MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar memutuskan untuk memindahkan sebagian kios Kanre Rong ke kecamatan, beberapa waktu lalu. Puluhan kios yang dibangun pada era Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto itu pun sudah didistribusikan ke sejumlah kecamatan.
Namun sayang, kios-kios tersebut juga tidak difungsikan secara maksimal di kecamatan.
Di Kelurahan Untia misalnya. Pemkot Makassar melakui Dinas Koperasi dan UMKM sudah mendistribusikan 18 unit kios yang disimpan di kawasan kampung nelayan tersebut.
Menurut rencana, kios-kios itu akan digunakan untuk tempat berjualan aneka kuliner. Namun sayang, belum ada satupun yang fungsikan. Listrik dan ketersediaan air bersih yang minim menjadi kendala.
Lurah Untia, Andi Patiroi, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan ketersediaan listrik dan air. Agar kios-kios tersebut bisa segera difungsikan sebagai tempat nongkrong dan berwisata kuliner.
“Kalau sudah ada listriknya sudah bisa kita fungsikan,” imbuhnya.
Namun, dia mengatakan dari 18 kios yang dibawa ke Untia, baru 14 yang akan dikeloka.
Sementara itu, Kepala UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Muhammad Said, juga menyebut puluhan kios yang telah disebar di kecamatan bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Sepenuhnya menjadi kewenangan kecamatan.
Dia menyebut sudah ada empat kecamatan yang meminta kios kanrerong. Di antaranya, Kecamatan Biringkanayya, Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Ujung Pandang.
“Harusnya itu udah difungsikan karena mereka yang minta. Cuma itu tanggung jawab mereka karena kita sudah serahkan dan itu ada berita acara penyerahannya,” tukasnya.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta ke Pemerintah Kota Makassar untuk menutup kios Kanre Rong. Alasannya, tidak maksimal dan kurang diminati masyarakat.
Anggota DPRD Kota Makassar, HM Yunus, ia sangat pesimis pada program PKL Kanre Rong. Termasuk Kawasan Kanre Rong di Karebosi. Selain kurang hiburan, tempat parkiran lokasi juga tidak memadai di mana manggunakan badan jalan khusus kendaraan roda empat.
“Tidak bisa dimaksimalkan itu kawasan kanre rong, coba lihat saja sejak dibuka sampai sekarang kan tidak pernah ramai. Pemandangan juga tidak ada, paling rumah sakit saja yang bisa dilihat di depan kawasan itu. Parkirannya juga amburadul menggunakan badan jalan. Mendingan ditutup saja,” tegas Yunus, belum lama ini.
Seharusnya kata Yunus, Pemerintah Kota Makassar lebih memperbaiki fasilitas olahraga di Karebosi agar semakin berkualitas. Tidak dengan menambah lapak-lapak jualan yang tidak jelas fungsi dan operasinya.
“Apa coba yang bisa nikmati kalau masuk di kawasan PKL center kanre rong. Paling cuma lihat bangunannya rumah sakit saja karena kalau malam hari gelap pemandangan ke dalam lapangan. Karena memang itu khusus buat olahraga saja bukan untuk wisata atau hiburan,” ucapnya. (rhm)

