GOWA, BKM — Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bolangi, Kabupaten Gowa yang terpapar corona terus bertambah. Terakhir, sebanyak 17 orang dinyatakan positif covid-19.
Sebelumnya, ada enam orang yang positif terifeksi berdasarkan pemeriksaan swab pertama pada Rabu (27/5). Sepekan berikutnya, tepatnya 2 Juni 2020, bertambah lagi 35 orang dari hasil pemeriksaan kedua.
Penambahan 17 orang napi positif corona ini setelah hasil PCR swab pemeriksaan ketiga telah keluar, Sabtu malam (13/6). Mereka yang terpapar corona itu, yakni 14 napi wanita dan tiga orang lainnya adalah balita, anak dari tiga orang warga binaan yang terpapar.
Dikonfirmasi Minggu siang (14/6), Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar, membenarkan hal itu. “Iya benar, ada tambahan 17 kasus baru dari warga binaan,” kata dr Gaffar.
Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini mengatakan, Dinas Kesehatan Gowa telah menerima hasil pemeriksaan swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kota Makassar, Sabtu malam. Menurut dr Gaffar, 17 kasus positif ini menjadi temuan ketiga dalam tiga pekan berturut-turut untuk kawasan Lapas Wanita.
Sejak awal hingga pertengahan Juni ini, tercatat 58 warga binaan Lapas Wanita terpapar virus corona. Kondisi ini cukup mengagetkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa.
Mantan kepala Puskesmas Pallangga ini mengaku sangat heran dari mana asal virus ini menjangkiti para napi wanita. Apalagi, dari puluhan pegawai Lapas Wanita yang ikut dirapid test hingga swab PCR, tidak satupun terdeteksi positif. Semua pegawai lapas negatif.
Ketika hal tersebut ditanyakan ke gugus tugas, dr Gaffar pun mengaku belum bisa memastikan kemungkinan darimana virus corona masuk.
Hal senada dikatakan Ketua Tim Humas LPP (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan) Gowa Resqi Irwansyah. Saat dikonfirmasi terkait bertambahnya korban terpapar positif di lapas wanita, Resqi mengaku heran.
“Iya, hasil swab ketiga sudah keluar dan bertambah 17 orang warga binaan yang positif. Kami juga heran, dari puluhan yang positif di lingkungan lapas ini, hanya warga binaan yang positif. Sementara seluruh petugas negatif,” ungkap Resqi.
Ke 17 warga binaan yang terpapar corona ini, menurut dr Gaffar, kesemuanya telah dijemput dan diisolasi di RSU Dadi Makassar.
“Mereka sudah dijemput tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dinkes Sulsel dan langsung dibawa ke RS Dadi Makassar,” jelas dr Gaffar.
Terpisah, Koordinator Evakuasi Penanganan Covid-19 Puskesmas Pattallassang Rusli Husain, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan yang tercover di Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Pattallassang, para napi wanita yang terpapar ini bukan warga lokal.
Mereka, kata Rusli Husain, adalah warga dari luar Kabupaten Gowa. Terkait asal daerah mereka, pihaknya sudah melaporkan ke Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dinkes Gowa.
“Kalau di luar kasus lapas, di Pattallassang itu hanya 10 kasus positif untuk dua puskesmas, yakni Puskesmas Paccellekang dan Puskesmas Pattallassang. Itu pun sudah sembuh dan sehat. Sisa empat orang saat ini masih di hotel untuk karantina. Mereka juga sudah persiapan pulang,” jelas Rusli Husain. (sar)
Sudah 58 Napi Lapas Wanita Positif Corona
14 Warga Binaan dan Tiga Balita Dijemput Gugus Tugas
×

