pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Belum Ada yang Aman

Dukungan Parpol ke Balon Wali Kota Baru Rekomendasi Awal

MAKASSAR, BKM — Empat bakal calon (balon) wali kota Makassar belum sepenuhnya aman untuk bisa mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), 4-6 September mendatang. Mereka adalah Mohammad Ramdhan Pomanto, Munafri Arifuddin, Syamsu Rizal, serta Irman Yasin Limpo.
Manakala dukungan partai politik (parpol) dalam bentuk B1 KWK keluar tidak sesuai dengan surat tugas atau rekomendasi yang ada diterima saaat ini, maka praktis konstelasi akan berubah. Bisa jadi hanya dua hingga tiga pasangan calon yang mendaftar.
Hingga kini, hampir semua balon telah mendapatkan surat tugas maupun rekomendasi. Namun belum ada satupun yang meraih dukungan dengan format KPU B1 KWK.
Danny Pomanto alias Danny telah mendapat surat tugas dari Nasdem dan Gerindra. Syamsu Rizal alias Deng Ical juga sudah mengantongi surat tugas dar PKB, PKS dan PDIP. Sedangkan Irman Yasin Limpo alias None dari PAN serta Golkar. Adapun Appi, disokong surat tugas dari PPP, Berkarya dan dukungan Partai Hanura. Partai Demokrat juga disebut akan memberikan dukungan ke Appi.
Adapun syarat minimal mendaftar di KPU sebanyak 10 kursi.
Partai Nasdem mengontrol enam kursi di parlemen, sedangkan Gerindra lima kursi.
PKB mendudukkan satu kadernya di DPRD Makassar. PKS lima kursi, serta PDIP enam kursi. Sementara PAN dan Golkar juga masing-masing mengontrol lima kursi. Demikian pula PPP sebagai pemilik lima kursi. Hanura tiga kursi. Berkarya satu kursi. Perindo dua kursi, serta Demokrat enam kursi.
Waki Ketua DPD Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada yang final. Sebab dukungan parpol baru sebatas surat tugas atau rekomendasi awal. “Belum ada yang mendapat dukungan dalam bentuk format B1 KWK,” jelas Syawaluddin Arief, Kamis (2/7).
Meski demikian, Danny yang akan maju bersama Farmawati Rusdi, optimis dukungan parpol tidak akan berubah, bahkan akan bertambah.
Usai tandem dengan Fatma, Danny diserang berbagai isu hingga surat tugas Gerindra disebut belum aman. Sumber menyebutkan bila DPP Gerindra baru mengeluarkan surat tugas kepada DPC Gerindra Makassar, bukan rekomendasi.
Namun, Ketua DPC Gerindra Makassar Erick Horas menegaskan, partainya sudah menjatuhkan pilihan ke Danny-Fatma. Karena itu, tak ada alasan bagi pengurus dan kader untuk tidak memberikan dukungan. Harus bergerak dan solid memenangkannya. “Seluruh kader wajib untuk memenangkan pasangan yang direkomendasikan tersebut,” tegas Erick.
Di berbagai kesempatan, Ketua DPD Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi, juga siap all out memenangkan usungan partainya itu. Bahkan, mantan pasangan Munafri Arifuddin di pilwali Makassar 2018 itu, sudah melakukan rapat koordinasi dengan pengurus harian untuk mempertegas sikapnya.
Bukan hanya itu, ponakan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, juga akan turun melakukan konsolidasi ke pengurus dan kader di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Menurut Cicu –sapaan karibanya–, Danny-Fatma bisa saling melengkapi dalam memimpin Makassar.
Secara terpisah, saudara ipar Appi, yakni Erwin Aksa sejak Rabu sudah turun untuk melakukan ‘gerilya’. Setelah bertemu dengan Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Erwin kemudian menyambangi Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras.
Sementara itu, dua parpol pendukung None, yakni PAN dan Golkar juga disebut mulai membentuk simpul dan jaringan kerja. None yang juga adik bungsu Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo ini bahkan sudah sangat siap menghadapi pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Kesiapan None terlihat dari sudah terbentuknya jaringan hingga ke tingkat RT. Sejumlah komunitas juga menyatakan siap memenangkan mantan kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini.
Salah satu kelompok relawan yang mengatasnamakan diri Kartini None, siap bekerja memenangkan jagoannya itu. Ketua Kartini None, Syamsidar mengungkapkan alasannya.
“Kita butuh pembaruan. Kan yang lalu sudah dirasakan seperti apa. Saya yakin, Pak None dengan pengalamannya di birokrasi bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Makassar,” ujarnya memberi argumentasi.
Syamsidar mengaku sudah aktif mensosialisasikan None di daerahnya, di Paccerakkang, Daya, Kecamatan Biringkanaya. Apalagi, pilwali Makassar akan digelar kurang lebih enam bulan lagi. “Kurang lebih enam bulan. Waktu itu tidak akan terasa,” imbuhnya.
Koordinator Jaringan None Zaenal Amri, mengaku hingga saat ini banyak komunitas yang ingin bergabung jadi relawan. “Banyak komunitas mau gabung jadi relawan. Struktur jaringan sudah terbentuk sampe tingkt RT/RW,” tandasnya.
Soal pendamping None, PAN belum ingin bersikap. PAN berharap agar figur yang layak menjadi bakal calon wakil None tentu memiliki peluang menang.
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi mengatakan, pihaknya masih perlu memaksimalkan komunikasi dengan Partai Golkar yang sebelumnya juga mengumumkan mengusung None.
“Kita mau komunikasi dulu dengan partai koalisi. Kan baru kemarin juga terbentuk koalisinya,” ujar Ashabul Kahfi.
PAN merupakan partai pertama sebelum Golkar yang menyatakan sikap mendukung dan merekomendasikan None untuk maju.
Kahfi sendiri tak muluk-muluk soal kriteria figur yang bakal mendampingi None. Dia menegaskan, partainya ingin figur 02 yang bisa memenangkan pertarungan, entah politisi atau dari kalangan birokrat.
“Yang penting bisa menanglah. Bisa mendongkrak pemenangan. Karena pilkada kan itu cuma satu, menang,” tandas Kahfi.
Di antara empat balon wali kota yang ada saat ini, hanya None yang belum menentukan wakil. Nama politisi Golkar Andi Zunnun Nurdin Halid, disebut menjadi figur yang ditawarkan partai berlambang pohon beringin rindang mendampingi. (ita-rhm)



×


Belum Ada yang Aman

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar