pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hati-hati Berwisata Alam Air

24 Mahasiswa dan Dosen Terjebak Luapan Sungai Jeneberang

GOWA, BKM — Sebanyak 24 mahasiswa dan dosen nyaris celaka saat hendak menuju ke permandian air terjun Barayya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Minggu (31/5). Mereka yang berasal dari perguruan tinggi berbeda ini terjebak luapan air sungai di hulu Sungai Jeneberang sebelum tiba di lokasi wisata yang dituju.
Tempat wisata yang ingin didatangi adalah permandian air terjun Barayya. Lokasi ini memang dikenal memiliki panorama yang indah dan menawan. Sayangnya, untuk bisa sampai di lokasi itu, pengunjung terlebih dahulu harus menyeberangi hulu sungai Jeneberang.
Belum sempat sampai ke air terjun, hujan deras mengguyur sekitar pukul 14.15 Wita hingga sore pada hari Minggu. Akibatnya, air sungai Jeneberang meluap. Puluhan mahasiswa dan dosen yang sudah berada di sungai terpaksa bertahan sambil menunggu pertolongan.
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh, menjelaskan 24 orang itu turun menyeberangi sungai Jeneberang pada pukul 13.00 Wita. Mereka hendak menuju permandian air terjun Barayya. Jarak air terjun sekitar 1,5 km dari jembatan Merah Desa Majannang, Kecamatan Parigi.
“Akses untuk menuju air terjun memang harus melewati jalur sungai. Menempuh perjalanan satu setengah jam,” kata Iptu Hasan Fadhlyh saat dihubungi, Senin siang (1/6).
Namun, lanjut Hasan, hingga pukul 18.00 Wita seluruh pengunjung yang masuk ke air terjun rupanya belum kembali. Sementara kondisi aliran air sungai Jeneberang masih terus meluap.
Personel Polsek Tinggimoncong yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Pencarian dilakukan dibantu prajurit Koramil  1409-04 Tinggimoncong, SAR setempat dan warga sekitar. Dua jam melakukan pencarian, petugas berhasil menemukan seluruh pengunjung air terjun dalam kondisi selamat. Mereka tengah berada di bantaran hulu Sungai Jeneberang, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Gowa. Evakuasi berlangsung hingga pukul 20.30 Wita.
“Hujan sewaktu-waktu dapat turun yang mengakibatkan sungai Jeneberang meluap. Jadi sebaiknya jangan dulu berencana liburan ke ke tempat-tempat yang berisiko tinggi,” saran Iptu Hasan.
Ia juga mengimbau agar pengungjung wisata di Kecamatan Tinggimoncong dan Parigi untuk tidak mengambil risiko dengan mendatangi obyek-obyek wisata yang tidak dalam pengelolaan. Khususnya wisata alam yang bersentuhan dengan air.
“Karena curah hujan untuk dataran tinggi tidak bisa diprediksi, sehingga rawan menelan korban jiwa jika tidak berhati-hati dan memperhatikan keselamatan jiwa masing-masing. Ke depan juga akan kami pasang beberapa spanduk sebagai imbauan dan pemberitahuan tentang obyek wisata yang rawan menelan korban jiwa,” terangnya.
Dari pendataan yang dilakukan aparat Polsek Tinggimoncong dan Koramil Tinggimoncong, mahasiswa dan dosen tersebut adalah Ahmad Yani (29), dosen UMI yang beralamat Antang (depan STIBA Makassar). Satriawan Mamase (26), karyawan swasta, berdomisili di BTP, Makassar.
Hasrul (24), seorang mekanik yang beralamat di Jalan Tanjung Bira. Ramli, mahasiswa S2 Unhas jurusan Komunikasi. Haris, mahasiswa UIN Alauddin alamat Antang (depan STIBA Makassar).
Andi Tika Naradote (23), mahasiswa Polbantang, alamat Perumahan Depag Daya. Misse Israwati (23), mahasiswa Unismuh alamat Skarda Tidung, Jalan Alauddin, Makassar. Harfiah (22), mahasiswa UIN Alauddin, alamat Skarda Alauddin Makassar.
Ahmad Ramli (23), mahasiswa Unhas alamat Antang Makassar. Andi Mutiah (18), Perumahan Depag Makassar. Nurul Fikri (20), mahasiswa yang beralamat Maccini Raya, Makassar. Indah (21), seorang barista yang beralamat di Maccini Raya, Makassar.
Galih (21), mahasiswa Unismuh, beromisili di Jalan Toddopuli X Makassar. Akbar (24), mahasiswa Unhas, beralamat di Antang, Makassar.
Adi (22), Muhammad Irwansyah (20), Muh Ahmad Mizan (21), Muhammad Fauzi  Badaruddun (20), dan Muh Syaifullah (19). Kesemuanya adalah mahasiswa.
“Data korban belum lengkap dan bukan mahasiswa keseluruhan. Ada juga karyawan. Kemarin belum didatakan secara keseluruhan. Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing setelah dibuatkan pernyataan masing-masing. Yang terpenting mereka semua selamat dan sehat walafiat,” tandas kapolsek. (sar)



×


Hati-hati Berwisata Alam Air

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar