pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sudah Terjadi 89 Kebakaran

PADA Sabtu malam (22/8) pukul 23.00 Wita kebakaran dahsyat terjadi di sekitar Pasar Sambungjawa atau yang lebih dikenal dengan nama Pasar Senggol, di wilayah Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Mariso. Di lokasi Jalan Cendrawasih itu, api menghanguskan lapak jualan para pedagang.
Dari data yang diperoleh di lokasi kebakaran, sedikitnya ada 36 petak rumah yang habis dilalap api. Sebanyak 47 kepala keluarga atau 156 jiwa yang terdampak peristiwa ini. Dinas Sosial telah turun menyiapkan tenda dan bahan makan bagi pengungsi. Pemerintah Kecamatan Mariso juga mendirikan posko korban kebakaran.
Sebelumnya, pada Jumat (21/8) di Jalan Tinumbu Lorong 142 Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo juga terjadi kebakaran. Sebanyak enam rumah dilalap api di tempat ini.
Diduga api berasal dari rumah salah seorang warga yang berada di lorong buntu tepat di belakang lapak-lapak kayu yang ada di pelataran Jalan Hati Murni-Jalan Cendrawasih.
“Dugaan dari lorong buntu. Di situ rumah padat penduduk dan api merembes ke lapak-lapak yang ada di sekitar pasar,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Elodewata Wahid.
Sebanyak 25 unit armada damkar dikerahkan untuk memadamkan api yang semakin membesar. Penyemprotan dilakukan secara bergantian.
Jajaran direksi PD Pasar yang mendapatkan informasi tersebut langsung datang ke lokasi kebakaran. Mereka adalah Direktur Utama Basdir, Direktur Umum Nuryanto G Liwang, dan Kasubag Penertiban dan Kebersihan Muh Jaenul.
Dari hasil pantauan tersebut, Basdir mengatakan bahwa lokasi kebakaran bukan di area Pasar Sambungjawa atau yang dikenal Pasar Senggol.
“Tidak masuk area pasar. Hanya di bagian luar. Area lapak-lapak tambahan yang berada di ujung Jalan Hati Murni,” ujar Basdir.
Sekadar diketahui, untuk area Pasar Senggol mencakup dari jembatan beton pertama yang bersebelahan Toko 52 sampai bagian belakang perempatan Lorong 2 yang bersebelahan dengan Jalan KS Tubun.
Kepada masyarakat Makassar, Basdir meminta untuk selalu berhati-hati. Sebab dalam dua hari terakhir, terjadi lima kebakaran di lokasi berbeda.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di belakang Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dengan obyek lahan. Kedua, kebakaran pada sebuah rumah makan di Jalan Hertasning akibat gas bocor. Kemudian kebakaran di Jalan Karunrung akibat arus pendek.
Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Makassar Hasanuddin, menyebut sejak Januari hingga Agustus ini, tercatat telah terjadi 89 kebakaran di berbagai titik. “Kalau dari pertengahan Juli hingga Agustus ini, terjadi 31 kejadian kebakaran,” ungkap Hasanuddin, Minggu (23/8).
Menurutnya, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak terjadinya kebakaran antara Juli hingga September. “Tugas pemadam, sudah tahunan karena memang bulan-bulan begini, masuk bulan Juli hingga September memang tugas beratnya. Jadi kelihatan. Bukan kita bilang musimnya, tapi kecenderungannya di puncak kemarau, September. Pokoknya kalau sudah di atas 37 derajatmi (suhu udara), itu sangat perlu diwaspadai terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Selama ini, tambahnya, rerata penyebab kebakaran adalah arus pendek. Sangat rentan terjadi jika sebuah rumah sudah menambah daya listrik namun instalasi kabelnya tidak diubah.
“Mestinya juga dibarengi dengan peremajaan kabel. Diperbarui juga. Yang tadinya 900, naikkan ke 1300 atau langsung ke 2200. Tadinya kabel serabut, tidak diganti. Kabelnya kan panas, ditambah bahan mudah terbakar. Ada angin, terjadi api awal. Biasanya di atas plafon itu,” tambahnya.
Sejauh ini, kata Hasanuddin, pemadam memaksimalkan tugas dan perjuangannya, walaupun jumlah personel yang terbatas. “Kami sebenarnya kekurangan tim. Sekarang jumlah personel sebanyak 475 tim. Kita masih butuh sekitar 150 orang,” katanya.
Diapun mengimbau masyarakat, supaya bisa terhindar dari kebakaran untuk senantiasa waspada karena kebakaran tidak diketahui kapan datangnya.
“Tetap hindari potensi terjadinya kebakaran. Termasuk suhu yang panas sekarang ini. Jadi dipisahkan itu bahan yang mudah terbakar, seperti tumpukan kayu. Itupun dengan sendirinya bisa terbakar dan menjalar dengan cepat,” tandasnya.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Jalan Barukang Utara, Kecamatan Ujung Tanah dan di Jalan Kandea III, serta di Jalan Tinumbu Lorong 142.

Satu Meninggal

Saat kebakaran di dekat Pasar Senggol, seorang kakek bernama Anwar (62) meninggal dunia. Warga yang berdomisili sementara di Jalan Hati Murni ini menemui ajal diduga karena mengidap penyakit jantung dan menghirup asap yang terlalu banyak.
Ia sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis. Namun nyawanya tak tertolong.
Camat Mariso Harun Rani didampingi Lurah Tamarunang Anton Dhua yang ditemui di lokasi kebakaran, Minggu dinihari (23/8) pukul 00.00 Wita, menyebut bahwa di wilayah Kecamatan Mariso sudah tiga kali terjadi kebakaran. Yakni di bulan Juli ada enam rumah yang terbakar di Jalan KS Tubun, Kelurahan Kampung Buyang. Tiga hari kemudian terjadi kebakaran di Jalan Nuri Baru dengan delapan rumah terbakar. Terakhir di Jalan Hati Mulia yang menghanguskan 36 rumah.
Informasi di TKP menyebutkan, kebakaran di Jalan Hati Murni ini bermula dari korsleting listrik dari sebuah rumah. Api dengan cepat kemudian merembet ke rumah tetangganya yang rata-rata terbuat dari kayu. Sebagian besar dihuni oleh pedagang Pasar Senggol dan penjual kelapa.
Salah satu gudang penampungan barang-barang campuran milik Toko 25 di Jalan Hati Murni ludes terbakar. Mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kesulitan menjinakan api, karena area kebakaran berada di lokasi pedagang yang masih beraktifitas. Petugas pemadam terpaksa menyemprotkan air ke lokasi kebakaran dari Jalan Cendrawasih.
Kapolsek Mariso Kompol Pol Ahmad Yulias mengemukakan, ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangan terkait peristiwa ini. Masing-masing Muh Iqbal alias Iqbal (28) warga Jalan Cendrawasih Lorong Buntu RT D/RW 1.
Ia memberi keterangan dengan mengatakan, bahwa saat kebakaran dirinya sedang berada di dalam rumah. Selanjutnya mendengar teriakan kebakaran. Diapun keluar dan melihat api dari sebuiah rumah yang langsung membesar.
‘Saksi lain Hasma (53) mengemukakan, ia awalnya mendengar suara teriakan kebakaran. Selanjutnya dia keluar rumah dan melihat Jeny, anak dari Jum berlari dan berkata ada api di rumahnya. Sehingga saksi kembali masuk ke rumah untuk mengevakuasi keluarganya.
Menurut saksi Firsawati (38), saat kejadian itu sementara duduk di dalam rumah. Kemudian mendengar suara teriakan kebakaran, sehingga ia berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri .
Saksi lain bernama Imran (41) menerangkan bahwa ia sementara berada di dalam rumah dan mendengar teriakan kebakaran. Selanjutnya dia keluar rumah dan melihat api sudah membesar di depan rumahnya. (jun-rhm-jul)



×


Sudah Terjadi 89 Kebakaran

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar