pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Was-was Sirna Melihat Senyum Pasien yang Sembuh

Cerita Kasmita Karim, Perawat Pasien Covid-19

PANDEMI covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini. Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam mengobati para pasien yang terinfeksi. Suka dan duka mewarnai perjuangan mereka. Salah satunya dituturkan Kasmita Karim.

SEORANG tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien positif covid harus siap dalam banyak hal. Selain potensi terpapar yang tergolong besar, dikucilkan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, hingga harus rela terpisah dari keluarga untuk sementara waktu.
Kasmita Karim tak memungkiri hal itu. Ia pun kerap berhadapan dengan emosi pasien sehingga menjadi tantangan tersendiri baginya. Alih-alih bergerak demi kemanusiaan, yang ditemui adalah menguji kesabaran untuk melayani sepenuh hati.
”Ada tantangan tersendiri menangani pasien covid-19. Kadang ada pasien yang tidak mau mendengar ketika diberi saran serta arahan oleh perawat. Sementara sukanya, banyak pula pasien yang mendoakan perawatannya dan sudah menganggap kami sebagai keluarganya karena telah merawat mereka dengan baik dan ikhlas,” tutur Kasmita.
Ia pun harus bisa menahan rasa rindu untuk bertemu keluarga demi kesembuhan pasien. Sebab, disadari Kasmita, perawat sangat rentan tertular dan menularkan virus ini. Apalagi, faktanya sudah banyak tenaga medis yang terenggut nyawanya karena terpapar corona.
Kondisi ini menjadikan Kasmita Karim bersama rekannya sesama perawat yang menangani pasien covid-19 saling support dan saling mendoakan, agar selalu terhindar dari penyakit. Terutama terhindar dari keganasan covid-19.
Kasmita pun mengisahkan bagaimana kesulitan ia dan perawat lainnya kala mengenakan alat pelindung diri (APD). Mereka harus menggunakannya hingga berjam-jam lamanya demi menghindari terjadinya kontak langsung dengan pasien positif.
”Panas dan tidak nyaman, karena harus digunakan berjam-jam lamanya. Ini yang selalu dirasakan perawat tiap hari,” imbuhnya.
Tidak ada jaminan bagi setiap perawat yang berhadapan langsung dengan pasien bisa terhindar dari covid-19. Karenanya, menggunakan APD dalam aktivitas keseharian menjadi solusi utama. Tak lupa melindungi diri dengan meningkatkan imunitas tubuh, rutin berolahraga ringan, mengonsumsi vitamin, makan serta tidur yang teratur.
“Setiap hari kami berhadapan dengan virus ini. Tiap hari pula rasa takut dan was-was akan terinfeksi virus ini menghantui pikiran kami. Tetapi semua rasa takut itu sirna ketika kami, para tenaga medis melihat senyuman yang terpancar pada pasien yang telah mengemas barang-barangnya dikarenakan telah dinyatakan sembuh,” ujar Kasmita dengan nada haru.
Kasmita Karim sudah dua bulan mengabdikan diri di rumah sakit rujukan pasien positif covid-19. Canda serta tawa dalam merawat, serta keinginan untuk menolong sesama manusia menjadi motivasi utama yang ia pegang.
“Selama saya merawat pasien covid, banyak hal yang bisa saya jadikan pelajaran. Utamanya pada bidang kesehatan. Sembari merawat mereka demi sebuah kesembuhan, saya terus belajar dan menggali ilmu. Juga terus berusaha agar pasien yang saya rawat merasa bahagia dan bisa cepat pulang bertemu dengan keluarganya yang di rumah,” lanjut Kasmita.
Di akhir pembicaraan, Kasmita berharap, kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan semakin tinggi. Rajin mencuci tangan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. ”Saya selalu berharap, semua pasien yang dirawat bisa cepat sembuh,” imbuhnya. (*/rus)



×


Was-was Sirna Melihat Senyum Pasien yang Sembuh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar