pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tanpa NA, Hari Guru tak Diperingati

Gubernur Juga tidak Hadiri Porseni PGRI

MAKASSAR, BKM –Pemerintah Provinsi Sulsel terkesan mengabaikan Hari Guru. Bahkan, momentum bersejarah bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu terlewati begitu saja. Tak ada upacara bendera, ataupun kegiatan lain yang menandainya.
Padahal, Hari Guru Nasional (HGN) selalu diperingati setiap tanggal 25 November. Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui surat Nomor: 13 27 16/MPK.A/TU/2019 terkait penyelenggaraan upacara bendera peringatan HGN 2019.
Surat tersebut ditujukan kepada seluruh intansi yang berkaitan dengan kelembagaan pendidikan. Juga kepada gubernur dan bupati/wali kota.
Selain upacara, pemerintah daerah, khususnya instansi maupun pemangku kepentingan terkait, juga bisa menyelenggarakan kegiatan yang mengapresiasi guru dalam bentuk seminar, gelar wicara (talk show), atau ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan terpublikasi secara luas.
Perhatian Pemprov Sulsel terhadap guru memang wajar untuk dipertanyakan. Pada seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini, formasi untuk tenaga guru tidak dibuka. Padahal ada banyak sekolah yang berada di bawah naungan langsung Pemprov Sulsel.
Selain itu, saat kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) guru yang digelar PGRI di Kabupaten Barru, tak satu pun pejabat pemprov yang hadir. Terkhusus saat pembukaan, Kamis (21/11). Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya di kalangan para guru, terkhusus organisasi guru.
Menurut Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ramli Rahim, perhatian Pemprov Sulsel untuk guru memang masih jauh dari apa yang diharapkan. “Ada (perhatian pemprov), tapi minim. Masih jauh dari harapan,” ungkap Ramli ketika dihubungi, Senin (25/11).
Dia menjelaskan, perhatian yang sudah diberikan untuk tenaga guru, khususnya yang berstatus honorer adalah Pemprov Sulsel sudah menerbitkan SK bayar buat mereka. Kendati dinilai masih kecil, namun sudah lebih baik dibanding pemerintah kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
“Sejauh ini, Pemprov Sulsel sudah menerbitkan SK bayar buat guru honorer. Kecil memang, tapi sudah lebih baik dibanding pemkab atau pemkot di Sulsel,” jelasnya.
Terkait upacara bendera untuk memperingati Hari Guru yang tidak dilaksanakan Pemprov Sulsel, Ramli mengatakan sebenarnya itu lebih baik karena tak perlu ada mobilisasi massa. Selain itu, memberi kesempatan kepada masing-masing sekolah untuk memperingatinya.
Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Asri Harun, mengaku sengaja tak menggelar upacara Hari Guru lantaran Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah tidak berada di tempat. Nurdin memang berada di Jakarta sejak Minggu malam (24/11).
Sementara Sekretaris Provinsi (Sekprov) Abdul Hayat Gani dijadwalkan mengikuti paripurna anggaran di gedung DPRD. Asri bilang, Hari Guru harus tetap dihadiri gubernur.
“Kan tidak ada kesan tanpa kehadiran gubernur. Makanya, Hari Guru tidak harus dilaksanakan hari ini (kemarin),” kilahnya.
Asri mengaku upacara Hari Guru bisa dilaksanakan kapan saja. Pihaknya masih menunggu kepulangan gubernur. Nanti, seluruh guru SMA/SMK di Sulsel akan diundang. Gubernur, kata Asri, akan memberi instruksi khusus kepada mereka terkait peningkatan kualitas SDM.
“Makanya, kenapa mesti Pak Gubernur, karena kita mau spesial. Nanti acaranya indoor, di dalam ruangan. Kita masih persiapkan semua,” tandasnya.

Hari Guru di Karebosi

Berbeda dengan pemprov, upacara memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019 dilaksanakan Pemkot Makassar. Dipusatkan di Lapangan Karebosi, Senin (25/11), yang ditandai upacara bendera.
Mengutip sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyampaikan bahwa pidato seragam tahun ini agak berbeda tahun lalu.
Dikatakan, tugas guru termasuk tugas yang termulia dan tersulit, karena harus membentuk masa depan bangsa. Guru kerap ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administrasif tanpa manfaat yang jelas.
Dalam upacara peringatan HGN ini, Iqbal Suhaeb menyerahkan hadiah kepada sekolah yang berhasil meraih juara pada kegiatan Porseni antarsekolah se-Kota Makassar.

Hari Guru di UNM

Memperingati Hari Guru, civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar upacara di pelataran menara Pinisi, Senin (25/11). Dalam acara ini, Rektor Prof Dr Husain Syam mengulas kembali perjuangan guru dan kemerdekaan belajar di Indonesia.
Prof Husain yang membacakan sambutan seragam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, menyebut bahwa guru Indonesia memiliki tugas yang termulia, sekaligus yang tersulit. Guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.
“Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambillah langkah pertama. Apalagi kita tahu semua perjuangan guru dan tugasnya membentuk karakter anak bangsa,” ujarnya. (rhm-nug-ita/rus)




×


Tanpa NA, Hari Guru tak Diperingati

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar