MAKASSAR, BKM — Gamang dan dilematis kini melingkupi sejumlah tokoh, baik yang berkecimpung di dunia politik maupun pemerintahan. Terutama terkait pemberian dukungan kepada pasangan calon menjelang pemilihan wali kota (pilwali) Makassar.
Tidak sedikit di antaranya secara terbuka memberikan dukungan, meski harus bertolak belakang dengan pasangan yang didukung oleh partainya. Mereka ramai menjadi pembicaraan, khususnya di media media sosial, terutama grup WhatApp.
Sebut saja Ketua DPP Nasdem Syahrul Yasin Limpo (SYL), Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel Tenri Olle YL, Ketua Garnita Malahayati Indira Chunda Tita. Ada pula Ketua DPP Partai Demokrat Aliyah Mustika Ilham dan putranya Amirul Yamin R.
Sementara mereka yang disebut-sebut gamang atau dilematis, di antaranya anggota Fraksi PAN DPR RI Mitra Fachruddin, dan sang ayah yang tak lain adalah Ketua DPD II Golkar Enrekang Muslimin Bando. Sebab Abdul Rahman Bando, adik dari Muslimin Bando atau paman dan Mitra Fachruddin telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wakil wali kota Makassar mendampingi Munafri Arifuddin. Sementara PAN dan Golkar tidak berada di barisan pendukung Appi-Rahman.
Demikian pula halnya Bupati Sinjai A Seto Gadista Asapa, anggota Fraksi Gerindra Makassar Andi Pahlevi, Ketua DPC PPP Makassar Busranuddin Baso Tika, politisi PPP Imran Eka Saputra, legislator Golkar Makbul Halim dan Nasran Mone, politisi Partai Berkarya Yusuf Gunco, Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma, Ketua DPD PKS Makassar Anwar Farouk, dan politisi PKS Sulsel Sri Rahmi.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Erwin Aksa dan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga R Uno secara terbuka mendukung pasangan bakal calon wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Dr Abdul Rahman Bando. Jika Sandiaga mengenakan kostum Appi dan memberikan dukungan lewat testimoni virtual, maka Erwin Aksa langsung diberi amanah menjadi ketua tim pemenangan Appi-ARB.
Padahal Golkar mendukung pasangan Irman Yasin Limpo alias None-Andi Zunnun Halid, sementara Partai Gerindra mendukung pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. Erwin Aksa merupakan politisi Partai Golkar, dan Sandiaga Uno politisi Partai Gerindra.
Adapun Imran Eka Saputra yang pernah menjabat ketua DPD KNPI Sulsel secara terbuka mundur dari PPP.
Seperti diketahui, keluarga SYL banyak berada di Partai Nasdem. Adapun Aliyah Mustika akan berjuang untuk Appi. Sementara sang suami, yakni Ilham Arief Sirajuddin dan putranya akan berjuang untuk pasangan Syamsu Rizal alias deng Ical-dokter Fadli Ananda.
Khusus untuk politisi PKS, sejak awal sudah dekat dengan Deng Ical. Namun hampir pasti, partai berlambang bulan sabit kembar ini mendukung pasangan None-Zunnun.
Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Farouk M Betta yang dimintai tanggapannya soal adanya potensi kader beringin bekerja untuk pasangan yang bukan menjadi usungan Golkar, seperti Erwin Aksa dan Muslimin Bando, memberi jawaban diplomatis.
“Saya pikir masyarakat sudah cerdas menilai dan tahu rambu-rambu organisasi. Silakan masyarakat yang menilai. Kita akan lihat perkembangannya,” ujar Aru, panggilan akrab Farouk M Betta, Minggu (23/8).
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Muhammad Irfan AB menegaskan jika ada kader yang membangkang maka akan diberi peringatan. “Kalau tidak, maka dikasih peringatan tertulis. Kalau masih tetap membangkang, yah dipecat saja,” tegas Irfan AB, yang tidak menyebut nama nama.
Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma berkelit tidak ingin mengomentari para politisi di luar partainya. “Saya tidak mau mengomentari sikap politisi dari partai lain. Kalau dari PKS, kami akan minta seluruh pengurus dan aleg untuk komitmen memperjuangkan usungan PKS sekuat-kuatnya,” tandasnya.
IAS: Tidak Adaji Urusan
Mantan wali kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menjadi salah satu tokoh untuk pasangan Syamsu Rizal MI alias Deng Ical-dokter Fadli Ananda (Dilan). Selain IAS, ada pula nama nama putra sulung IAS yang berada di barisan Dilan.
Sementara istri IAS, Aliyah Mustika Ilham merupakan legislator Partai Demokrat di Senayan yang punya tugas mengamankan usungan partai di pilwali Makassar.
Soal tidak solidnya keluarga dalam pilwali, tidak menjadi urusan bagi IAS. “Tidak adaji urusan,” ujar mantan ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini, Senin (24/8).
Sementara Aliyah yang kini tercatat sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang dikonfirmasi, enggan memberikan tanggapan. “Saya no commet deh,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Adapun Syahrul Yasin Limpo yang kini menjabat sebagai Menteri pertanian RI, saat dimintai tanggapannya soal kecenderungan keluarganya akan mendukung None dibandingkan Danny Pomanto belum memberikan tanggapan.
Ketua DPD II Golkar Enrekang H Muslimin Bando, mengaku datang dalam acara deklarasi Appi-ARB sebatas menghadiri acara keluarga. “Saya hadir sebagai keluarga saja,” jelas kakak kandung Abdul Rahman Bando ini. (rif)

