MAKASSAR, BKM–Bakal calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi hadir pada peringatan hari lahir (harla) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (16/2).
Dari empat bakal calon (calon) wali kota yang diundang oleh PPP, hanya Appi yang datang. Sementara Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Syamsu Rizal alias Deng Ical, dan Irman Yasin Limpo alias None tidak hadir.
Tak hanya itu, mertua Appi, yakni HM Aksa Mahmud juga datang. Ia tampak terlibat perbincangan serius dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Suharso Monoarfa. Juga dengan Wakil Ketua Umum DPP PPP Dr HM Amir Uskara, serta Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel Dr HM Aras. Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga hadir.
Harla PPP juga diisi dengan penyerahan surat keputusan (SK) untuk pasangan bakal calon bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan-H Abd Rauf Malaganni, serta pasangan bakal calon bupati Bulukumba H Askar HL dengan Arum Spink. Appi juga sempat diperkenalkan kepada seratusan massa yang hadir sebagai bakal calon Wali Kota Makassar. Kehadiran Appi di harla PPP ini disebut-sebut sebagai salah satu sinyal jika partai berlambang ka’bah ini akan mengusungnya di kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar, 23 September mendatang.
Juru bicara Danny Pomanto Makbul Halim yang dihubungi, mengatakan mungkin saja Danny tidak diundang di acara PPP. “Mungkin tidak diundang,” ujarnya, kemarin.
Sementara None yang dimintai tanggapannya soal ketidakhadirannya dalam acara harla PPP, mengaku sedang berada di Gorontalo. “Saya lagi di luar provinsi melantik PGRI Gorontalo, namun telah memberikan ucapan selamat,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini.
Pengamat politik DR Arief Wicaksono menilai, kedatangan Appi di acara PPP itu sekaligus penegasan dari masing-masing calon wali kota yang lain. “Bahwa ada kemungkinan mereka kurang atau tidak merekeng PPP sebagai partai politik dengan lima kursi di parlemen. Tapi, hal itu juga bisa dimaknai bahwa PPP hanya memberikan rekomendasi kepada Appi untuk pilwali Makassar,” jelas Arief, Minggu (16/2).
Firdaus Muhammad dari UIN Alauddin Makassar, menyebut PPP memang sudang menjadi incaran Appi. Kehadirannya tentu menjadi sinyal meski masih prosesnya masih cukup panjang.
Janji LMP dan BKM
Sehari sebelumnya, Sabtu (15/2), Appi bersilaturahmi dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Menara Bosowa. Di hadapan para pengurus LPM dan BKM, ia menegaskan keinginannya untuk memberdayakan kedua lembaga tersebut. Sebab LPM dan BKM merupakan lembaga masyarakat yang akan meningkatkan pembangunan kota jika diberdayakan sebagaimana mestinya.
“Saya ingin bertanya, apakah selama ini LPM dan BKM sudah diberdayakan secara maksimal oleh pemerintah kota? Kalau belum, saya janjiki, saya yang akan memaksimalkan di 2020,” ujar Appi di hadapan 612 orang pengurus LPM dan koordinator BKM se-Kota Makassar.
Menurutnya, LPM dan BKM harusnya tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan formal pembahasan musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) semata. Tapi juga dalam pelaksanaan pembangunan hingga evaluasi.
“Proses pembangunan yang kita laksanakan harus dimulai dari kelurahan dan atas inisiasi warga melalui LPM, BKM dan RT RW. Tidak boleh lagi perencanaan itu dari atas ke bawah. Harus dari bawah ke atas. Dan LPM serta BKM harus ikut aktif mengambil bagian dalam proses-proses pembangunan,” tandas Appi.
Jika memenangkan pilwali 23 September mendatang, Appi juga berencana memprogramkan peningkatan kesejahteraan ketua, sekretaris dan bendahara LPM serta koordinator BKM melalui skema insentif.
Ketua LPM Bachtiar Adnan Kusuma, menilai program Appi sangat relevan dengan Keppres RI No. 49 A tahun 2001 dan Permendagri No 5 tahun 2007 tentang LPM.
Ia yakin, wajah LPM 2020 di pusaran Munafri Arifuddin akan menjadi lembaga supervisi yang benar-benar berdaya bagi masyarakat dan negara.
“Hari ini keberadaan kita di forum ini menunjukkan satu intergritas yang kuat bahwa kita ada di belakang Munafri Arifuddin. Bahwa Pak Appi adalah seorang pemimpin yang menjaga integritas dan komitmen,” tegasnya.
Appi juga meminta dukungan dan bantuan masyarakat untuk mengubah kota Makassar menjadi lebih baik.
“Kami ingin kota Makassar jauh lebih baik dari yang selama ini kita rasakan. Saya tidak mungkin mengubahnya hanya dengan seorang diri. Saya bukan Superman. Kota ini bisa diubah kalau kita bergandengan erat. Kita butuh peran aktif seluruh warga masyarakat,” ujar Appi disambut tepuk riuh.
Guru Besar Hukum dari Universitas Negeri Makassar Prof Dr Heri Tahir yang hadir sebagai panelis, yakin perubahan positif akan banyak terjadi di kota Makassar jika Appi memenangkan pilwali 2020 mendatang.
“Akan banyak perubahan positif yang terjadi ke depan apabila Pak Appi ditakdirkan menjadi wali kota Makassar,”kata Heri.
Alasannya, kata dia, karena Appi memiliki visi membangun dari kelurahan. Sehingga program pembangunan kota akan berbasis kebutuhan masyarakat setempat. Bukan berbasis kepentingan oknum penguasa dan koleganya.
“Saya kira ini inovasi-inovasi yang harus kita sambut dengan baik. Pak Appi memaparkan program-program yang sangat membumi. Tidak muluk-muluk,” imbuh anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan ini. (rif)

