pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kini Merambah Keluar Sulsel

Penganan Kecil ala Sri Wahyuni

MAKASSAR, BKM — Penganan kecil bermerek Maysa Kitchen, kini telah merambah hingga keluar Sulawesi Selatan, yakni ke Pulau Jawa dan Manado (Sulawesi Utara). Saat ini, usaha Maysa Kitchen dapat meraih omzet yang cukup lumayan setiap bulannya.
”Pandai melihat kondisi saat ini dizaman kekinian, jadi kita manfaatkan. Jenis yang lagi best seller atau banyak peminatnya yakni pudding choco regal yang harganya mulai dari Rp35 ribu. Banyak dari kalangan seperti karyawan hotel, kaum milenial, ibu-ibu arisan yang pesan via whatsapp atau sosial media lainnya,” jelas Sri Wahyuni.
Produk Sri pun merambah ke minimarket maupun warkop. Padahal, semula perusahaannya kesulitan untuk merambah distribusi ke minimarket. Namun hambatan dan kesulitan tersebut membuatnya makin bersemangat untuk memperbaiki kualitas produknya.
Sejumlah komentar terkait produknya disampaikan para pelanggannya melalui media sosialnya, yakni Instagram @maysakitchen29 dan dan WA 081243101144. Dengan masuk ke warkop dan minimarket, Sri Wahyuni berambisi untuk meningkatkan kualitas dan memperbesar omzet penjualan.
Apalagi, saat ini usahanya tak hanya menangani produksi, sehingga fokus kepada penjualan. ”Produksi secara langsung tidak kami lakukan semua. Karena kami serahkan ibu-ibu rumah tangga sekitar rumah. Sehingga kami lebih fokus pada distribusi dan suplai,” terangnya.
Sebagai seorang ibu rumahtangga, dirinya tak pernah membayangkan memiliki sebuah usaha. Hanya berjualan aneka kue kering, kini dia menjadi pengusaha yang terbilang sukses dan mempekerjakan beberapa ibu rumah-tangga di sekitar tempat tinggalnya.
Bermula dari sekadar menyalurkan hobi, Sri Wahyuni tak memiliki perangkat apa-apa. Ibu rumah tangga yang sempat terjun bekerja dibidang marketing hotel ini, harus keluar setelah menikah berapa tahun lalu.
Dengan modal percaya diri, ia bersama orangtuanya ikut menjual makanan kecil ke sejumlah kerabat melalui sosial media. Sri Wahyuni mendistribusikan kue keringnya melalui sosial media atau dalam jaringan (daring).
Semula, produk yang dijual adalah kue kering yang biasa dikonsumsi pada saat hajatan atau lebaran. Dengan memanfaatkan era modernisasi usaha dari berjualan makanan kecil menjadi bisnis aneka kue kering melalui sosial media. Model kemasan dan distribusi tak lagi dilakukan sendiri. Tapi menggunakan tenaga orang lain.
Sri Wahyuni merintis usaha aneka kue kering kemasan yang langsung didistribusikan ke relasi hingga minimarket. Untuk mendistribusikan produknya menggunakan moda transportasi daring atau lazim disebut online. Tak hanya memproduksi makanan sendiri, ia juga mengambil makanan olahan dari pelaku usaha kecil lain untuk dikemas dan didistribusikan.
”Bermula dari kue kering, merambah kue basah, puding, kue tradisional, nasi kotak, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Untuk saat sekarang, usaha seperti ini banyak yang melirik,” ucap Sri Wahyuni.
Selain itu, varian produk makanan yang dijual kini mencapai puluhan jenis dari semula hanya tiga jenis. Usaha Sri Wahyuni juga menjual makanan dalam bentuk parsel saat menghadapi hari lebaran. (jun/mir)



×


Kini Merambah Keluar Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar