MAKASSAR, BKM — Kolam retensi (aquapond) yang dibangun untuk menangkal genangan air cukup parah di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumiharjo sudah rampung sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sudah siap difungsikan di musim hujan ini.
Namun sayang, berdasarkan pantauan, dua kali hujan deras turun, genangan air masih saja terjadi di depan kantor gubernur. Kendati tidak separah sebelum-sebelumnya, genangan air yang terjadi tetap menimbulkan kemacetan yang cukup parah. Bahkan sampai di atas flyover. Karena pengendara bermotor berusaha menghindarinya.
Fajar, salah seorang pengedara motor mengatakan, sebenarnya genangan air sudah cukup berkurang dibanding sebelumnya jika hujan deras turun. Karena, sudah ada yang masuk ke kolam retensi.
“Tapi masih ada genangan. Karena saya perhatikan, ada permukaan yang sangat rendah sehingga airnya tidak bisa masuk ke dalam saluran kolam retensi,” ungkap Fajar, kemarin.
Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (PSDA CKTR) Sulsel Andi Dharmawan Bintang, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengamatan selama hujan turun beberapa hari ini. Ternyata, kata mantan kepala Biro Humas dan Protokol itu, genangan yang terjadi karena air yang terhimpun di beberapa tempat yang tidak bisa masuk ke saluran kolam retensi.
“Kalau saya lihat, karena adanya kemiringan jalan, sehingga posisi air sangat rendah, tidak masuk ke saluran,” ungkapnya.
Dia menambahkan, persoalan ini menjadi catatan, dan akan dilaporkan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) karena jalan depan kantor gubernur merupakan jalan nasional.
“Tentu ini akan menjadi catatan juga, ke teman-teman di balai (BBPJN) untuk melakukan pembenahan (jalan),” ungkapnya.
Lebih jauh dia mengemukakan, sejauh ini, sudah ada air hujan yang mengalir masuk dan tersimpan di aquapond. Air tersebut selanjutnya akan dialirkan ke Sungai Pampang dengan menggunakan pompa.
Namun, dia mengaku yang menjadi kendala, untuk mengoperasikan pompa tersebut, dibutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk menggerakkan pompa.
Jika berharap dari suplai listrik di kantor gubernur saat ini, tidak bisa karena tidak mencukupi. Akhirnya, diputuskan untuk membuka sambungan listrik baru khusus untuk kolam retensi itu.
“Biro Umum sementara urus di PLN. Saya belum tahu apakah sudah terpasang listriknya atau belum. Kalau sudah, berarti pompa sudah bisa dioperasikan. Coba hubungi Biro Umum” saran Andi Wawan, sapaan akrabnya.
Kata Darmawan, pengoperasian aquapond ini membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Ada pompa di bagian ujung tangki penyimpanan yang akan memompa air keluar sesuai ketinggian permukaan air yang diatur. Panjang tangki itu 70 meter dengan lebar 8 meter.
“Tinggi air maksimal 2 meter. Pompa bisa diatur bekerja minimal ketinggian 30 sentimeter. Meskipun daya listrik besar tetapi pompa beroperasi hanya temporer, saat hujan berlangsung. Pompanya bekerja otomatis nanti,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Kasubag Urdal Biro Umum Sulsel Andi Asri mengatakan, pihaknya sudah mengurus listriknya ke PLN. Saat ini sudah terpasang sambungan baru khusus untuk aquapond. Daya listrik terpasang di atas 11.000 KV.
“Iya sudah terpasang. Saya baru akan melaporkan ke instansi terkait,” ujarnya. (rhm/rus)
Aquapond tak Efektif
Air Hujan Depan Kantor Gubernur Tetap Tergenang di Jalan
×

