MAROS, BKM — Selama masa pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Maros yang terpapar Covid-19 berjumlah 9 orang. Kesembilan orang tersebut terdiri dari satu orang dokter, enam orang perawat, satu orang bidan, dan satu petugas kartu.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maros, Syarifuddin, menjelaskan, jumlah tersebut merupakan akumulatif terhitung sejak kasus Covid ada di Maros pada bulan Maret lalu. Dan dari kasus itu, sudah dua orang Nakes yang telah dinyatakan sembuh.
”Untuk tenaga dokter yang terpapar Covid, sudah kami nyatakan sembuh sejak dulu. Demikian juga salah seorang perawat. Sehingga jumlah perawat yang terpapar dan masih menjalani isolasi mandiri sebanyak lima orang, satu tenaga bidan dan satu orang lagi tenaga petugas kartu,” jelasnya kepada wartawan.
Dia menjelaskan, untuk saat ini jumlah kasus pasien Covid perharinya memang bertambah. Bahkan saat ini, jumlah kasus yang ditangani di Kabupaten Maros sekitar 147 kasus. Sebanyak 52 orang di antaranya menjalani perawatan isolasi mandiri, 21 orang dirawat dan tersebar di berbagai rumah sakit di Makassar dan RSUD Salewangang, serta 68 orang dinyatakan sembuh.
”Masih banyak warga yang terpapar covid dibandingkan yang sudah sembuh. Dan rata-rata mereka memilih untuk menjalani isolasi mandiri. Termasuk para Nakes. Mereka semua melakukan isolasi mandiri. Ada juga yang isolasi mandiri di Duta Covid 29 orang dan beberapa hotel. Dan petugas gugus pun melakukan pengawasan ketat bagi warga yang melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.
Untuk menekan angka warga yang terpapar Covid, Syarif berharap, seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat. Utamanya saat berada di tempat keramaian.
Warga diminta untuk tetap menggunakan masker dan jaga jarak. Tak hanya itu, penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan juga merupakan salah satu jalan untuk memutus mata rantai covid dimasa menyambut new normal. (ari/mir/c)
Lima Nakes di Maros Masih Jalani Isolasi Mandiri
×

