JIWA kemanusiaan seseorang semakin kental muncul di tengah wabah pandemi covid-19. Menjadi garda terdepan kian banyak dilakoni. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Kota Makassar yang satu ini.
ANDI Hadi Ibrahim Baso merupakan legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia menjabat sebagai ketua Fraksi PKS DPRD Makassar, sekaligus sebagai wakil ketua komisi B.
Sebagai seorang pejabat publik di jenjang legislatif, Andi Hadi tak segan untuk turun tangan dalam urusan yang cukup berisiko. Ya, ia turun langsung memandikan jenazah pasien covid-19. Tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar.
Keputusannya untuk terjun menjadi petugas pemandi jenazah pasien covid-19, diakui Andi Hadi sebagai ladang pahala baginya. Sekaligus bagian dari wujud melayani masyarakat secara langsung.
Keterlibatannya di organisasi kemanusiaan, menjadikan sering terjun membantu masyarakat yang membutuhkan. Tanpa ada iming-iming imbalan apapun.
”Mohon doakan saya. Saya kembali terpanggil digaris depan. Karena tidak ada lagi orang yang mau mengurus jenazah covid-19. Untuk pelaksanaannya butuh keilmuan. Kami tidak memandikannya dengan air, tapi ditayammumkan sesuai edaran MUI dan protokol medis,” ujarnya, Selasa (28/4).
Untuk urusan jenazah, Andi Hadi tak sendirian. Ia dibantu timnya yang memang sudah ahli. Terdiri dari para ustas dan ustasah, serta hafidz dan hafidzah.
Walau tak mudah menjalankannya, namun Andi Hadi sudah membulatkan tekadnya demi panggilan kemanusiaan. Memperbaiki niat hanya untuk Allah Swt.
Keputusan Andi Hadi untuk menjadi yang terdepan dalam memandikan jenazah pasien covid-19 muncul ketika dirinya ditelepon langsung pihak RSUD Daya. Sebab tak ada yang bersedia melakukannya.
“Saya dan tim lain tulus mengerjakan ini demi Allah. Saya bismillah. Saya niat dan turun langsung semata-mata untuk membantu. Selama 24 jam kami selalu siap. Selama prosedur kita jalankan dengan baik, dan siap mati untuk membantu memandikan jenazah. Karena pasien covid-19 tidak bisa lama. Begitu meninggal, tidak bisa sampai satu jam harus cepat proses memandikannya,” terang Andi Hadi
Sejak covid-19 mewabah di Makassar, Andi Hadi memang selalu menjadi yang terdepan. Sebelumnya, ia menjadikan PKS sebagai partai pertama dengan usulannya mengorbankan gajinya sebagai legislator yang dipotong untuk membantu korban covid-19.
“Kita ini bukan siapa-siapa jika tidak saling membantu. Menjadi anggota dewan tujuannya untuk pengabdian. Saya terpanggil menjadi pemandi jenazah pasien covid-19 ini tidak melibatkan jabatan, tapi semata karena kemanusiaan,” jelasnya.
Bukan kali ini saja Andi Hadi terlibat dalam hal seperti ini. Dulu ia pernah terlibat pada aksi kemanusiaan di Palu, Nusa Tenggara Barat (NTB) serta sejumlah daerah lainnya. Khususnya jika ada terjadi bencana.
Mengenakan alat pelindung lengkap (APD) berupa baju hazmat, masker, hingga face shield, anggota dewan yang juga seorang ustas ini dengan penuh kehati-hatian mengurusi jenazah pasien covid-19. Sebab disadari, ada virus yang sangat berbahaya dan mudah menyebar.
Sejak memutuskan untuk turun langsung memandikan jenazah pasien covid-19, Andi Hadi belum sekali pun pulang jika dirinya merasa tidak bersih.
”Saya yakin ini semua ada pertanggungjawabannya dunia dan akhirat. Kita berusaha mengumpulkan amalan sebanyak-banyaknya di bulan suci Ramadan ini. Doakan saya semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Swt,” tutupnya. (ita)

