PEMERINTAHAN Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Hj Andi Kartini Ottong kini telah memasuki tahun kedua. Tak dipungkiri, dalam rentang waktu itu ada banyak kemajuan yang telah dipersembahkan pasangan ini dalam memimpin daerah.
BUKAN hanya pada bidang infrastruktur dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang digenjot. Keduanya mengawal pembangunan daerah dari pinggiran melalui pengadaan fasilitas perekonomian pedesaan, seperti yang menjadi harapan konsep nawacita yang digulirkan pemerintah pusat membangun dari pinggiran.
Di usia Kabupaten Sinjai ke-456 yang diperingati hari ini, Kamis (27/2), keterisolasian wilayah karena kondisi geografis tak dibiarkan berlangsung lama. Jalan dan jembatan yang menghubungkan antara satu dusun dengan dusun lainnya, maupun antardesa dalam satu kecamatan, sampai yang menghubungkan dua kecamatan dihadirkan untuk meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Di tahun 2020 ini, kabar gembira menghampiri masyarakat Kabupaten Sinjai. Pemerintah daerah akan melaksanakan proyek peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 141,21 km. Ditambah pembangunan enam unit jembatan.
Dari total pengerjaan jalan tersebut, 118,14 km dikerjakan dengan menggunakan dana pinjaman daerah. Sementara 23,07 km akan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK).
Untuk jenis pengerjaannya bervariasi, mulai dari peningkatan jalan berupa perkerasan aspal atau hotmix dan beton yang tersebar di delapan kecamatan, kecuali Pulau Sembilan. Di Kecamatan Sinjai Utara misalnya, sebanyak 27 ruas jalan utama dalam kota akan dikerjakan tahun ini dengan panjang jalan 10,91 km. Ruas jalan yang akan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu menggunakan anggaran miliaran.
Di Kecamatan Sinjai Barat, pemkab akan melakukan peningkatan tujuh ruas jalan sepanjang 18,97 km. Ada pula pembangunan jembatan Batu Leppa (Tassoso) dengan anggaran Rp9 miliar lebih.
Sedangkan Kecamatan Sinjai Timur kebagian 10,4 km. Kecamatan Sinjai Selatan sepanjang 11,75 km, dan sebuah jembatan Pakkitta-Kalamisu.
Jembatan yang menelan anggaran hingga Rp10 miliar lebih ini menghubungkan antara Dusun Bua-bua, Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur dengan Dusun Jennae, Desa Aska, Kecamatan Sinjai Selatan. Kedua wilayah ini dibatasi oleh sungai dan terisolir selama puluhan tahun.
Untuk Sinjai Borong, tahun ini panjang jalan yang akan dikerjakan 13,35 km. Ditambah pemeliharaan rutin sepanjang 3 km. Selanjutnya, Kecamatan Tellulimpoe kebagian 25,8 km, khusus peningkatan ruas jalan di Tellulimpoe dengan anggaran Rp27 miliar lebih. Di Kecamatan Bulupoddo, Pemkab Sinjai telah menganggarkan peningkatan jalan sepanjang 30,62 km.
Sinjai Tengah, salah satu kecamatan yang mendapat jatah peningkatan jalan, kebagian tujuh ruas dengan panjang 14 km. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp19 miliar lebih.
Untuk Kecamatan Sinjai Tengah yang juga kampung halaman Wakil Bupati Hj Andi Kartini Ottong, juga mendapat jatah pembangunan satu buah jembatan. Jembatan Sungai Laboro dialokasikan anggaran Rp672 juta lebih.
Penghafal Alquran
Untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Sinjai sebagai daerah penghafal Alquran, perlahan mulai diwujudkan. Program itu tertuang dalam misi keenam pasangan ASA-Kartini yakni; meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan bertaqwa kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.
Selama kurang lebih dua tahun pasangan ini memimpin untuk periode 2018-2023, telah berhasil mencetak puluhan hafidz Alquran. Program penghafal Alquran tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ikhsan Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, sejak awal tahun 2019 lalu.
Mereka ditempa selama kurang lebih 12 bulan untuk menjadi penghafal Quran. Bahkan beberapa hafidz berhasil menghafal Alquran 30 juz kurang dari waktu yang ditargetkan.
Di bidang keagamaan awal, tahun 2020 puluhan hafidz resmi diwisuda oleh Bupati Sinjai ASA di Masjid Islamic Center Lingkungan Tanassang, Kecamatan Sinjai Utara. Acara dihadiri Wabup Hj Andi Kartini Ottong, para pimpinan DPRD Sinjai, Forkopimda, kepala kantor Kemenag, pejabat daerah serta masyarakat Sinjai yang menyempatkan salat Jumat berjamaah di masjid yang baru difungsikan pemanfaatannya tahun ini.
Bupati Sinjai ASA, menyampaikan program penghafal Alquran ini merupakan salah satu bentuk pemkab di bidang keagamaan. Dengan lahirnya puluhan hafidz Alquran ini, juga dapat memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah Kabupaten Sinjai.
“Alhamdulillah, dengan lahirnya penghafal Quran, maka yakinlah daerah kita akan semakin maju dan berakhlak. Juga dapat mengembalikan kejayaan Bumi Panrita Kitta,” ujarnya.
Bupati muda ini berharap para hafidz yang telah diwisuda terus mengasah kemampuan, agar apa yang telah didapatkan bisa bermanfaat untuk orang banyak dan umat.
Selama pemeritahannya, ASA menegaskan program ini akan terus berlanjut sesuai janji politiknya pada pilkada 2018 lalu. “Setidaknya Sinjai mampu melahirkan 100 hafidz/hafidzah selama periode kami atau lima tahun ke depan dengan Ibu Andi Kartini,” jelasnya.
Keberlanjutan program ini pun terbukti dengan launching program Tahfiz II tahun 2020. Program ini diperuntukkan bagi santriwati dari Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bongki.
Sebanyak 20 calon hafidzah juga akan mengikuti program penghafal Alquran di ponpes yang telah ditunjuk Pemkab Sinjai di tahun kedua pelaksanaannya.
Selain mencetak hafidz dan hafidzah, bentuk perhatian pemerintahan ASA-Kartini di bidang keagamaan kini juga telah dirasakan manfaatnya. Salah satunya pemberian dana hibah setiap tahun kepada ponpes yang ada di Kabupaten Sinjai.
Perhatian yang ditunjukkan ASA-Kartini untuk pembangunan di bidang keagamaan pun mendapat apresiasi dari tokoh agama. Salah satunya dari pendiri Pondok Pesantren Darul Ihsan Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, Ustas Mustakin.
Menurut Mustakin akhir 2019 lalu, bantuan dari pemkab kini sudah dirasakan manfaatnya. Bahkan dia mengakui, sejak berdirinya ponpesnya, baru kali ini mendapat bantuan dana hibah dari APBD. Sebelumnya, hanya bantuan swadaya dari masyarakat.
“Baru di zamannya Pak Andi Seto bupati baru kami mendapat bantuan hibah. Perhatian bupati Sinjai ini cukup besar, khususnya untuk pondok pesantren di Sinjai”, ujarnya.
Program lainnya yang juga kini telah dirasakan manfaatnya adalah pemberian insentif petugas keagamaan, seperti imam kelurahan/desa, imam masjid, guru pengaji, muadzin, hingga penyelenggara jenazah.
Adapun total jumlah penerima insentif keagamaan tahun ini sebanyak 3.200 orang, dengan nilai Rp5 miliar lebih. Sedangkan tahun 2020 ini, anggaran bidang keagamaan dalam syiar Islam dialokasikan sebesar Rp6 miliar, dan insentif petugas keagamaan Rp5,8 miliar. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019 lalu.
“Kami berkomitmen besaran tunjangan di bidang keagamaan akan meningkat tiap tahun. Target kami di tahun 2021 atau 2022 mendatang insentif sudah mencapai Rp300 ribu per bulan. Dan mulai tahun 2020 ini, insentif ditransfer langsung ke rekening masing-masing ke penerima insentif. Hal ini menurut saya selaku kepala daerah dapat mengurangi biaya transpor bagi penerima insentif. Mereka tidak perlu lagi jauh-jauh dari desa ke kota hanya untuk mencairkan dananya. Cukup melalui bank yang ada di kecamatannya”, ungkap ASA saat diwawancarai khusus oleh BKM di ruang kerjanya.
Pendidikan dan Kesehatan
Di bidang pendidikan, tahun 2019 lalu pemerintah telah menyalurkan seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis, mulai dari tingkat SD hingga SMP se Kabupaten Sinjai. Ada 6.747 siswa tercatat sebagai penerima. Terdiri dari 3.531 murid yang berasal dari 242 SD, dan 3.216 dari 40 SMP yang tersebar di sembilan kecamatan.
Di tahun 2020, ada pula program pemberian beasiswa berprestasi bagi lulusan SMA atau sederajat yang hendak melanjutkan ke jenjang strata satu (S-1), magister (S-2) dan program doktor (S-3). Hal itu sesuai dengan misi yang dijabarkan dalam meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan iman dan taqwa. Total keseluruhan yang mendapat beasiswa sebanyak 156 orang.
Sementara di bidang kesehatan, program Jamkesda Plus terbagi dalam beberapa item. Seperti pelayanan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu, baik yang berada di Sinjai maupun luar Sinjai.
Program ini bekerja sama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), khususnya bagi yang belum mendapatkan kartu BPJS.
Item lainnya, yakni pelayanan gerai satu pintu di RSUD Sinjai dengan menempatkan petugas dari Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPJS, Jasa Raharja, dan petugas Dinas Kesehatan.
Kemudian, antar jemput pasien dari rumah ke puskesmas atau ke rumah sakit dan atau sebaliknya, dari rumah sakit ke rumah pasien. Program lainnya meliputi penyediaan rumah singgah pasien atau keluarga di Makassar.
Program ini diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu saat sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit Makassar, seperti di RS Wahidin, RS Daya, RS Labuang Baji dan RS Haji. Rumah singgah pasien itu beralamat di Kompleks BTN Wesabbe sebanyak dua unit di Blok C Nomor 53 dan nomor 54, serta di Jalan Descartes Perumahan Dosen Unhas Blok AG Nomor 4.
Ada pula layanan kesehatan door to door, atau mengunjungi langsung rumah-rumah, juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyakat Sinjai hingga di pelosok. Termasuk inovasi Dinas Kesehatan yang belum lama ini dilaunching, yakni aplikasi Tabe’doc yang melayani tanya jawab dengan dokter terkait penyakit yang dialami warga. (din/b)

