BONE, BKM — Perjuangan tak kenal menyerah ditunjukkan Nurul Awalia Burhan. Peserta seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) Pemerintah Kabupaten Bone ini tetap mengikuti ujian walau sebelumnya ia menjalani operasi sesar.
Nurul Awalia mengikuti ujian di hari pertama, Senin (24/2). Pelaksanaannya dipusatkan di Gedung PKK Bone yang berlokasi di pelataran kantor bupati.
Hasilnya pun sangat menggembirakan. Ia berhasil meraih nilai tertinggi sementara di sesi pertama. Nurul berhasil meraih 396 poin. Rinciannya, nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) 95 poin, tes intelegensi umum (TIU) 150 poin, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 151 poin.
Perjuangan Nurul untuk mengikuti tes CPNS ini sangatlah luar biasa. Ia bahkan harus dibantu oleh panitia pelaksana untuk menaiki tangga tempat tes CAT, karena dirinya baru saja melahirkan dengan proses sesar pada Sabtu (22/2). Tubuhnya pun dibopong oleh personel Satpol PP untuk turun ke bawah. Dia juga masih menggunakan kursi roda saat datang ke lokasi tes.
Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle datang ke lokasi ujian. Dalam kunjungannya, wabup mengecek jalannya seleksi. Mulai dari masuknya peserta ke dalam lokasi pemeriksaan, tempat penitipan barang, lokasi registrasi, hingga pintu masuk ruang seleksi. Bahkan untuk persiapan pelaksanaan salat.
Wabup didampingi Kepala BKPSDM HA Fajaruddin, Kepala Satpol PP A Akbar, Staf Ahli Bupati A Alimuddin, Kepala Bagian Protokol H Barham, dan Kepala Bagian Umum Hamsah Sanusi.
Kepada wartawan di sela-sela peninjauan, Kepala BKPSDM A Fajaruddin mengatakan, pelaksanaan seleksi menggunakan sistem computer assisted test (CAT) yang diselenggarakan secara mandiri oleh Pemkan Bone.
“Jumlah peserta secara keseluruhan sebanyak 4856 orang. Sementara yang tersedia 150 formasi. Tes akan dilaksanakan selama tiga hari, Senin hingga Rabu,” ujar Andi Fajaruddin.
Wabup Ambo Dalle mengatakan, menjadi seorang ASN merupakan impian banyak orang. Tak terkecuali di Kabupaten Bone. Karenanya, ia berharap kepada para peserta seleksi untuk bersaing secara sehat. Tidak memikirkan hal yang macam-macam. Termasuk menggunakan jasa calo atau jimat.
“Fokus dan konsentrasi mengerjakan soal. Siapa yang kerjanya baik, itu yang akan lolos seleksi” ujarnya.
Pingsan
Proses seleksi tes kemampuan dasar (TKD) CASN Pemkab Barru juga mulai berlangsung Senin(24/2) di Gedung Islamic Center. Sebanyak 20 pendaftar tidak ikut tes. Bahkan, salah seorang peserta tes mengalami pingsan dan diinfus.
Nuraeni, salah seorang peserta TKS CASN untuk formasi guru agama Islam mengalami pingsan saat mengikuti proses seleksi tahap sesi satu. Ia bahkan sempat diinfus oleh petugas Puskesmas Padongko di mobil fasilitas kesehatan yang telah disiapkan. Beruntung CASN ini cepat pulih dan kembali melanjutkan proses tes.
Seleksi berlangsung lima sesi, kata Ketua Panitia Seleksi CASN Pemkab Barru Abustan AB. Dari lima sesi ini, ada 20 pendaftar tidak mengikuti tahap seleksi.
“Padahal panitia sudah menyiapkan 278 unit komputer, dan 250 diantaranya memiliki standar,” ujar Abustan.
Pejabat Sekkab Barru ini menjelaskan, peserta yang sempat pingsan karena memang kondisinya kurang sehat. “Tetapi setelah diberikan perawatan selama 15 menit oleh petugas puskesmas, dia bisa mengikuti tes kembali,” pungkasnya. (*-udi/c)

