pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Upah tak Sebanding, Kadang Bertengkar dengan Pedagang

Abdullah Penarik Retribusi Pajak di Pasar Daya (1)

SELAMA beberapa tahun ini hidupnya berteman dengan sebuah kertas di tangan kanannya dan satu tangannya lagi digunakan untuk memberhentikan pengunjung pasar. Pekerjaan itu kini dikerjakan Abdullah sebagai penarik retribusi masuk pasar di wilayah pintu barat pasar daya baru Makassar.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Setiap hari pria berumur 42 tahun ini sudah mulai berjaga di pintu masuk Pasar Daya mulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Banyaknya tuntutan kerja dan target yang diberikannya, membuat dirinya mengakui bekerja sebagai -retribusi pasar bukanlah pekerjaan mudah.
“Dari pagi saya sudah keluar sampai jam 6 sore berjaga. Kalau sudah puggut dari pedagang, saya setor baru berjaga disini lagi. Kadang kita juga sering bertengkar dengan pedagang atau pembeli, tapi ini kewajiban saya untuk menjalankannya karena setiap hari retribusi itu harus disetor,” ungkapnya saat ditemui penulis di Pasar Daya Makassar, Senin (2/12).
Diupah sebesar Rp800 ribu setiap bulan di luar dari punggutan retribusi, diakui Abdul tidak sebanding dengan kerjanya memunggut pajak pasar. Walaupun begitu diakuinya, tetap ia syukuri dikarenakan tidak adanya keahlian lain dimilikinya.
“Kalau kita mau hidup dari upah tiap bulan tidak bisa kodong. Seperti ini tiap pembeli masuk kita kasih karcis Rp2.000 perkendaraan, pedagang juga begitu. setiap hari saya mengumpulkan retribusi sampai R 750.000 per hari, disitu biasa kami dapat upah lebih,” bebernya.
Memungut pajak retribusi juga diakui bapak tiga orang anak ini tidak semudah yang dipikirkan. Dimana terkadang ia harus bertengkar dengan pedagang ataupun ditabrak oleh penggunjung pasar yang ogah membayar pajak masuk pasar sudah menjadi makanan Abdul.
“Biasa itu, tapi kita tetap kasih mereka karcis masuk karena nanti saya ditegur kalau mereka tidak bayar karcis. Awal ji dulu sering (bertengkar) karena masih baru, tapi pedagang sini sudah tahu semua harus setor setiap hari atau perbulan,” bebernya. (*)



×


Upah tak Sebanding, Kadang Bertengkar dengan Pedagang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar