MAKASSAR, BKM — Untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank Mandiri melaksanakan program stimulus pemerintah melalui restrukturisasi dan penyaluran kredit PEN. Sejak awal pandemi sampai saat ini, sudah ada 25.629 debitur yang menerima restrukturisasi kredit dengan portofolio mencapai Rp3,1triliun.
Sementara untuk Kredit PEN yang telah disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp554 miliar. Dimana, sebesar Rp409 miliar disalurkan pada sektor usaha kecil dan menengah dan Rp145 miliar pada segmen usaha mikro.
Demikian disampaikan Regional CEO Bank Mandiri wilayah Sulawesi dan Maluku, Angga Erlangga Hanafie, di sela kegiatan talkshow ‘Peran Bank Mandiri dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Digitalisasi Dalam Tatanan Hidup Baru’, pada Kamis (23/7), di Hotel The Rinra Makassar.
Angga mengatakan, penyaluran kredit khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui digital channel menjadi langkah Bank Mandiri untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.
”Jauh sebelum pandemi terjadi, Bank Mandiri telah melakukan kolaborasi dengan fintech yang tentunya sudah memiliki lisensi dari OJK (otoritas jasa keuangan). Sehingga salah satu strategi yang diterapkan dalam penyaluran kredit produktif, khususnya ke segmen UMKM adalah dengan memanfaatkan inovasi sistem penginputan data calon debitur melalui aplikasi Mandiri Pintar. Dengan aplikasi ini, durasi proses administrasi dapat dipangkas dan keputusan kredit dapat diperoleh dalam waktu 15 menit sejak data debitur diinput ke sistem,” kata Angga.
Talkshow ini dihadiri secara langsung Direktur Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra, Kepala OJK Regional VI Sulampua, Moh Nurdin Soebandi, dan Since Erna Lamba, serta secara daring oleh Pejabat Eksekutif Bisnis & Jaringan Bank Mandiri, Aquarius Rudianto.
Pada kegiatan ini, juga dilakukan penandatangan pencairan kredit PEN, dan penandatanganan serentak MOU Bank Mandiri dengan mitra terkait kebiasaan hidup baru yang beralih ke transaksi digital serta perkenalan produk Beyond Banking.
”Untuk mendorong transaksi digital masyarakat di Sulawesi dan Maluku, kami perkenalkan juga produk-produk beyond banking seperti digiresto, digiretail, payment link by WA Bisnis, membangun ekosistem cashless dengan mengoptimalkan QRIS, mendukung inklusi keuangan di daerah remote (unbankable) melalui peran Mandiri Agen serta masih banyak lagi produk dan solusi digital yang dimiliki. Beberapa program Beyond Banking yang kami launching hari ini, yaitu program Thanks God It’s Coffeeday, pesta kopi hemat diskon 30 persen di 25 merchant kopi, program Mandiri Food Fiesta diskon 50 persen di 126 restoran terpilih, program Pesta Cashback Agen Mandiri diskon 20 persen untuk setiap transaksi Link Aja di Agen Mandiri. Saat ini program telah berjalan di 70 Agen Mandiri yang tersebar di Sulawesi/Maluku. Rencananya pada bulan Agustus akan di implementasikan di 1.400 Agen Mandiri,” kata Angga.
Harapannya, selain membantu pemerintah melalui stimulus permodalan kepada para pelaku usaha, Bank Mandiri juga dapat mendorong bangkitnya kegiatan usaha melalui sejumlah produk digital untuk mengakomodir perubahan perilaku masyarakat saat ini dalam bertransaksi. Sehingga dapat memperbaiki ekonomi di Sulawesi dan Maluku, khususnya di Sulawesi Selatan. ”Kondisi saat ini memaksa masyarakat beralih kepada transaksi digital yang lebih mudah dan tentu saja sesuai protokol kesehatan,” tutup Angga. (mir)
25.629 Debitur Terima Restrukturisasi Kredit
Bank Mandiri Optimalkan Dana Penempatan Pemerintah
×

