pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sukses Menjadi Sarjana Karena Menabung

Hapsa, Wanita Pencuci Mobil di Jalan Abdul Kadir (1)

DI MUSIM penghujan awal tahun ini, jasa pencucian mobil semakin ramai. Hujan yang mengguyur Makassar seperti menjadi berkah bagi Hapsa. Hapsa adalah salah satu wanita yang tenaganya digunakan untuk menjadi pencuci mobil.

Laporan: NUGROHO

Tak heran jika, beberapa tempat pencucian mobil buka hingga larut malam, dan Hapsa-pun harus pulang larut malam.
Memang hujan terkadang begitu menyebalkan bagi para pemilik kendaraan. Bukan hanya mengakibatkan basah kuyup saat ingin keluar ke jalanan, namun sangat mudah mengotori kendaraan.
Bagi orang-orang yang tidak senang saat kendaraannya kotor, tentu akan kerepotan membersihkan mobil tiap hari. Bagi yang tak punya waktu, tentu memilih mencuci mobilnya ke tempat pencucian.
Tempat pencucian mobil yang kerap buka hingga larut malam ada di Jalan Abdul Kadir Makassar. Bahkan beberapa pencucinya adalah wanita.
Hapsa kepada penulis mengatakan, sebenarnya ia bertugas dari pagi hingga sore hari, namun biasanya juga kalau tempatnya sedang ramai, ia bisa sampai malam hari.
Sudah lima tahun ini, wanita 23 tahun tersebut melakukan pekerjaan mencuci mobil maupun motor para pelanggan. Sejak awal ia masuk kuliah, sampai ia menyelesaikan studinya kini.
Hapsa adalah wanita asal Maros yang menetap di Makassar karena ingin kuliah. Namun karena ia harus menghidupi dirinya sendiri, makanya ia sejak dulu bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliah serta hidupnya selama di Makassar.
Untung saja “Cuci Mobil Sinar Tanralili” yang ia tempati adalah milik tantenya sendiri. Sehingga hal ini cukup membantu dirinya dalam mencari nafkah.
Ayahnya adalah seorang petani. Ia kini merupakan alumni dari STIEM Bongaya Makassar, Jurusan Akuntansi. Selama ini ia tinggal di tempat cuci mobil itu. Sembari kuliah, ia mengumpulkan uang dari hasil mencuci mobil dan motor.
Kuliah sambil bekerja tentu bukanlah hal yang mudah. Fokus pekerjaan pasti akan terbagi. Namun selama ini ternyata Hapsa terus fokus hingga akhirnya bisa menyelesaikan studinya.
Sebagai seorang mahasiswi yang nyambi pekerjaan sebagai tukang cuci kendaraan, rasa gengsi tentu ada di benak Hapsa. Namun itu dikatakan Hapsa hanya pada saat awal-awal ia mulai bekerja sebagai tukang cuci.
Seiring berjalannya waktu, kedewasaanpun mulai tumbuh di pikiran Hapsa. Ia mulai tak mempedulikan soal gengsi itu. Semangatnya untuk membiayai kuliahnya ternyata lebih besar dari gengsinya. Iapun tak pantang menyerah.
“Awalnya pasti gengsi, ada mahasiswa jadi tukang cuci mobil. Tapi lama-lama dewasa ji ki. Daripada harus merepotkan orang tua, saya nikmati saja pekerjaanku,” kata Hapsa.
Bahkan dikatakannya, teman-teman kampusnya pun iri terhadapnya. Iri karena Hapsa bisa mengurus dirinya sendiri, termasuk biaya pendidikannya. Tanpa bantuan siapapun.
Dibalik itu, ia juga memiliki harapan besar akan dirinya. Ia tak mau menyia-nyiakan sarjana akuntansi yang telah diraihnya. Saat ini, ia juga sedang menunggu untuk bisa diterima di salah satu bank yang ada di Makassar.“Saya mau jadi pengusaha, pengusaha apapun itu. Termasuk juga pegawai bank. Sekarang lagi tunggu panggilan, semoga perjuanganku selama ini ndak sia-sia,” harapnya.(*)



×


Sukses Menjadi Sarjana Karena Menabung

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar