pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Ada Figur Dominan di Pilwali

Partai Islam ke Appi, Nasionalis ke Danny, None dan Deng Ical

MAKASSAR, BKM — Kecenderungan partai politik (parpol) dalam memberikan dukungan hingga mengusung bakal calon wali kota Makassar mulai terlihat. Meski telah terbaca karena nama yang diusul semakin mengerucut, namun elite parpol di Sulsel belum ingin menyebut secara terbuka kepada publik.
Nurmal Idrus dari Nurany Strategic, mengemukakan bila usungan parpol akan banyak ditentukan oleh sejauh mana pendekatan calon ke parpol tersebut. Dalam konteks pilwali Makassar, parpol akan sangat hati-hati menentukan usungan mereka karena keterpilihan dan popularitas figur nyaris sama.
“Artinya, tak ada figur dominan dari sisi keterpilihan yang membuat parpol berkumpul di satu kubu,” ujar Nurmal, Selasa (18/2).
Ada kecenderungan Munafri Arifuddin alias Appi akan mengambil lebih banyak parpol, terutama yang berbasis Islam. Seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara basis nasionalis akan diperebutkan Syamsu Rizal alias deng Ical, Irman Yasin Limpo alias None, maupun Mohammad Ramdhan ”Danny” Pomanto.
“Untuk Muhammad Ismak, Onasis dan SAdAP, kecenderungannya akan mengikut pada empat calon teratas. Ical sepertinya akan lebih dekat ke Golkar dan Demokrat. Sementara Danny dan None akan berebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem, Hanura, dan Gerindra,” jelas Nurmal.
Dedy Alamsyah Mannaroi dari Duta Politika Indonesia (DPI), mengungkapkan bahwa di pilwali Makassar, parpol pastinya membutuhkan ketokohan Danny, None, Deng Ical dan Appi.
“Nama-nama yang cenderung mendapatkan dukungan parpol, sementara di luar nama itu masih harus berjuang. Apakah mereka dipinang atau bergabung dengan empat tokoh tersebut, atau maju melalui jalur independen,” jelas Dedy, kemarin.
Lantas sejauh mana parpol mulai mengelus jagoannya? Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Sri Rahmi mengaku belum mendapat informasi.
Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma mengemukakan bahwa yang disepakati di internal PKS bukan sosok atau nama, melainkan kriteria. “Kandidat yang sevisi dengan PKS, punya aksesibilitas yang bagus, dan memiliki daya dukung politik yang cukup untuk maju sebagai calon wali kota,” ujarnya.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel Rudi Pieter Goni (RPG), menegaskan bahwa partainya belum memutuskan usungan di pilwali Makassar. “Belum ada info. Kemungkinan daerah selatan terlebih dahulu,” katanya.
Untuk daerah yang menggelar pilbup, RPG yang juga legislator Sulsel tiga periode ini, mengaku partainya akan mengumumkan usungannya di dua daerah yang ada di Sulsel. “Besok (hari ini) kami akan umumkan dua daerah calon bupati dan wakil bupati usungan PDI Perjuangan,” terangnya, tanpa menyebut kedua daerah yang dimaksud.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle, juga belum berani menyebut calon usungannya di pilwali Makassar. “Tidak enak mendahului keputusan DPP, karena ranah pengambilan keputusan akhir sesuai UU ada pada DPP. Tapi soal kecenderungannya, pada bacalon yang berpotensi menjadi pemenang,” tandas Selle.
Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Dr Usman Lonta, mengakui jika PAN masih menunggu hasil pengesahan ketua umum dan sekjen pascapelaksanaan kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski demikian, Usman Lonta menyebut jika Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi cenderung menginginkan nama mantan Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo untuk diusung.
Namun Usman juga tidak membantah jika ada dua nama yang banyak disebut-sebut, yakni Danny Pomanto dan Munafri Arifuddin. “Kita tunggu dalam waktu dekat agar lebih seru,” imbuhnya.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, yang dimintai keterangan soal nama yang pas diusung oleh partai yang didirikan Surya Paloh ini, mengaku jawabannya masih tetap sama ketika Paloh datang ke Kota Makassar. Yakni ada tiga nama, masing-masing Mohammad Ramdhan Pomanto, Irman Yasin Limpo dan Andi Rachmatika Dewi alias Cicu. “DP, None dan Cicu,” sebut wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Partai Gerindra juga belum menyebut nama jagoannya. Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin mengaku belum ada nama yang turun. “Belum ada. Finalisasinya di DPP,” ujar wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Hal senada disampaikan Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras. “Biar proses fit and propert tesnya selesai dulu. Karena itu salah satu variabel buat kami dalam pengambilan keputusan,” kata anggota DPR RI dua periode ini.
Hingga kini baru lima parpol yang telah mengeluarkan rekomendasi untuk usungan calon di pilkada serentak. Itupun masih sangat terbatas. Kelimanya yakni PAN, PBB, Nasdem, PPP, dan PKB.
PAN dan PBB telah mengeluarkan rekomendasi untuk AS Chaidir Syam-Suhartina Bohari di Maros. Sementara Partai Nasdem untuk lima daerah. PKB di Gowa dan Bulukumba. Demikian pula PPP juga di Gowa dan Bulukumba.

Ulasan Pengamat

Pengamat politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Dr Arief Wicaksono, melihat bahwa parpol sepertinya sudah mulai mengerucutkan pilihannya pada masing-masing calon wali kota.
“Pak Danny kemarin sempat diusulkan oleh Golkar Sulsel, akan tetapi direvisi oleh DPP Golkar. Sempat juga beredar Pak Danny diusung oleh PDIP bersama tiga calon lain, tetapi ternyata dikoreksi juga. Karena di PDIP ternyata mengusulkan 11 orang. Termasuk Onasis, Andi Yagkin, dan Alimuddin,” jelas Arief.
Lalu untuk Appi, sementara ini akan didukung oleh PPP, dan kemungkinan juga akan didukung Partai Demokrat. “PDIP juga berpotensi merapat ke Appi jika calon wakilnya adalah kader PDIP,” ucapnya.
Sementara Deng Ical nampaknya akan didukung PKB. Mungkin pula ia akan kehilangan dukungan dari partainya sendiri, yaitu Golkar. Kemudian None, sepertinya akan diusung oleh Nasdem, jika simpul keluarga YL dan RMS berpadu.
“Namun, hanya Nasdem saja tidak akan cukup. Ada kemungkinan juga akan masuk PAN dan jalan bersama,” ujarnya.
Ada juga calon seperti SAdAP, Ismak dan yang lain, yang mungkin tidak dilirik oleh parpol, sehingga maju di jalur independen. Ada pula calon yang percaya diri mendapatkan parpol sehingga tidak mendaftar di jalur independen. Ada juga calon yang mendaftar independen dan masih berharap didukung parpol. (rif)




×


Tak Ada Figur Dominan di Pilwali

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar