MAKASSAR, BKM — Kabar baik bagi guru honor jenjang SMA/SMK/SLB yang selama ini menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel bakal menaikkan insentif mereka di tahun 2020 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Asri Sahrun Said, mengatakan selama ini insentif yang diberikan untuk guru honorer sangat kecil. Hanya Rp10 ribu per jam mengajar. Jika memungkinkan, nilainya akan dinaikkan sebesar 100 persen dari yang dibayarkan sekarang. Artinya, jika usulan tersebut disetujui, maka insentif yang akan diberikan menjadi Rp20 ribu per jam mengajar.
“Kami menganggap insentif yang diberikan selama ini masih cukup kecil. Bayangkan jika guru honorer hanya mengajar 24 jam setiap pekan. Berarti yang diterima selama ini Rp960 ribu. Jauh dari UMP,” ungkap Asri usai Peringatan Hari Guru tingkat provinsi di Hotel Claro Makassar, Senin (2/12).
Lelaki yang juga menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel itu mengatakan, saat ini jumlah guru honorer yang tercatat di Pemprov Sulsel sebanyak 9.000 orang. Namun yang diback-up melalui APBD hanya sekitar 7.000 orang.
“Yang bisa dibackup dari APBD itu 7.000 guru honorer. Itupun masih dengan jumlah (insentif) yang masih terbatas,” sebut Asri.
Makanya, Pemprov Sulsel berupaya menaikkan insentif guru menjadi Rp20.000/jam. Kata dia, ini nilai maksimal yang bakal diusulkan dan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran provinsi. Rencana ini akan dibawa dan dibahas ke DPRD Sulsel.
“Ini kita lagi berupaya mengkomunikasikan dengan pihak DPRD. Bapak gubernur juga sudah memberikan lampu hijau, sekiranya insentif guru per jam ini kita tingkatkan. Saya sih berharap kalau bisa 20.000 per jam. Biar mereka bisa layak,” lanjut Asri.
Dia menambahkan, ke depan guru honorer yang ada juga bakal dievaluasi tiap tahun. Dengan melihat kebutuhan per mata pelajaran di tiap sekolah yang masih butuh tenaga pendidik berstatus honorer.
“Yang jelas kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kan jangan sampai ada mata pelajaran tertentu yang sudah berlebih, terus kita paksakan terima honorer. Di satu sisi ada mata pelajaran yamg sangat dibutuhkan, belum ada direkrut di situ. Terutama SMK untuk mata pelajaran produktif. Itu kan kita butuh lebih besar lagi,” urai dia.
Disdik Sulsel, lanjut Asri, juga tengah merapikan database dan kelengkapan administrasi para guru honorer. Hal itu terkait rencana pemberian nomor register kepada mereka.
“Yang pasti kita akan merapikan administrasinya. Ini kita lagi persiapkan untuk membuat nomor register untuk honorer. Pokoknya kita kerja keras. Pak Gubernur juga sudah sampaikan anggaran kita sesuai kebutuhan,” pungkas Asri.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menekankan, kinerja guru honorer mesti dievaluasi tiap tahun. Dirinya tak ingin ada tenaga pendidik yang bekerja tidak sesuai target. Di satu sisi, pemerintah sudah memberikan insentif.
“Kita akan evaluasi. Kan bisa saja tidak pernah datang, tapi terima gaji. Guru-guru yang bagus harus diperbaiki dan dipertahankan. Tunjangan itu harus seiring dengan kapasitas dia. Kalau kapasitas bagus, guru ini dibutuhkan, kita perbaiki tunjangannya,” jelas Nurdin.
Respons Legislator
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Arum Spink, menegaskan hingga saat ini rencana kenaikan insentif tersebut belum ada. Masih sebatas rencana Disdik Sulsel.
“Jadi, belum ada. Itu baru sebatas rencana Dinas Pendidikan Sulsel,” ujar legislator Partai Nasdem Sulsel ini.
Hal berbeda disampaikan Ince Langke IA, yang juga wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel. Legislator Partai Golkar Sulsel ini memberi apresiasi atas rencana tersebut.
“Saya kira perlu kita apresiasi kebijakan tersebut. Sebab ini memang menjadi salah satu tuntutan teman-teman guru honorer selama ini,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, rencana kenaikan tersebut telah menjadi perhatian DPRD juga. Gubernur merespon itu dengan baik, dengan menyiapkan anggaran untuk memenuhi kepentingan itu.
Ketika ditanya apakah anggarannya telah diajukan pada APBD tahun 2020, Ince Langke yang juga wakil ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini tak menampiknya. “Tidak mungkin gubernur menyatakan begitu kalau tidak tersedia anggarannya,” jelas mantan ketua DPRD Selayar ini.
Hal sama dilontarkan Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi. Politisi Partai Gerindra Sulsel ini juga mengapresiasi niat Disdik Sulsel.
“Kita sambut baik niat pemprov untuk menaikkan insentif guru honorer. Karena tidak dipungkiri kesejahteraan mereka selama ini terabaikan. Padahal sebenarnya merekalah yang menjadi tulang punggung di sekolah-sekolah,” pungkas Rusdin Tabi. (rhm/rus)

