PINRANG, BKM — Satu dari enam pekerja drainase Desa Pincara, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang, Selasa (3/12) kemarin tewas disamba petir. Dia adalah Ibnu Wahid (25).
Sedangkan lima rekannya yakni Rahmat (50), Puang Nomi (49) Lasuda (40), Jumadi Patong dan Ismail (45) sedang dalam perawatan di RS Lasinrang.
Duka mendalam masih menyelimuti suasana rumah korban di perumahan BTN Graha Andika, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu (4/12) kemarin. Ibnu merupakan satu diantara enam korban tewas.
Kejadian bermula saat korban sedang beristirahat siang di rumah sawah (Saung) karena kondisi cuaca sedang mendung langit gelap disertai suara gemuruh, sekitar pukul 14.00 wita.
Korban sendiri juga sebagai pegawas proyek saluran air milik dinas PSDA Pemkab Pinrang sepanjang 100 meter lebih yang terletak di tengah persawaan kampung Salisali, Desa Pincara.
Sebelum kejadian, sambil istrahat para pekerja ini sedang menggunakan alat elektronika berupa gawai dan headset miliknya.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh petir menyambar. Ibnu dkk yang berteduh di Saung tersebut terkena sengatan petir dan terlempar jauh. Tiga orang korban tak sadarkan diri sementara tiga lainnya, masih tersadar dan bangun menolong rekannya.
Tiga yang selamat yakni Rahmat, Puang Nomi dan Lasuda sementara tiga lainnya tewas ditempat.
Ibnu tewas ditempat kejadian dengan kondisi tubuh hangus gosong sementara Jumadi dan Ismail merintih kesakitan dengan luka bakar disekujur tubuh dengan kulit melepuh.
Jumadi mengalami luka bakar pada bagian leher dan dada, sementara Ismail mengalami sesak nafas dengan sejumlah luka serius sehingga dirujuk ke RSUD Lasinrang.
Saksi mata Puang Nomi mengaku saat petir menyambar mereka berteduh di rumah sawah.
“Langsung kami terlempar saja dan telinga kami pekat. Perasaan saya sempat oleng dan pandangan agak gelap. Saya seperti kesetrum,”ungkap Puang Nomi.
Masih kata saksi, kemungkinan sambaran petir ini berakibat alat elektronika yang digunakan dua korban sehingga memantik kilat menyambar kami.
Korban Ibnu sudah dikebumikan di Pemakaman Umum Abadi sekitar perumahan BTN Graha Andika kemarin. Sementara dua korban lainya masih dirawat intensif di RSUD Lasinrang Pinrang. Kondisinya masih trauma dan belum bisa berkomunikasi.
Kapolsek Patampanua Polres Pinrang Iptu Syahrul telah melakukan olah TKP. “Dua korban masih dirawat di RS Lasinrang serta korban selamat sudah dimintai keterangan di Mapolsek,” ungkap Iptu Syahrul.
Kapolsek menambahkan, peristiwa ini murni faktor kecelakaan alam yakni korban meninggal tersambar petir. (ady/C)

