BONE, BKM — Hari masih pagi, Selasa (14/4). Jarum jam menunjuk pukul 08.30 Wita. Warga yang bermukim di BTN Lonrae, Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone digegerkan dengan penemuan mayat.
Dengan posisi tergantung, mayat yang diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki itu berada dalam sebuah rumah kontrakan. Belakangan diketahui bernama Hamsah. Ia seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Mengajar pada sebuah madrasah di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
Menurut keterangan warga setempat, Hamsah sudah tidak pernah terlihat oleh warga selama hampir tiga bulan lamanya. Rumah kontrakan yang ditempatinya terlihat kosong dan tidak pernah ada orang yang keluar masuk.
Namun, di sekitar lokasi rumah korban, warga sering sekali mencium adanya aroma menyengat seperti bau bangkai. Hanya saja, para tetangga hanya mengira kalau bau tersebut berasal dari binatang yang mati, sehingga mereka tidak memedulikannya.
Tapi, sejak seminggu terakhir bau tersebut semakin menyengat. Hal itu kemudian membuat mencari sumbernya. Ternyata, aroma tak sedap itu berasal dari rumah korban.
“Setelah kami tahu bau itu dari dalam rumah, kepala dusun dan warga akhirnya mendobrak pintu rumah. Di dalamnya ditemukan sosok tengkorak yang tergantung tali,” kata Arman, salah seorang warga setempat.
Arman menduga, korban sudah meninggal sejak sebulan lebih. Hal itu berdasarkan kondisi korban yang hanya tinggal tengkorak terikat tali. Sementara bagian tubuh lainnya sudah terurai di lantai.
“Korban memang tinggal sendirian. Itu rumah dikontrak. Dia sudah tinggal di sini kurang lebih hampir 3 tahun,” tambah Arman.
Camat Tanete Riattang Timur Arman Bobby yang dikonfirmasi, membenarkan kalau korban merupakan ASN dan mengajar mata pelajaran agama pada salah satu madrasah di Bajoe.
“Korban ditemukan oleh warga dan kepala dusun. Diduga meninggal sudah lebih satu bulan. Karena tersisa tulang dan tengkorak.Polisi tadi juga sudah melakukan olah TKP,” kata Bobby.
Sejauh ini belum diketahui pasti apa penyebab korban gantung diri, Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian meminta kepada keluarga korban untuk dilakukan atopsi, namun ditolak.
Paur Humas Polres Bone Ipda Rayendra yang dikonfirmasi, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan penemuan mayat tersebut. Tim Inafis juga telah mendatangi tempat kejadian untuk dilakukan olah TKP.
”Rencananya mau dilakukan otopsi, namun pihak keluarga menolak. Mayatnya langsung dibawa ke tempat pemakaman di Desa Lampoko, Kecamatan Palakka,” ujar Ipda Rayendra. (*/rus)
Guru Tewas Tergantung, Ditemukan Tinggal Tulang
×

