pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Ada Mahasiswa China di Kampus, Bandara dan Bus Sepi

Virus Corona Merebak, Mahasiswa S2 Universitas Tianjin Pulang ke Sidrap

SIDRAP, BKM — Ahmad Ridwan Kadir adalah mahasiswa Program Magister Bio-Engineering Tianjin University of Science And Technology di China. Kini, ia kembali pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Sidrap. Hal itu dilakukannya menyusul merebaknya virus corona di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Putra tunggal dari pasangan almarhum Abdul Kadir dan Basriani ini tiba di rumahnya Jalan Bila, Desa Taccimpo, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap dalam keadaan sehat.
Sebelum meninggalkan Kota Tianjin, kota yang termasuk terpapar virus corona, Ahmad Ridwan Kadir sempat mengabadikan suasana kota Tianjin. Tranportasi umum, seperti bus terlihat sepi. Hanya ada Ahmad dan sang supir dalam kendaraan berukuran besar tersebut. Demikian pula bandara di Tianjin, juga sepi.
Alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini, menceritakan ketika virus corona mulai mewabah di wilayah Tianjing. Saat itu, di tempatnya menimba melakukan penelitian pembuatan obat kanker ginjal, bertepatan dengan libur winter atau musim dingin.
Libur winternya juga bertepatan dengan tahun baru Imlek. Jadi suasana di kampus tidak ada mahasiswa China.Yang tinggal hanyalah mahasiswa asing.
Sejak mewabahnya virus corona, keadaan di luar kampusnya sunyi. “Saya sempat pindah dari kampus satu ke kampus lainnya. Naik angkutan umum, saya sendirian di atas bus bersama supirnya,” ujar Ahmad Ridwan.
Ia menjelaskan, untuk beraktivitas di Tianjin, pemerintah setempat menganjurkan tidak mendatangi tempat-tempat yang ramai. Juga tidak dianjurkan untuk naik kendaraan umum.
“Di sana (Tianjin) kita selalu was-was. Setiap keluar dan masuk asrama maupun kampus, harus mengenakan masker. Juga rutin melakukan pemeriksaan suhu tubuh,” terangnya.
Ia menyebut, jumlah mahasiswa asal Sulawesi yang ada di Tiongkok kurang lebih 200 orang. Khusus di kota Tianjin yang ditempatinya menimba ilmu, ada tiga mahasiswa dari Sulawesi Selatan.
Dijelaskannya, bahwa sebelum dirinya pulang ke tanah air pada 27 Januari 2020 lalu, sudah ada 10 orang yang terkena virus corona di kota Tianjin, tempat Ahmad kuliah.
Dirinya pulang ke Indonesia atas inisiatif sendiri, karena sudah ada penyampaian libur diperpanjang. Kemudian dia lapor ke dosen pembimbing, dan dianjurkan pulang saja dulu sampai wabah ini mereda.
Diakuinya, selama ini sudah beberapa kali dirinya dites kesehatan. Pertama di kampus, dan di Bandara China.
“Alhamdulillah dinyatakan sehat. Karena kalau dinyatakan tidak sehat, maka akan diisolasi dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Sebelum tiba di Sulsel, Ridwan menempuh perjalanan melalui jalur udara dari Tianjin ke Fuzhou, Minggu (26/1) sekitar pukul 21.15 Wita. Selanjutnya, Senin (27/1) dia melakukan penerbangan dari Fuzhou ke Jakarta sekitar pukul 18.10 Wita.
Untuk kembali ke Tianjin, Ahmad Ridwan yang juga alumni Ponpes Modern Rahmatul Asri tahun 2010 itu masih menunggu pengumuman dari kampus.
“Nanti kalau sudah ada pengumuman dari pemerintah China, dan pihak kampus menyatakan sudah aman atau steril dari wabah virus corona baru bisa kembali ke sana,” tuturnya.
Ahmad Ridwan Kadir saat ini sudah memasuki semester akhir dan sementara menyusun tesis. “Saya sudah 2,5 tahun di sana. Sekarang sudah masuk semester akhir dan sementara susun tesis. Karena tiga tahun sudah harus selesai,” tandasnya. (ady/c)



×


Tak Ada Mahasiswa China di Kampus, Bandara dan Bus Sepi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar