MAKASSAR, BKM– Pemprov Sulsel bakal menyiapkan moda transportasi massal yang dinilai lebih efektif dibanding Bus Rapid Transit (BRT) yang selama ini beroperasi.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengemukakan, konsep transportasi massal tersebut ramah penumpang.
“Kondisi busnya harus dibuat nyaman. Bahkan bagi penumpang yang dalam keadaan berdiri dalam perjalanan.
Busnya itu enak. Dia bisa mampir dan orang naik-turun. Inikan harus ada terminal khusus. Kita lagi desain bus yang bagus, lebih nyaman, orang berdiri aja di atas,” tandasnya.
Diapun memberi bocoran jika moda transportasi baru itu nantinya berupa bus yang tidak terlalu besar namun tetap fungsional.
“Tunggu aja. Konsep kita itu bagus. Konsep kita itu shuttle, stopping busnya tidak terlalu besar, tapi fungsional. Busnya juga pendek,” tutur Nurdin yang ditemui di kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Selain itu, kata Nurdin, pihaknya berencana mengkaji ulang pelayanan bus rapid transit (BRT) yang selama ini telah beroperasi di wilayah Mamminasata, khususnya Kota Makassar.
Nurdin menganggap, moda angkutan transportasi massal ini harus ditata ulang perencanaannya. Selama ini dia menilai, kurang maksimalnya BRT karena belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Konsep atas pelayanan BRT pun dikatakan tengah disiapkan. Mulai dari rute yang dilalui, hingga memperhitungkan bentuk terminal serta ukuran busnya juga mesti dikaji kembali.
Mantan bupati Bantaeng ini menambahkan, Pemprov Sulsel juga berencana memberikan bantuan BRT ke kabupaten/kota. BRT yang dimaksud, yakni 15 unit BRT dari Kemenhub yang diserahkan kepada Pemprov Sulsel pada Desember 2018 lalu.
Namun sampai saat ini belum dioperasikan karena masih merampungkan kelengkapan administrasi kendaraannya, seperti lengurusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta pembayaran pajak kendaraan.
Kata Nurdin, bantuan BRT dari Kemenhub itu akan diserahkan ke Kabupaten Bulukumba dan Toraja. Untuk menggenjot pengembangan potensi daerah di sektor kepariwisataannya, dengan dukungan aksesibilitas transportasi.
“Itu sudah ada yang punya. Itu akan diberikan ke Bira (Bulukumba), dan Toraja. Sudah ada yang punya dan baru kita bayar pajaknya. Harus dibayar pajaknya dulu baru dikasih orang,” pungkas Nurdin.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Fahlevi Yusuf menjelaskan sampai saat ini, belum ada penyampaian terkait rencana menghadirkan moda transportasi baru sesuai konsep yang digagas Bapak Gubernur.
“Namun, begitu ada perintah, kami akan segera tindaklanjuti,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, ke depan, pihaknya memang mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi umum. Suka atau tidak suka.
Dan, jika memang kehadiran moda transportasi baru seperti ekspektasi gubernur hadir, lantas bagaimana nasib BRT?
Fahlevi mengatakan, untuk sementara, BRT biarkan tetap berjalan. Kalau memang ada keinginan gubernur untuk menghadirkan moda transportasi umum yang lebih baik lagi, BRT akan dihilangkan secara perlahan.
“BRT tidak akan langsung juga dihentikan. Biarmi berjalan dulu yang ada nanti kita tata kalau memang adami. Yang akan hadir ini pasti butuh proses. Tidak langsung hilang BRT karena moda transportasi massal baru sesuai harapan Bapak Gubernur kan tidak langsung ada,” tandasnya. (rhm)
NA Rancang Moda Transportasi Massal yang Efektif
×

