MAKASSAR, BKM–Rasa kecewa bercampur marah masih terlihat di raup muka Mawanti. Wanita separuh baya ini adalah nenek dari Irmayanti Putri Sagita yang merupakan korban penculikan. Ia masih percaya jika cucunya telah diculik, bahkan menantang siapa saja untuk membuktikan jika itu rekayasa.
Kepada BKM di kediamannya yang terlihat sederhana di Jalan Abdul Kadir Bagian Dalam Blok 1N/Lorong Buntu Kompleks Hartaco, Marwanti menegaskan, jika cucunya yang masih duduk di kelas 1 SMA YPLP PGRI 01, menutup diri.”Cucu saya masih trauma dan tak ingin ditemui, apalagi menyusul munculnya beragam pertanyaan hingga dugaan rekayasa. Kami keluarga sedikit kecewa. Tuduhan rekayasa itu tidak benar,” ujarnya sambil terbata-bata.
Olehnya itu, tambah Marwanti, keluarga korban meminta kepolisian untuk membuktikan asumsi atau mencari fakta kebenaran atas kejadian yang dialami Irmayanti.
“Apa yang dialami cucu saya itu benar sesuai versinya. Tak apa kalau ada yang mengira ini rekayasa, tapi coba cari fakta dan buktikan sendiri. Kan cucu saya yang alami sendiri bahkan sampai sekarang tidak mau masuk ke sekolahnya karena trauma. Masih takut keluar-keluar,” tantangnya dengan nada keras.
Kata dia, ada banyak yang bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang muncul dan membuktikan kebenaran kejadian. Seperti mencari rekaman CCTV tempat di mana Irmayanti diculik.
Tidak cuma itu saja, tim ahli juga dapat dihadirkan untuk mengetahui kebenaran yang ada. Dengan melihat kondisi cucunya sekarang ini. Apalagi cucunya masih memerlukan pemulihan dari trauma yang dialaminya.
“Cucu saya diculik dekat mini market, sudah pasti ada CCTV di sana. Bisa juga dicek dan dilihat rekaman CCTV. Sekarang cucu saya trauma, butuh pendampingan ahli seperti psikiater atau psikolog,” tambahnya.
Dia berharap informasi dugaan rekayasa yang dialami oleh Irmayanti dapat terbukti dengan jelas dan benar, sehingga masyarakat dapat mengetahui kebenaran.
“Apa yang disampaikan cucu saya itu benar. Karena dia yang alami. Banyak kok orang-orang lihat waktu ada ojek online angkut. Warga di sini juga banyak saksikan. Banyak driver ojek online Makassar ikut bantu cari-cari cucu saya. Boleh ditanyakan ke semua saksi. Cari juga itu driver ojek online yang antar cucu saya biar semuanya jelas dan terang,” tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini pihak Kepolisian belum mengambil kesimpulan apapun mengenai kasus penculikan dengan viralnya video berisi penuturan kronologis dari korban Irmayanti.
Perkembangan kasus yang diduga penculikan anak dengan pengakuan korban Irma dibawa ke Malino, kini tetap dicermati jajaran penyidik Polsek Somba Opu wilayah hukum Polres Gowa.
Penyidik Unit Reskrim Polsek Somba Opu, Ipda Lenny Sefyanda, mengaku telah melakukan interogasi awal terhadap lelaki R, sopir grab yang menolong korban Irma.
” Hasil keterangan dari sopir grab di saat dia menemukan korban, tidak melihat tanda-tanda korban dianiaya dan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari korban. Kami juga telah melakukan interogasi awal terhadap korban Irma dan hingga saat ini interogasi dihentikan sementara mengingat kondisi korban Irma tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Ipda Lenny Sefyanda, kemarin siang.
Ditambahkan, Lenny, hingga kini belum ditemukan ada titik terang adanya penculikan namun pihak penyidik terus melakukan penyelidikan.
” Penyidik akan melihat perkembangan kondisi psikis korban dan akan berkoordinasi dengan pihak keluarga atau orangtua korban.Bila kondisi korban memungkinkan akan dilakukan pemeriksaan lanjut,” tutup Lenny.(sar-arf)

