GOWA, BKM — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Wanita Kelas IIA Bollangi akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukan menyusul viralnya tindakan pihak lapas yang menolak penyemprotan disinfektan di dalam areal lembaga.
Rencananya, relawan Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) akan melaksanakan penyemprotan pada hari Selasa (16/6) lalu. Namun tidak diperbolehkan, dengan alasan tak pernah ada koordinasi sebelumnya.
Humas Lapas Wanita Resqi Irwansyah bersama Awaluddin Sam selaku Kasubsi Registrasi datang menemui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Dinkes Gowa, Kamis pagi (18/6). Kadis Kesehatan dr Hasanuddin hadir langsung dalam pertemuan ini. Termasuk Ketua Relawan MCCC Gowa Muhammad Asri.
Resqi dan Awaluddin menyampaikan klarifikasi pihak lapas terkait penolakan penyemprotan. Hal itu, disebutkan oleh keduanya hanya karena miskomunikasi.
Atas nama Kalapas Wanita Eko Suprapti, Resqi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak relawan dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa atas miskomunikasi yang sempat terjadi Selasa lalu.
“Apa yang terjadi kemarin itu hanya kesalahapahaman dan miskomunikasi. Saat itu penyemprotan akan langsung dilakukan tanpa sepengetahuan pihak Kanwil Kemenkumham sebelumnya. Jadi ke depan akan terjalin komunikasi yang lebih baik lagi antara Tim Gugus Tugas Covid-19 dan pihak lapas. Termasuk dengan rekan-rekan relawan MCCC,” ujar Resqi Irwansyah.
Resqi juga mengatakan, bahwa yang terjadi saat relawan MCCC akan melakukan penyemprotan sebenarnya bukanlah penolakan. Melainkan ada prosedur yang belum diketahui oleh pihak MCCC, dengan alasan bahwa lapas bukanlah fasilitas umum di mana semua orang bisa masuk dengan mudah.
“Jadi ada tingkatan prosedur yang harus dilalui. Termasuk menyurat secara resmi. Jadi itu sudah kami komunikasikan dengan pihak MCCC. Insyaallah kedepan kerja sama akan terjalin dengan baik,” terangnya.
Ketua MCCC Gowa Muhammad Asri, mengatakan bahwa penyampaian pihak Lapas Wanita tersebut adalah bagian dari klarifikasi. Dia juga mengakui bahwa penolakan disinfeksi beberapa waktu lalu adalah sebuah miskomunikasi. Asri juga mengaku siap untuk membangun kerja sama dan komunikasi yang lebih baik ke depannya.
“Alhamdulillah, sudah terjalin komunikasi yang baik kembali. Insyaallah kita akan sama-sama menangani covid-19,” kata Asri.
Jika ada permintaan dari pihak Lapas sesuai prosedur, kata Asri, maka pihak MCCC akan kembali ke sana untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari kemanusiaan yang merupakan tanggung jawab bagi MCCC.
Penanggung jawab Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa dr Gaffar yang juga Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Gowa usai pertemuan, mengatakan kesalahpahaman yang telah terjadi kini telah diselesaikan.
“Kalapas Wanita Bollangi melalui humasnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada relawan MCCC dan Gugus Tugas Covid terkait penolakan penyemprotan. Dan Alhamdulillah, semua pihak telah bersepakat untuk menjalin kerja sama yang baik,” terang dr Gaffar.
Hal senada dikatakan Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin di ruang kerjanya, di mana pertemuan dilaksanakan. “Kita berharap miskomunikasi ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kami berkomitmen untuk optimal melakukan pencegahan penyebaran covid di lingkup lapas maupun di seluruh wilayah Kabupaten Gowa,” tandasnya.
Sementara itu, kasus positif covid-19 di Lapas Wanita terus bertambah. Hingga hari Kamis (18/6), tercatat sudah ada 91 orang yang dinyatakan terpapar.
Hal itu dibenarkan dr Gaffar. Pada hari Kamis (18/6), tercatat ada penambahan sebanyak 14 orang. (sar)
Kalapas Wanita Akhirnya Minta Maaf
Napi yang Positif Covid-19 Bertambah Menjadi 91 Orang
×

