendapatkan anggaran. Padahal, kata dia, pihaknya mengusulkan sekitar Rp120 miliar karena akan ada perhelatan PON.
“Kami usulkan. Tapi tidak jelas ada atau tidak. Karena usulan itu tidak muncul di pagu anggaran,” jelasnya.
Memang, untuk tahun depan, anggaran yang akan dikelola Dispora cukup besar yakni Rp200 miliar lebih. Namun anggaran tersebut akan digunakan untuk penataan Stadion Andi Mattalatta.
Dimintai tanggapannya, anggota DPRD Sulsel dari Partai Nasdem Sulsel Arum Spink, mengaku masih harus melakukan pengecekan terlebih dahulu. Khususnya saat pembahasan pekan depan.
“Kita akan memastikan bahwa program olahraga tak boleh dinafikan. Darinya akan lahir kebanggaan bagi daerah, jika prestasi-prestasi berhasil dicetak. Komisi E patut memperjuangkan agar kegiatan ini berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar wakil ketua Komisi E ini.
Legislator Partai Golkar Sulsel Ince Langke, mengatakan bahwa biasanya dana hibah diserahkan ke KONI. “Soal prestasi ini akan dibicarakan kalau pembahasan. Pencapaian prestasi harus didukung dengan anggaran,” kata mantan ketua DPRD Selayar ini.
Terpisah, Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi mengacu pada peraturan baru. Di sana bahwa anggaran untuk kegiatan keolahragaan dikelola Dispora.
“Jadi sudah ada aturan yang baru. Tidak seperti dulu, dihibahkan ke KONI,” tegas wakil rakyat dari Partai Gerindra ini. (rhm-rif/rus)




×


Olahraga Sulsel di Ujung Tanduk

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar