pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hati-hati, Kelompok Usia Produktif Jadi Carrier

MAKASSAR, BKM — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel menekankan kepada masyarakat, terutama usia produktif untuk mulai hidup normal dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sebab pembatasan sosial kini dianggap telah sulit dilaksanakan kembali.
Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin mengingatkan agar tidak menganggap remeh hal ini. Sebab dari data akumulasi kasus covid-19 di Sulsel selama ini, jika ditinjau dari karakteristik usia, kelompok usia produktif atau kelompok muda justru rentan terpapar atau terkonfirmasi positif covid-19. Karena tingkat pergerakannya tinggi, namun tidak dibarengi penerpan protokol kesehatan.
“Ini menjustifikasi kepada kita semua bahwa kelompok usia produktif ini adalah kelompok yang sangat mobile, pergerakannya tinggi, interaksi sosial tinggi. Jika tidak disertai disiplin protokol kesehatan, maka ini terjadi penularan di antara mereka,” ungkapnya.
Meski di satu sisi tingkat kesembuhan di kelompok usia muda cukup tinggi, namun dikhawatirkan bisa menjadi carrier bagi kelompok usia lebih tua. Misalnya, membawa dan menularkan virus kepada keluarganya di rumah setelah kembali dari tempat umum.
“Kekhawatiran kita orang-orang muda yang pulang ke rumah, ada keluarga rentan atau kelompok tua itu menjadi sangat berisiko karena imunitasnya lebih rendah. Kalau kita lihat sebaran angka kematian, 3/4 kasus kematian itu ada pada kelompok 50 tahun ke atas atau kelompok usia lebih tua. Ini harus diwaspadai,” ujarnya.
Ke depan, lanjut dia, Sulsel khususnya di empat daerah (Makassar, Maros, Gowa, Luwu Timur) akan lebih fokus pada upaya tracing contact secara massif. Menemukan warga yang punya riwayat kontak pasien lalu untuk segera ditangani. Targetnya, angka kematian ditekan, kesembuhan bisa lebih tinggi, dan kasus terkendali.
“Peningkatan kasus harian itu beriringan dengan intensifnya tracing yang dilakukan. Semakin intensif pelacakan kasus dilakukan, maka kasus juga akan semakin meningkat. Pada saat kasus meningkat, sebenarnya kan upaya testing memastikan memisahkan mereka yang positif untuk segera diisolasi, dengan yang sehat,” terangnya.
Ia pun berharap kualitas layanan dan mutu pelayanan di tiap fasilitas kesehatan semakin baik. Agar pasien yang masuk fase kritis bisa ditangani dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muhammad Ichsan Mustari, berharap agar masyarakat bisa berperan aktif bersama pemerintah mengendalikan kasus covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci kesuksesannya.
Dengan demikian, diharap Sulsel bisa segera keluar dari pandemi covid-19. Tracing contact secara massif melalui rapid test massal dilakukan untuk menemukan warga terinfeksi covid-19 agar segera diisolasi untuk mendapat perawatan.
“Edukasi juga masih harus dilakukan. Terutama di Makasaar, teman-teman di puskemas kita agar bisa memberikan pemahaman bagaimana peran mereka (masyarakat Sulsel) dalam upaya pemutusan mata rantai covid-19 ini,” jelas Ichsan. (nug)




×


Hati-hati, Kelompok Usia Produktif Jadi Carrier

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar