MAKASSAR, BKM–Semua tokoh pemuda dan lembaga sosial dan kemasyarakatan harus menjadi ujung tombak dalam menjaga keberagaman. Hal disampaikan salah seorang dai, Dr Abdul Wahid MA dalam acara deklarasi damai pemuda dan mahasiswa Sulsel Cinta Damai di Warkop Makassar, Sabtu (1/2).
Selain deklarasi, juga digelar diskusi yang mengambil tema harmonisasi antar ummat sebagai pilar utama berbangsa dan beragama.
Dalam diskusi tersebut menampilkan sejumlah pembicara yakni Wakil Sekretaris Tanfiziyaj NU Kota Makassar Bambang S Pratomo, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulsel Muhammad Farid, Ketua HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah dan pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (GMKI) Makassar, Risal Dwi Putra.
Diskusi yang dipandu Ketua Poros Pemuda Indonesia SulSel (PPI), Taqwa Bahar juga dihadiri pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fathur.
Menurut Abdul Wahid Ideologi Pancasila sebagai dasar negara sudah final. Adapun insiden-insiden yang mencoba mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa harus segera dinetralisir di tengah masyarakat.
“Insiden perusakan rumah ibadah seperti yang terjadi di Kelurahan Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, merupakan sebuah kesalahpahaman dan tidak harus diperbesarkan sehingga merusak nilai kesatuan dan persatuan bangsa,”ujar Wahid.
Sementara itu, Bambang Sampurno Pratomo, menegaskan, apapun peristiwa yang bisa menggangu keutuhan negara sangat penting untuk senantiasa dinetralisir di masyarakat. Seluruh pihak harus memberikan pencerahan.
“Bagi NU itu kesatuan berbangsa dan bernegara adalah sudah final. Tidak boleh ada paham atau ideologi luar masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Adapun perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (GMKI) Makassar Risal Dwi Sapoetra, merasa sangat terhormat diundang dalam forum deklarasi damai yang digelar Poros Pemuda Indonesia (PPI). “Kehadiran kita dalam hari ini punya semangat dan visi yang sama dalam merawat kebhinekaan,” jelasnya.
Soal insiden di Minahasa Utara, lanjut Risal, GMKI juga sangat sedih atas kejadian tersebut.”Kami sudah berkoordinasi dengan orang di sana (Minahasa Utara) rupanya sudah diamankan dan ditangani pihak berwajib,” katanya.(rif)
=======================================================

