PINRANG, BKM — Selasa pagi (16/6) pukul 08.00 Wita. Herman (34) berangkat untuk bekerja. Ia meninggalkan putrinya AN alias MT (4) di rumah bersama ibu tirinya Sarnima alias Sanima (27).
Pada siang hari pukul 14.00 Wita, Herman menerima telepon dari tetangganya. Menyampaikan kondisi anaknya di rumah. Sebagai seorang wiraswasta, ia bekerja hingga malam. Setelah itu barulah Herman pulang ke rumah.
Sampai di rumah pukul 22.00 Wita, ia mendapati anaknya sudah tak bernyawa lagi. Kuat dugaan yang melakukan pembunuhan itu adalah istrinya Sarnima. Herman kemudian melaporkannya ke polisi. Tak lama berselang, aparat kemudian mengamankan Sarnima.
Kepada polisi yang memeriksanya, ia mengakui perbuatannya. Peristiwa tragis ini berlangsung di Marawi, Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang.
Menurut Sarnima, penganiayaan yang dilakukan terhadap anak tirinya dipicu oleh rasa sakit hati. Ia tak suka AN selalu dimanja oleh bapak kandungnya.
Ketika Herman berangkat bekerja, Sarnima menjalankan aksinya. Ia menganiaya AN dengan menusukkan pulpen ke bagian tubuhnya. Tak hanya sekali, namun beberapa kali dan di tempat berbeda. Akibatnya, korban yang terluka parah akhirnya mengembuskan napasnya yang terakhir.
Kasus ini telah ditangani aparat Polsek Tiroang dengan piket Reskrim Polres Pinrang. Pelaku beserta barang buktinya kemudian diamankan ke mapolres guna penyidikan lebih lanjut.
Polisi bersama tim medis Puskesmas Tiroang mendatangi rumah duka tempat jenazah AN disemayamkan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan luka lebam pada dada, luka gigitan di bagian dagu, dan lebam di perut serta punggung.
Kapolsek Tiroang Iptu Mursalim yang dikonfirmasi, Rabu (17/6), membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dilakukan seorang ibu terhadap anak dirinya.
”Dari pengakuan terduga pelaku, ia menganiaya anak tirinya saat suaminya pergi bekerja. Penganiayaan menggunakan pulpen, yang ditusukkan ke beberapa bagian tubuh korban lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk proses hukum selanjutnya,” ujar Iptu Mursalim. (ady/b)
Anak Dimanja Ayah, Dibunuh Ibu Tirinya
×

