pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rudy: Indikator Keberhasilan Jangan Membuat Kita Lengah

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar kini tengah fokus menekan laju peningkatan jumlah kasus covid-19. Mengutamakan penerapan protokol kesehatan menjadi kunci dari upaya itu. Tidak salah jika Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin mewanti-wanti para camat untuk melaksanakannya.
Rudy tampil sebagai keynote speaker dalam sesi Diskusi Membahas Problematika Kota Kota (Mempoki) ri BKM secara virtual, Jumat (14/8). Diikuti Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar. Seluruh camat di Makassar yang berjumlah 15, bersama para lurah menjadi peserta. Diskusi ini mengusung tema; Penanganan Covid-19 di Kecamatan.
Kepada para pimpinan kecamatan, Rudy meminta mereka untuk lebih memasifkan pelaksanaan protokol kesehatan ke masyarakat. Menurutnya, penggunaan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak fisik dan sosial, bukan lagi suatu hal yang mesti dipaksakan ke warga. Melainkan suatu kebiasaan baru yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota Makassar. Terlebih lagi jika protokol kesehatan itu sudah meningkat menjadi ranah membudaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Dengan begitu kita akan malu-malu ketika tidak menerapkan protokol kesehatan. Kita malu kalau tidak menggunakan masker. Kita malu kalau tidak mencuci tangan. Karena itu tidak hanya membahayakan diri kita sendiri, tapi juga orang lain,” jelasnya.
Sebagai upaya dalam mendorong masyarakat untuk bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar, lanjut Rudy, kita diterbitkanlah Perwali Nomor 36/2020. Beleid ini menjadi acuan bersama untuk mendorong masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.
Melindungi warga Makassar dari potensi tertular atau terpapar covid 19, dalam Perwali 36 secara substantif mengatur tiga langkah utama. Pertama, masyarakat harus memahami protokol kesehatan dalam berkegiatan untuk menghindari paparan virus corona.
Kedua adalah kegiatan preventif massif, yaitu dalam bentuk kegiatan testing dan lain-lain. Terakhir adalah pengawasan massif kepada masyarakat untuk mendorong pelaksanaan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah, semenjak berjalan kurang lebih memasuki minggu keempat, kita bersyukur masyarakat kota Makassar semakin paham. Semakin sadar bahwa covid-19 adalah musuh kita bersama. Oleh karenanya, pelaksanaan protokol kesehatan itu menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan indikasi-indikasi positif yang nampak dalam upaya bersama kita,” jelasnya.
Diakui, dalam dua minggu terakhir ini sudah terjadi penurunan tingkat keparahan kasus covid-19 di masyarakat. Yang sebelumnya 4 digit, sekarang tinggal dua digit.
”Dulu kita di angka keterpaparan 1,2 persen, sekarang berada di angka 0,9. Ini adalah wujud indikator-indikator positif sebagai keberhasilan upaya kita sekalian,” jelasnya.
Namun keberhasilan itu, lanjutnya, jangan dipandang dan dibawa pada suatu hal yang terlalu berlebihan sehingga membuat lengah dan tidak mematuhi protokol kesahatan lagi. “Pada kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh warga Kota Makassar, khususnya kepada para camat bahwa ini momentum kita untuk lebih waspada lagi. Untuk lebih meyakinkan diri kita bersama bahwa pelaksanaan protokol kesehatan itu harus semakin kita gencarkan. Harus semakin kita dorong dan disiplin dalam kegiatan-kegiatan,” tandasnya.
Dalam menangani covid-19, menurut Rudy, kegiatan ekonomi harus dilakukan secara cermat dan hati-hati. Utamanya berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan antara pelaksanaan kesehatan dan ekonomi.
”Keduanya bisa menyebabkan terjadinya masalah bagi kita semua. Kalau covid-19 kita tangani 100 persen, maka ekonomi kita akan terpuruk. Kalau ekonomi kita tangani secara 100 persen dan membiarkan pelanggaran seluas-luasnya, maka akan menjadi masalah pula,” tandasnya.
Rudy meyakini bahwa masyarakat kota Makassar akan semakin paham bahwa kebijakan yang di saat ini semuanya demi masyarakat. Bukan semata untuk kepentingan pemerintah.
Dia pun berharap, ke depan lewat dikusi yang digelar Harian Berita Kota Makassar, bisa semakin mengedukasi dan memberikan energi positif kepada masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama menangani covid-19. Termasuk pemberitaan yang positif terkait covid guna memberikan imunitas tinggi bagi masyarakat. ”Pemerintah tidak akan mampu menangani covid-19 tanpa peran dari media,” imbuhnya.
Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar Ismail Alihaji, menegaskan bahwa dalam upaya menangani covid-19 dibutuhkan komitmen bersama. Utamanya para camat dan luruh sebagai garda terdepan dalam membantu tugas-tugas pemerintah. Khususnya untuk menyampaikan ke warganya agar mematuhi protokol kesahatan.
“Pak Wali sudah menyampaikan beberapa hal soal penanganan covid 19 di Kota Makassar. Yang terpenting bahwa kita di gugus tugas masih tetap berkomitmen dan konsisten untuk melaksanakan Perwali 36 tahun 2020. Mari kita semua, khususnya teman-teman camat yang ada di garda terdepan dalam rangka dalam melaksanakan tugas-tugas untuk memutus mata rantai covid 19 ini di Kota Makassar,” ujar Ismail. (ita)



×


Rudy: Indikator Keberhasilan Jangan Membuat Kita Lengah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar