pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rekayasa atau Benar Terjadi ?

PENGAKUAN Irmayanti yang telah menjadi korban penculikan, memunculkan sejumlah pertanyaan. Bahkan mengarah pada dugaan terjadinya rekayasa.
Jajaran Polres Gowa telah menindaklanjuti kasus ini, sebab lokasi yang disebutkan diduga menjadi tempat penyekapan berada dalam wilayah hukum mereka. Penjelasan diperoleh dari Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh.
Kepada BKM yang mengonfirmasinya, Rabu siang (29/1), Iptu Hasan menegaskan bahwa pengakuan Irma yang sempat dibuang di hutan Malino seperti pada video yang beredar luas, tidak benar.
”Saat pertama dengar kejadian dan melihat tayangan video pengakuan Irma di media sosial, sudah ada kejanggalan. Setelah kami cek ke masyarakat, mereka tidak ada yang mengetahui kejadian seperti yang dikatakan Irma di video tersebut. Jadi informasi itu tidak benar,” terang Iptu Hasan.
Iptu Hasan meyakini hal itu, karena dalam beberapa jam setelah kejadian, sudah ada pengakuan Irma selaku korban di salah satu media online yang dirilis jajaran Polrestabes Makassar. Menurut mantan kapolsek Bajeng ini, korban cuma berhalusinasi berada di hutan Malino.
“Coba simakki video akhirnya, anak itu cuma berhalusinasi berada di hutan di Malino. Namun setelah sadar ternyata dia tidak berada di hutan, melainkan di pemukiman jalan poros Malino. Cobaki lihat juga video yang temukan anak itu, ternyata anak itu berada di wilayah Somba Opu, tepatnya di wilayah Panggentungang depan pabrik roti,” terangnya.
Menyusul indikasi rekayasa tersebut, Unit Reskrim Polsek Somba Opu melakukan penyidikan. Termasuk terhadap pemilik akun yang pertama kali mengunggah video tersebut.
Menurut Iptu Hasan, beredarnya video pengakuan penculikan anak itu, maka Malino paling dirugikan. Warga di kawasan wisata ini menjadi resah dengan berita penculikan anak. Beberapa grup WhatsApp sudah mulai massif membahasnya sejak video tersebut beredar.
”Jadi kami tegaskan kembali bahwa video pengakuan penculikan  yang viral di medsos itu lokasinya bukan di Malino. Hanya halusinasi seolah-olah berada di Malino,” tandasnya.
Tentang pengakuan Irma yang terakhir berada di dekat pabrik roti jalan poros Malino sebelum ditemukan, dibantah warga Lingkungan Galoggoro, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu. Wilayah ini merupakan lokasi pabrik roti tersebut.
“Ah… tidak benar ada kejadian ada anak gadis ditemukan di sini. Sampai dinihari pemuda-pemuda di sini begadang dan tidak ada indikasi kejadian penculikan. Kayaknya ini hanya upaya membuat resah masyarakat,” cetus Muh Said Dg Rumpa, salah seorang pembina IKRG, organisasi pemuda di Galoggoro.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian tersebut rekayasa atau bukan. Yang jelas, kata dia, saat ini penyidik Polsek Somba Opu telah meminta keterangan dari pengemudi ojek daring yang mengaku membawa pulang Irma ke orang tuanya.
“Penyidik juga sudah memeriksa Irma yang mengaku menjadi korban penculikan. Jika kemudian kasus ini terbukti, maka pihak kepolisian akan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku. Itu jika kasusnya terbukti memang ada,” tandas AKP Mangatas.
Menyusul viralnya video Irma yang mengaku diculik, Mangatas mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Gowa untuk tidak resah. Juga meminta untuk tidak merekayasa sebuah peristiwa, sebab apapun itu bentuknya maka akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Seperti kasus pocong yang ditangani sebelumnya.
”Jika ada yang sengaja melakukan dan menciptakan keresahan di tengah masyarakat, tentu akan diperhadapkan dengan hukum,” tegasnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, memberi penjelasan yang tak jauh berbeda dengan Mangatas. Menurut Ibrahim, pihaknya belum bisa memastikan apa motif dibalik dugaan penculikan tersebut. Begitu pula dengan dugaan apakah penculikan tersebut direkayasa atau benar terjadi.
”Ini yang masih sementara kita dalami dan selidiki kebenarannya. Jadi belum bisa dipastikan apakah penculikan itu benar terjad, atau hanya rekayasa korban semata. Sudah ada tim yang diturunkan untuk mengusut serta mendalami penyelidikan kasus ini,” ujar Kombes Ibrahim, kemarin. (sar-mat/rus)



×


Rekayasa atau Benar Terjadi ?

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar