pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bulukumba Akhirnya Miliki Kapal Pinisi Sendiri

Dilengkapi Berbagai Fasilitas Wisata Pesiar

BULUKUMBA, BKM — Bulukumba merupakan salah satu kabupaten yang berada di bagian Selatan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh kurang lebih 150 kilometer. Daerah ini dikenal memiliki empat dimensi, yakni dataran tinggi, dataran rendah, pantai, dan laut lepas.
Dengan kawasan pantai yang luas, menjadikan Bulukumba sebagai salah satu daerah dengan potensi bahari terbaik di Sulsel. Kekayaan bahari yang dimiliki menjadikan tempat ini sebagai surga bagi para pelaut yang merupakan nenek moyang mereka.
Keahlian yang dimiliki oleh para pelaut ulung, baik dalam membuat kapal maupun berlayar, telah tersohor. Bukan hanya di nusantara, tapi sampai mancanegara.
Pinisi adalah sebuah mahakarya pelaut ulung Bulukumba yang telah mengarungi samudera dan mengharumkan nama besar Indonesia. Bahkan kapal ini telah mendapatkan penghargaan dari Unesco sebagai warisan budaya takbenda pada tahun 2018.
Pinisi telah menjadi ikon daerah yang mendunia. Akan tetapi, Kabupaten Bulukumba sendiri belum memiliki satu pun kapal pinisi yang mampu menjadi kebanggaan daerah. Anggaran yang kurang memadai menjadi salah satu kendala dalam pembuatan kapal tersebut.
Atas keprihatinan tersebut dan keinginan untuk berkontribusi dalam melestarikan kapal pinisi, seorang panrita (ahli pembuat kapal) dari Bonto Bahari bernama Syarifuddin menggagas pembuatan kapal pinisi. Ia dengan sukarela menghibahkan perahunya yang telah diluncurkan pada tahun 2018 untuk dimodifikasi dan diperbaiki kembali.
Badan kapal yang sebelumnya berukuran kecil, kemudian ditambah dan diperbesar lima kali lipat dari ukuran aslinya. Adapun mesin kapal tersebut berasal dari mesin penggerak dari kapal Banawa Nusantara yang telah karam dan terdampar di tepi pantai selama setahun. Dengan keahlian serta kerja sama dari beberapa panrita, maka mesin tersebut dapat digunakan kembali dan dijadikan mesin penggerak utama dari kapal pinisi.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pariwisata sangat mendukung dan mengapresiasi dalam pembuatan kapal yang melibatkan masyarakat. Dengan minimnya anggaran yang tersedia oleh dinas terkait, serta bantuan penuh dari para panrita, akhirnya Kabupaten Bulukumba telah memiliki satu kapal yang nantinya dapat digunakan oleh baik secara komersil maupun non-komersil.
Untuk menghargai semangat dan kerja keras para panrita di daerah ini, maka kapal tersebut diberi nama Kapal Motor Layar (KML) Pinisi Panrita Lopi. Dengan adanya Panrita Lopi yang menjadi cikal bakal kapal kebanggaan daerah, diharapkan nantinya dapat melahirkan panrita-panrita yang lebih handal untuk melestarikan warisan budaya bahari ini.
Lahirnya Panrita Lopi membawa angin segar bagi industri pariwisata Bulukumba. Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang hadir dalam acara syukuran di Bonto Bahari, Sabtu (6/6), mengaku bangga dan terharu.
Panrita Lopi akan menawarkan pengalaman wisata berlayar yang berbeda. Mengarungi lautan menuju tempat-tempat yang eksotis merupakan salah satu pilihan berwisata yang sedang diminati oleh masyarakat. Dengan fasilitas yang dilengkapi dengan tempat bersantai, kamar yang nyaman serta kuliner yang lengkap menjadikan kapal ini akan terasa lebih ‘homey’ atau seperti di rumah sendiri.
Wisatawan juga akan dimanjakan dengan perlengkapan diving bagi yang ingin merasakan sensasi pemandangan bawah laut yang indah. Bagi yang ingin melakukan pertemuan, kapal ini juga dilengkapi dengan sarana meeting. Sehingga kehadiran Panrita Lopi menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pengembangan wisata bahari Bulukumba.
Alfian, anak dari Syarifuddin menjelaskan secara detail kapal yang berukuran 27 x 4,8 meter ini dirancang sebagai kapal wisata pesiar. Badan kapal terdiri dari lower deck, main deck, upper deck, top roof view.
Kapal dengan kemudi power stering ini memiliki dua kamar tidur. Kamar tidur pertama berada di lower dek (bagian paling bawah) dengan tiga tempat tidur. Kamar tidur yang kedua berada di upper deck yang dilengkapi toilet dengan dengan tempat tidur. Pembuangan toiletnya sendiri mengarah ke septik tank yang berada di lower deck, sehingga kotoran tidak terbuang ke laut.
“Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan fasilitas restoran, station diving, dan home theater,” kata Alfian. (min)




×


Bulukumba Akhirnya Miliki Kapal Pinisi Sendiri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar